zetizen

DAY6 dan Xdinary Heroes, Kakak Adik JYP Entertainment yang Sama-sama Bersinar di Dunia K-Band

Music
Foto personil band DAY6 & Xdinary Heroes. Sumber: Instagram @xdinaryheroes_official & @day6kilogram

Zetizen.com - Industri K-pop selama ini identik dengan grup idol yang tampil dengan koreografi energik. Namun di balik deretan nama besar seperti TWICE, Stray Kids, hingga ITZY, ada dua band yang berhasil membangun identitas berbeda melalui musik live, yaitu DAY6 dan Xdinary Heroes. Sama-sama berada di bawah Studio J, keduanya kerap disebut sebagai kakak dan adik di JYP Entertainment karena memiliki perjalanan yang saling terhubung.

Bagi penggemar baru, hubungan DAY6 dan Xdinary Heroes bukan sekadar berasal dari agensi yang sama. DAY6 menjadi band pertama yang dibentuk JYP Entertainment melalui Studio J, sementara Xdinary Heroes hadir sebagai generasi penerus yang melanjutkan semangat bermusik dengan warna yang lebih modern. Hubungan senior dan junior inilah yang membuat kedua band sering dibandingkan, sekaligus didukung oleh penggemar masing-masing.

DAY6 dan Xdinary Heroes Berasal dari Rumah yang Sama

Studio J merupakan label khusus di bawah JYP Entertainment yang berfokus mengembangkan penyanyi, penulis lagu, dan band. Berbeda dengan divisi lain yang menaungi grup idol, Studio J dibentuk untuk memberikan ruang bagi musisi yang mengutamakan permainan instrumen dan kreativitas dalam menciptakan lagu. DAY6 menjadi band pertama yang debut di bawah label tersebut pada 2015, kemudian disusul Xdinary Heroes pada 2021.

Meski terpaut enam tahun, kedua band memiliki filosofi yang sama. Mereka tidak hanya tampil membawakan lagu, tetapi juga aktif dalam proses penulisan lirik, komposisi, hingga aransemen musik. Identitas sebagai band inilah yang membuat DAY6 maupun Xdinary Heroes memiliki warna yang berbeda dibandingkan mayoritas grup K-pop.

Mengapa DAY6 Disebut Kakak Xdinary Heroes?

Julukan "kakak adik JYP" muncul karena DAY6 lebih dahulu berkarier sebagai band di bawah Studio J sebelum Xdinary Heroes debut pada 2021. Sebagai band pertama yang dibentuk Studio J pada 2015, DAY6 berhasil membangun identitas musik yang kuat serta memperkenalkan warna band di tengah dominasi grup idol dalam industri K-pop.

Ketika Xdinary Heroes hadir sebagai generasi berikutnya, mereka membawa konsep dan karakter musik yang berbeda tanpa sekadar mengikuti jejak DAY6. Kehadiran kedua band tersebut menunjukkan bagaimana Studio J terus memberikan ruang bagi musisi dengan identitas dan gaya bermusik masing-masing.

Di sisi lain, Xdinary Heroes juga menunjukkan rasa hormat kepada DAY6 sebagai senior yang lebih dahulu menjalani perjalanan sebagai band Korea. Bagi banyak penggemar, DAY6 menjadi salah satu contoh bahwa band dengan permainan instrumen dan karya personal tetap dapat berkembang serta diterima luas di industri K-pop.

Persamaan DAY6 dan Xdinary Heroes

Meski memiliki gaya musik yang berbeda, DAY6 dan Xdinary Heroes memiliki sejumlah kesamaan yang membuat keduanya sering dibandingkan oleh penggemar. Salah satu persamaan utama adalah keduanya berada di bawah naungan Studio J, label milik JYP Entertainment yang berfokus mengembangkan musisi dengan karakter musik kuat serta kemampuan bermusik secara langsung.

Tidak seperti banyak grup idol yang lebih berfokus pada konsep dan koreografi, DAY6 dan Xdinary Heroes menjadikan permainan instrumen sebagai bagian penting dalam setiap penampilan. Para anggota memainkan alat musik masing-masing, mulai dari drum, gitar, bass, keyboard, hingga synthesizer, sehingga konser mereka menghadirkan pengalaman live yang lebih autentik.

Kesamaan lainnya terlihat dari keterlibatan anggota dalam proses kreatif. Kedua band aktif berpartisipasi dalam penulisan lirik, penyusunan melodi, hingga menentukan arah musik yang ingin mereka tampilkan. Hal tersebut membuat karya DAY6 maupun Xdinary Heroes terasa lebih personal dan mampu membangun hubungan emosional dengan pendengar.

Dengan kemampuan bermusik yang kuat serta karakter live performance yang khas, DAY6 dan Xdinary Heroes menjadi dua band Korea yang menunjukkan bahwa musikalitas tetap memiliki tempat penting di industri K-pop.

Halaman: