zetizen

Alkateri Makin Naik Daun, Band Indie Bandung yang Musiknya Relate dengan Anak Muda

Music
Alkateri membawa perpaduan indie pop dengan nuansa shoegaze dan post-rock yang khas.

Zetizen.com - Ada kalanya kita menemukan band bukan karena sedang mencari musik baru, tetapi karena satu lagu tiba-tiba terasa begitu dekat dengan kehidupan sendiri. Alkateri menjadi salah satu nama yang belakangan semakin sering muncul di skena musik independen Indonesia, terutama bagi pendengar muda yang menyukai musik dengan suasana tenang, reflektif, dan penuh cerita.

Alkateri adalah band asal Bandung yang terbentuk pada 2021 dan membawa warna indie pop dengan sentuhan shoegaze serta post-rock. Perjalanan mereka semakin mendapat perhatian setelah album debut Kontemplasi dirilis pada 2024 dan aktivitas panggung mereka semakin padat sepanjang 2026.

Alkateri, band indie Bandung yang makin naik daun

Nama Alkateri mungkin belum sebesar band-band arus utama, tetapi perkembangan mereka menunjukkan arah yang menarik. Pada Januari 2026, DCDC bahkan memilih Alkateri sebagai DCDC Music of the Month, sekaligus menyoroti karakter musik mereka yang disebut sebagai "pop ngawang".

Sebutan tersebut cukup menggambarkan pendekatan musik Alkateri. Aransemen mereka cenderung tidak berlebihan, tetapi tetap memberikan ruang bagi gitar, synth, ritme, dan vokal untuk membangun suasana.

Bagi pendengar muda, karakter seperti ini terasa relevan. Lagu-lagu Alkateri tidak selalu mengajak kita untuk berpesta atau berteriak bersama. Sebaliknya, musik mereka seperti teman perjalanan ketika kita sedang ingin menikmati suasana, memikirkan banyak hal, atau sekadar berhenti sejenak dari rutinitas.

Dari balik panggung The Panturas menuju Alkateri

Salah satu cerita menarik dari Alkateri justru dimulai dari balik panggung. Para personelnya sebelumnya dikenal sebagai kru pertunjukan The Panturas. Dari kedekatan dan aktivitas bersama tersebut, mereka kemudian memutuskan untuk tidak hanya berada di belakang panggung, tetapi ikut maju sebagai musisi.

Alkateri kemudian dibentuk di Bandung pada 2021. Formasi mereka terdiri dari Fauzan Ghifari sebagai vokalis, Rifqi Maulana pada synth, Galuh Ilham dan Reza Zulmi pada gitar, Hadiyan Fazari pada bass, serta Felmy Herdianto pada drum.

Nama Alkateri sendiri diambil dari salah satu jalan di Bandung. Pilihan tersebut membuat identitas mereka terasa dekat dengan kota tempat band ini tumbuh dan berkembang.

Kontemplasi menjadi pintu masuk musik Alkateri

Kalau ingin mengenal Alkateri lebih jauh, album Kontemplasi menjadi titik awal yang paling tepat. Album tersebut dirilis pada April 2024 dan membawa tema mengenai romansa kota, refleksi diri, proses pendewasaan, serta usaha berdamai dengan harapan yang tidak selalu berjalan sesuai keinginan.

Di dalamnya terdapat sejumlah lagu seperti "Penetrasi", "Buang", "Lebih Dari", "Egosentris", "Zaman", "Esok", "Kontemplasi", dan "BDO". Beberapa lagu tersebut juga terus muncul dalam setlist penampilan Alkateri sepanjang 2026.

Menariknya, popularitas lagu-lagu tersebut juga terlihat dari jumlah pemutaran di Spotify. "Lebih Dari" tercatat sebagai salah satu lagu paling banyak diputar dari katalog Alkateri, diikuti "Egosentris", "Zaman", dan "Esok".

Halaman: