
Menurut catatan resmi Float, “Pulang” termasuk lagu yang sudah ditulis Hotma Roni Simamora atau Meng sejak era 1990-an. Ketika proyek musik Float mulai berkembang pada awal 2000-an, Bontel memilih mengerjakan “Pulang” sebagai salah satu materi penting yang kemudian dikembangkan bersama Meng dan Raymond “Remon” Agus Saputra.
Bontel bahkan membutuhkan waktu hampir setahun untuk mengerjakan aransemen “Pulang” karena data digital yang berisi komposisi dan aransemen instrumen lagu tersebut sempat rusak. Proses itu akhirnya ikut membentuk karakter musik Float yang kemudian dikenal lebih luas.
Jadi, ketika Mira Lesmana dan Riri Riza kemudian tertarik menggunakan musik Float untuk film mereka, “Pulang” sebenarnya sudah memiliki perjalanan panjang sebelum masuk ke dunia sinema.
Awal Mula Float Dipilih untuk Soundtrack Film
Poster film 3 hari untuk selamanya Sumber: @Instagram Float_ Project
Pertemuan antara Float dan proyek 3 Hari untuk Selamanya juga terjadi dengan cara yang cukup menarik. Pada November 2005, Mira Lesmana menonton konser mini Float di Tornado Coffee, Kemang, Jakarta.
Setelah pertunjukan, Mira mendatangi personel Float dan menyampaikan ketertarikannya terhadap musik mereka. Dari pertemuan tersebut muncul tawaran agar Float mengisi musik untuk film terbaru yang sedang dikerjakan Riri Riza. Tawaran itu kemudian menjadi titik penting dalam perjalanan karier Float.
Pada akhirnya, album Music for 3 Hari untuk Selamanya berisi 11 lagu dan seluruh materi tersebut digunakan dalam film. “3 Hari untuk Selamanya” dan “Pulang” menjadi dua lagu yang dianggap sebagai andalan dari album tersebut.
Pulang Tetap Relevan Hampir Dua Dekade Kemudian
Hampir dua dekade setelah filmnya dirilis, musik Float dari 3 Hari untuk Selamanya kembali mendapatkan perhatian. Pada Juni 2026, demajors bersama Miles Films merilis album Music for 3 Hari untuk Selamanya dalam format vinyl.
Rilis ulang ini menjadi momen menarik bagi pendengar lama sekaligus kesempatan bagi generasi baru untuk mengenal salah satu karya musik yang memiliki hubungan erat dengan film Indonesia era 2000-an. Album tersebut kembali menghadirkan “Pulang”, “3 Hari untuk Selamanya”, “Stupido Ritmo”, “Surrender”, dan sejumlah lagu lainnya.
Bahkan, album ini pernah memperoleh Abhinaya Trophy untuk Soundtrack Terbaik di Jakarta Film Festival serta penghargaan Best Theme Song dalam MTV Indonesia Movie Award pada 2007.
Kenapa Lagu Pulang Float Masih Enak Didengarkan Sekarang?
“Pulang” memberikan ruang bagi pendengarnya untuk memasukkan pengalaman pribadi ke dalam lagu. Bagi sebagian orang, pulang dapat berarti kembali ke rumah. Namun bagi yang lain, pulang bisa berarti kembali kepada seseorang, kenangan, masa lalu, atau bahkan menemukan kembali diri sendiri.






