
Zetizen.com - Wave to Earth kembali membawa kabar baru untuk para penggemarnya. Trio indie rock asal Korea Selatan tersebut resmi merilis album terbaru berjudul bad pieces pada 7 Agustus 2026. Album ini menjadi rilisan album studio pertama mereka sejak play with earth! 0.03 pada 2024.
Kehadiran bad pieces sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan musik Wave to Earth. Daniel Kim, John Cha, dan Dong Kyu mengeksplorasi sejumlah instrumen serta suara baru yang membawa musik mereka ke arah yang lebih eksperimental.
bad pieces Jadi Babak Baru Wave to Earth
Album terbaru ini tidak hanya menjadi kelanjutan dari karya-karya sebelumnya. Wave to Earth mencoba memperluas karakter musik mereka melalui eksperimen dengan berbagai suara dan instrumen yang sebelumnya belum banyak digunakan.
Menurut keterangan yang dirilis The Orchard Japan, proses pembuatan album ini juga menjadi perjalanan penemuan diri bagi masing-masing anggota sekaligus bagi band secara keseluruhan. Daniel Kim bahkan menggambarkan materi baru tersebut sebagai musik yang terasa semakin dekat dengan esensi Wave to Earth.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Wave to Earth tidak ingin sekadar mengulang formula yang membuat mereka dikenal. Band ini justru mencoba mengeksplorasi kemungkinan baru sambil tetap mempertahankan karakter musik yang menjadi identitas mereka.
Terinspirasi dari Bed-In John Lennon dan Yoko Ono
Nama bad pieces memiliki latar belakang yang cukup menarik. Judul tersebut terinspirasi dari aksi protes antiperang Bed-In yang dilakukan John Lennon dan Yoko Ono pada 1969. Referensi tersebut menjadi salah satu bagian dari konsep yang melatarbelakangi album terbaru Wave to Earth.
Inspirasi tersebut memberikan lapisan makna tersendiri bagi album. Di tengah eksplorasi musik yang lebih luas, bad pieces juga menjadi ruang bagi Wave to Earth untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman mereka melalui karya yang lebih personal.
“heaven and hell” Jadi Pembuka Era Baru
Sebelum album bad pieces dirilis, Wave to Earth lebih dulu memperkenalkan “heaven and hell” sebagai single pada 15 Mei 2026. Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu materi yang masuk ke album baru.
Lagu ini juga memberikan gambaran mengenai arah musik Wave to Earth di era terbaru. The FADER menyebut “heaven and hell” menghadirkan gitar akustik yang hangat dan pedal steel bernuansa folk, sekaligus menunjukkan adanya arah sonik baru bagi grup tersebut.
Wave to Earth sendiri mengatakan bahwa mereka banyak menghabiskan waktu di studio untuk bereksperimen dan mengeksplorasi berbagai macam suara. Proses tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam pembentukan warna musik album terbaru mereka.
“babo” Ikut Perkenalkan Warna Album
Selain “heaven and hell”, Wave to Earth juga memperkenalkan “babo” menjelang perilisan bad pieces. Lagu tersebut dirilis bersama video musik dan menjadi salah satu materi yang semakin meningkatkan antusiasme penggemar terhadap album baru.






