
Zetizen - Pernah nggak sih kamu berhari-hari pusing mikirin rumus fisika atau sejarah, tapi lirik lagu baru langsung nyangkut cuma sekali dengar? Rasanya nggak adil banget ya? Tenang, itu bukan salahmu kok. Faktanya, musik memang punya cara unik buat nempel di kepala kita dibanding pelajaran.
Musik bukan sekadar hiburan. Nada, lirik, dan irama ternyata bekerja langsung ke bagian otak yang berhubungan dengan emosi dan memori. Nggak heran kalau lagu cepat nempel di kepala dan bikin kita langsung teringat momen tertentu. Yuk, cari tahu kenapa musik bisa lebih kuat daripada pelajaran!
Musik Aktifkan Emosi
Coba ingat deh, pernah nggak kamu tiba-tiba mellow gara-gara dengerin lagu galau? Itu karena musik bisa memicu emosi dengan cepat. Nah, otak kita ternyata lebih mudah menyimpan sesuatu yang berkaitan dengan perasaan. Entah itu bikin happy, mellow, atau semangat olahraga, lagu dengan emosi kuat biasanya gampang banget keingat.
Ada Pola & Repetisi
Pelajaran seringkali terasa berat karena penuh teks dan angka yang datar. Sementara musik punya pola yang konsisten nada, irama, dan pengulangan lirik. Otak manusia suka dengan pola berulang, karena dianggap lebih gampang diproses. Makanya, sekali denger lagu dengan chorus yang catchy, besoknya bisa auto hafal.
Masuk ke Memori Jangka Panjang
Otak memproses musik lewat area yang terhubung langsung dengan memori jangka panjang. Itulah sebabnya lagu masa kecil bisa bikin kita langsung nostalgia ke momen tertentu. Misalnya, lagu iklan jadul yang dulu sering kamu dengar, sampai sekarang pun bisa masih nempel banget di kepala.
Fenomena Earworm
Kamu pernah nggak, lagi serius belajar tiba-tiba ada potongan lagu muter terus di kepala? Nah, itu disebut earworm. Fenomena ini terjadi karena otak secara otomatis memutar ulang melodi yang simpel dan repetitif. Biasanya, bagian chorus lagu yang paling gampang jadi penghuni tetap di pikiran.
Musik Bisa Jadi Alat Belajar
Nggak heran kalau banyak guru atau tutor pakai lagu buat bantu siswa menghafal. Contoh paling simpel? Lagu alfabet “A-B-C-D”. Karena dibungkus dengan nada, otak lebih gampang menyimpannya.
Menurut Husni,dkk (2022) dalam penelitian yang berjudul “Dengan metode pembelajaran bernyanyi dapat meningkatkan daya ingat pada anak”. Dari penelitian itu, disimpulkan bahwa mengasah daya ingat butuh stimulasi otak melalui banyak metode, baik dalam proses belajar maupun mengajar.
Jadi, Mana yang Lebih Kuat Musik atau Pelajaran?
Pelajaran tentu penting banget, tapi cara otak memproses musik memang lebih ramah buat diingat. Musik bisa langsung nyantol karena ada kombinasi emosi, repetisi lirik, dan alunan nada yang familiar. Jadi, kalau kamu susah menghafal, coba deh ubah materi jadi lagu atau irama. Siapa tahu belajarnya jadi lebih fun dan efektif.
Nah, sekarang coba jawab lagu apa yang paling sering nyangkut di kepala kamu akhir-akhir ini? Nggak menutup kemungkinan, pas baca ini kamu lagi nge play lagu di hati.



