zetizen

Bukan Sekadar Buket, Ini Makna di Balik Tradisi Lempar Bunga Pengantin

Trend
Buket Bunga Source: Freepik By Bristekjegor

Zetizen - Pernikahan selalu jadi momen spesial yang dipenuhi dengan simbol, doa dan kebahagiaan. Di antara rangkaian acara, ada satu momen yang hampir selalu bikin tamu bersorak sekaligus tertawa lempar buket bunga pengantin.

Ketika pengantin wanita berdiri membelakangi tamu perempuan lalu melempar buket ke udara, suasana langsung berubah riuh. Semua mata tertuju pada buket yang melayang, sementara beberapa tamu bersiap menangkapnya. Sekilas terlihat hanya hiburan, tapi tradisi ini punya sejarah panjang dan makna yang lebih dalam dari yang terlihat.

Jejak Sejarah dari Eropa

Tradisi lempar buket bunga berawal dari Eropa, khususnya Inggris dan Prancis, sejak abad pertengahan. Pada masa itu, ada keyakinan bahwa menyentuh pengantin wanita atau mendapatkan potongan dari gaunnya bisa membawa keberuntungan.

Namun, kebiasaan itu justru sering merepotkan dan merusak pakaian pengantin. Dari sinilah lahir ide untuk mengganti benda yang dibagikan dengan buket bunga yang dibawa pengantin wanita. Lebih praktis, tetap cantik dan sarat makna.

Sejak saat itu, buket bunga menjadi simbol keberuntungan yang dibagikan dalam pernikahan. Tradisi ini menyebar ke berbagai negara, menyesuaikan dengan budaya masing-masing dan akhirnya populer hingga ke Asia, termasuk Indonesia.

Simbol Rindu, Doa dan Harapan

Buket bunga bukan sekadar hiasan cantik di tangan pengantin. Dalam banyak budaya, bunga melambangkan cinta, kesuburan dan kehidupan baru. Maka, ketika pengantin wanita melempar buketnya, sesungguhnya ia sedang membagikan doa kebahagiaan kepada orang lain.

Orang yang berhasil menangkap buket dipercaya akan segera menyusul menikah. Walaupun banyak yang menganggapnya mitos, tradisi ini tetap membawa nuansa harapan. Ada perasaan bahagia ketika buket itu jatuh ke tangan seseorang, seolah kebahagiaan pengantin ikut menular kepada mereka yang menangkapnya.

Makna Filosofis di Balik Keseruan

Di balik tawa dan teriakan saat berebut buket, ada filosofi yang indah. Tradisi ini seolah mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak boleh disimpan sendiri. Sama seperti buket bunga yang awalnya hanya di tangan pengantin lalu dibagikan kepada orang lain, kebahagiaan pernikahan pun lebih bermakna ketika dibagikan.

Itulah mengapa tradisi ini selalu meninggalkan kesan. Bukan hanya tentang siapa yang berhasil menangkap bunga, tapi tentang bagaimana kebahagiaan bisa menular, doa bisa dibagi dan cinta bisa dirayakan bersama.

Di era media sosial, momen lempar buket hampir selalu direkam. Video buket yang melayang dan ekspresi orang-orang yang berebut menangkapnya sering viral di Instagram dan TikTok. Ada yang bikin ngakak karena buket jatuh ke orang yang sama sekali tidak siap, ada pula yang mengharukan karena jatuh ke sahabat terdekat pengantin.

Tradisi yang dulunya hanya simbol keberuntungan, kini ikut jadi bagian dari budaya visual yang penuh kreativitas.

Tradisi yang Selalu Relevan

Meski sudah berabad-abad usianya, tradisi lempar buket bunga masih tetap hidup dan justru semakin digemari. Dari Eropa hingga Asia, dari bunga segar hingga buket snack, maknanya tetap sama yaitu menyebarkan doa dan kebahagiaan.

Jadi, kalau suatu hari kamu diundang ke pesta pernikahan dan diminta ikut maju untuk rebutan buket, jangan ragu. Anggap saja itu bukan sekadar permainan, tapi simbol kalau kebahagiaan yang dirayakan pasangan pengantin juga ingin mereka bagikan kepadamu. Dan siapa tahu, mungkin memang benar, jodohmu sedang menunggu di balik lemparan itu.