zetizen

Makna Lagu Kita ke Sana dari Hindia: Merayakan Kebersamaan di Tengah Hidup yang Sementara

Music
Lagu kita ke sana. Source: Spotify

Zetizen - Kenapa ya, momen bareng orang terdekat seringkali baru terasa penting ketika waktu sudah hampir habis?

Hindia, lewat lagunya yang berjudul “Kita ke Sana”, menyadarkan kita bahwa kebersamaan bukan soal selamanya, tapi soal selagi masih bisa dan ada.

Dirilis pada tahun 2023 menjadi bagian dari album "Lagipula Hidup Akan Berakhir”, lagu ini terasa jujur dan akrab, mengajak kita pelan-pelan menerima bahwa hidup ini sementara dan justru karena itu, setiap detiknya pantas untuk dirayakan.

Gambaran Hidup Singkat Yang Tetap Pantas Untuk Dirayakan

Kalimat pembuka lagu ini langsung to the point banget, lewat lirik “Rayakan hari ini, besok sisa sengsara.” Nggak sedang menggurui, tapi justru sebuah gambaran realita yang banyak dari kita rasakan diam-diam.

Hidup memang singkat, tapi bukan berarti hampa. Justru karena singkat, setiap harinya layak dirayakan meski itu sederhana.

Makna lagu “Kita ke Sana” terasa makin dalam ketika kita sadari bahwa banyak hal dalam hidup nggak bisa kita kendalikan.

Maka dari itu, merayakan momen yang kita punya hari ini, walau sebentar, bisa jadi bentuk perlawanan kecil terhadap kerasnya kehidupan.

Mencuri Waktu Selagi Masih Bisa Bersama

Ada satu penggalan lirik yang rasanya bakal nyantol lama di kepala yaitu “Ada masanya kita mencuri ruang dan waktu”.

Lirik tersebut nggak sekadar puitis, tapi menggambarkan kebutuhan manusia untuk berhenti sejenak dari kesibukan, hanya untuk bersama mereka yang bikin hidup terasa lebih ringan dan nyaman.

Momen-momen “curian” itu kayak ngobrol tanpa tujuan, jalan malam berdua, atau bahkan diam-diaman tapi tetap bareng seringkali jadi kenangan yang paling dalam.

Hindia menyorot sisi tersebut dengan tulus, bahwa bersama bukan tentang durasi panjang, tapi soal kehadiran yang bermakna.

Momen Sederhana Yang Bisa Jadi Kenangan

Lewat lirik “Untuk lima menit coba kau mengambil alih dunia” mengandung pesan kuat bahwa nggak perlu waktu lama untuk bikin momen bermakna.

Halaman: