zetizen

Rahasia di Balik Tren Makan 12 Anggur di Bawah Meja: Dari Spanyol Sampai Viral di Indonesia

Trend
Anggur Hijau. Source: Unsplash By Tatiana Reusche

Zetizen - Tahun baru selalu hadir dengan berbagai tradisi unik dari seluruh dunia. Ada yang sibuk menyalakan kembang api, ada yang meniup terompet, ada juga yang bikin resolusi panjang. Tapi di Spanyol, ada satu kebiasaan yang udah jadi bagian penting dari pergantian tahun sejak lebih dari seabad lalu yaitu makan 12 buah anggur.

Bukan sekadar ngemil buah, setiap anggur punya makna simbolis. Tiap butir mewakili satu bulan dalam setahun, dan kalau berhasil menghabiskan semuanya sesuai dentang jam tengah malam, diyakini tahun depan bakal penuh keberuntungan.

Berasal dari Spanyol, tradisi ini berkembang ke berbagai negara dan memunculkan variasi unik, salah satunya makan 12 anggur di bawah meja yang kini sedang viral.

Tren dari Spanyol ke Meksiko: Variasi Percintaan

Di Spanyol, tradisi ini biasa dilakukan di alun-alun besar seperti Puerta del Sol, sementara di Meksiko muncul variasi berbeda, yakni makan anggur di bawah meja. Menurut kepercayaan setempat, siapa pun yang melakukannya diyakini bakal lebih gampang menemukan pasangan, bahkan bisa segera menikah.

Tradisi ini juga sering dipadukan dengan kepercayaan lain, misalnya mengenakan pakaian dalam berwarna merah pada malam tahun baru. Warna merah dianggap melambangkan cinta, gairah, dan kemakmuran. Jadinya, makan anggur di bawah meja nggak cuma soal keberuntungan umum, tapi lebih fokus ke urusan asmara.

Jam Berapa Anggur Harus Dimakan?

Tradisi ini dijalankan detik-detik pergantian tahun, tepat pukul 00.00. Biasanya, setiap dentang jam menandai satu buah anggur yang harus segera dimakan artinya 12 detik, 12 anggur, 12 harapan.

Buat sebagian orang, ini jadi momen manifestasi setiap anggur yang masuk mulut mewakili doa atau keinginan

Apa Ada Ketentuan dalam Jenis Anggur?

Banyak yang penasaran apakah harus pakai anggur hijau atau boleh warna lain? Menurut Allison Wolf, seorang ahli budaya makanan, tidak ada aturan khusus soal warna anggur. Secara tradisional, anggur bisa berwarna apa saja. Meski bebas pilih warna, anggur hijau paling sering dipakai karena rasanya manis dan biasanya minim biji, jadi gampang ditelan saat buru-buru.

Compora, peneliti lain yang menelusuri sejarah tradisi ini, menegaskan bahwa anggur merah atau hitam pun sah-sah saja. Bukan soal warna anggur yang dipilih, melainkan doa dan harapan yang disematkan di setiap butirnya.

Viral dan Ikut Dicoba di Indonesia

Awalnya, tradisi makan anggur di bawah meja bukan bagian dari budaya Indonesia. Tapi setelah viral di media sosial terutama TikTok banyak orang ikut mencoba sebagai tantangan seru di malam pergantian tahun. Ada yang sekadar iseng bareng teman, ada juga yang benar-benar percaya tradisi ini bisa mendatangkan hoki dalam percintaan.

Bahkan beberapa kisah viral menyebutkan orang yang melakukannya akhirnya benar-benar dilamar pasangannya di tahun berikutnya. Kisah-kisah unik seperti ini bikin tradisi makan anggur makin heboh diperbincangkan, meski akar tradisinya jauh dari Indonesia.

Jadi, Berani Coba Tahun Baru Nanti?

Mau anggurnya hijau, merah, atau hitam, tradisi ini punya pesan sama menyambut tahun baru dengan optimisme dan harapan baru. Pada akhirnya, bukan cuma anggur yang bisa membawa keberuntungan, tapi juga usaha dan doa sepanjang tahun.