.jpg&w=1200&q=75)
Jumlah massa penyanyi cilik saat itu tidak kalah oleh jumlah fans saat Slank atau Iwan Fals manggung. Banyak sekali. Sekali waktu, Jojo pernah diundang menyanyi pada event pembukaan perumahan. Penonton yang datang untuk melihat penampilan Jojo luar biasa banyak. ’’Selapangan penuh semua. Itu sebenarnya hal yang sangat biasa. Mal penuh karena ada penyanyi cilik yang manggung, biasa banget,’’ kenang Jojo.
Jojo juga pernah gagal manggung karena kondisi venue tidak memungkinkan. Saking penuhnya penonton, panitia tidak mau mengambil risiko hingga akhirnya membatalkan acara tersebut. Bagaimana dengan penonton yang kadung membeli tiket? Tentu saja mereka chaos.
Di tempat lain, Jojo pun pernah menyaksikan langsung penonton chaos karena sound system konsernya sebagai penyanyi anak-anak rusak. ’’Sekarang di mana bisa menemukan penyanyi cilik bikin chaos? Saat band tampil di mal saja, penontonnya sedikit,’’ ungkap pria yang sekarang aktif menjadi vlogger tersebut.
Jojo menyatakan, euforia penontonlah yang bisa membuat industri musik anak kembali mencapai masa emasnya. Karena itu, Jojo memutuskan untuk tidak akan keluar dari dunia hiburan. Itulah yang juga melatarbelakanginya untuk terlibat dalam #savelaguanak. ’’Kami akan terus gerakkan kampanye ini. Membuat anak-anak kembali mau mendengar lagu anak-anak. This is my world,’’ tutur Jojo. Lalu, bagaimana dengan penyanyi lain? (bersambung/c14/ayi)








