zetizen

IPF 2026 Tak Hanya Ingin Jadi Festival, Ada Ambisi Bangun IP Podcast Berkelanjutan

Entertainments
Potret Tiga Tokoh Indonesian Podcast Festival (IPF) 2026. Sumber: IPF 2026

Zetizen.com - Indonesian Podcast Festival atau IPF 2026 tidak hanya hadir sebagai ruang pertemuan antara podcaster dan pendengarnya. Festival ini membawa ambisi lebih besar, yakni membangun intellectual property (IP) yang dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari ekosistem podcast Indonesia.

IPF 2026 diinisiasi Close The Door (CTD) bersama Double Group. Rangkaian festival tersebut akan dimulai di Makassar pada 24–25 Oktober 2026, sebelum berlanjut ke Medan, Banjarmasin, Surabaya, dan Jakarta.

Gagasan menjadikan IPF sebagai IP berkelanjutan muncul seiring meningkatnya perkembangan industri podcast di Indonesia. Berdasarkan data dalam siaran pers penyelenggara yang mengacu pada laporan We Are Social Februari 2025, sebanyak 42,6 persen responden di Indonesia disebut rutin mengonsumsi podcast setiap minggu.

Namun, pertumbuhan pendengar belum sepenuhnya diikuti dengan pemerataan ekosistem kreator podcast. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan IPF 2026 dirancang dengan konsep roadshow nasional untuk mempertemukan podcaster nasional, kreator lokal, dan komunitas pendengar di berbagai daerah.

Membangun Festival yang Bisa Terus Berkembang

Founder Close The Door Deddy Corbuzier melihat IPF sebagai upaya untuk membawa pengalaman podcast yang selama ini dinikmati melalui audio ke dalam ruang pertemuan langsung antara kreator dan pendengar.

Sementara itu, Founder Double Group dr. Ichal Tawil menyebut Makassar dipilih sebagai kota pertama karena penyelenggara melihat potensi ekosistem kreator dan pendengar podcast di Indonesia Timur yang masih memiliki ruang untuk berkembang.

Menurutnya, penyelenggaraan di Makassar menjadi langkah awal dari visi membangun festival podcast nasional yang dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Dengan konsep tersebut, IPF tidak berhenti sebagai acara tahunan. Festival ini ingin membangun format yang dapat hadir di berbagai kota sekaligus mempertemukan komunitas podcast daerah dengan industri yang lebih luas.

Kreator lokal juga menjadi bagian penting dalam konsep tersebut. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat terlibat langsung bersama podcaster nasional dan membangun hubungan dengan komunitas pendengar di wilayahnya.

Tak Hanya Mengandalkan Panggung Utama

IPF 2026 akan menggunakan format “One Stage & Infinity Story” yang mempertemukan podcaster nasional dan local heroes dalam satu panggung selama dua hari.

Namun, pengalaman yang ditawarkan tidak hanya berpusat pada pertunjukan utama. Festival ini juga menghadirkan berbagai aktivitas pendukung yang menjadi bagian dari identitas IPF.

Beberapa di antaranya adalah talk show interaktif dua arah, Blind Podcast dengan tamu rahasia, serta hiburan stand-up comedy.

Di luar panggung utama, pengunjung juga dapat menikmati The POD-Booth, Silent Podcast Corner, Photo Box, Merchandise Drop eksklusif, hingga Community Meetup.

Halaman: