
Zetizen - Film Sadali resmi tayang di bioskop sejak 5 Februari 2026. Sebagai kelanjutan dari Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu, film ini membawa kisah yang lebih matang, dengan konflik batin yang tidak lagi sederhana.
Berlatar tiga tahun setelah peristiwa film sebelumnya, Sadali menempatkan tokoh utamanya pada fase hidup yang berbeda. Sadali, yang kembali diperankan Ajil Ditto, kini digambarkan sebagai pelukis yang telah mencapai titik kesuksesan. Namun pencapaian tersebut tidak serta-merta menghadirkan ketenangan. Masa lalu yang belum selesai justru kembali mengusik, memaksa Sadali berhadapan dengan kenangan, penyesalan, dan pilihan yang tertunda.
Latar Magelang dipilih sebagai ruang kontemplatif bagi perjalanan tokoh utama. Di kota yang tenang itu, Sadali menepi dari hiruk pikuk, fokus menyiapkan pameran tunggal yang menjadi pertaruhan penting dalam karier seninya. Namun ketenangan tersebut goyah ketika kabar tentang Mera, mantan kekasihnya yang diperankan Adinia Wirasti, kembali hadir bersamaan dengan sosok Arnaza (Hanggini), figur lain dari masa lalu yang tak kalah berpengaruh.
Konflik segitiga ini tidak disajikan sebagai drama romantis biasa. Film garapan Kuntz Agus ini memotret pergulatan emosional dengan pendekatan yang lebih dewasa, menempatkan cinta, seni, dan pencarian jati diri dalam satu tarikan napas.
Di balik layar, proses produksi film ini menyimpan tantangan tersendiri. Ajil Ditto mengungkapkan bahwa penggarapan dua film yang berjalan hampir bersamaan menuntut konsistensi emosi karakter.
“Kami harus memastikan perkembangan Sadali tetap terasa masuk akal, meski jarak ceritanya hanya tiga tahun,” ujar Ajil.
Sementara itu, Adinia Wirasti menilai hubungan antarkarakter dalam film ini menuntut pendekatan yang lebih matang. Ia menekankan pentingnya menjaga emosi agar konflik yang dihadirkan tetap terasa manusiawi dan tidak berlebihan.
Dengan dialog khas Pidi Baiq yang puitis dan sederhana, Sadali menawarkan romansa yang tidak berisik, namun menyimpan getar emosi yang dalam. Film ini tidak hanya melanjutkan kisah cinta yang tertunda, tetapi juga mengajak penonton merenungkan arti berdamai dengan masa lalu dan keberanian untuk melangkah ke fase hidup berikutnya.





