TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di IndonesiaLagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia

5 Alasan Padel Jadi Tren Olahraga yang Wajib Dicoba, Ramah Pemula dan Seru untuk Akhir Pekan

g
Rabu, 26 Agu 202626 Agu 2026
5 Alasan Padel Jadi Tren Olahraga yang Wajib Dicoba, Ramah Pemula dan Seru untuk Akhir Pekan
Potret pemain padel wanita berpose dengan raket di lapangan terbuka. Sumber: pexels.comFoto: ghazi al ghifari / Zetizen Media

Zetizen.com - Padel adalah olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash, tetapi dibuat lebih mudah dimainkan secara sosial dan ramah bagi pemula. Tak heran, olahraga ini semakin lekat dengan gaya hidup urban, terutama di kota seperti Jakarta dan Bali.

Coba bayangkan suasananya. Empat orang berdiri di lapangan yang dikelilingi kaca, bola bergerak cepat dari satu sisi ke sisi lain, lalu tiba-tiba memantul dari dinding sebelum dikembalikan. Di sela-sela reli, terdengar tawa dan teriakan kecil saat seseorang berhasil melakukan pukulan tak terduga.

Itulah pengalaman yang membuat padel terasa berbeda dari sekadar sesi olahraga biasa. Selain membuat tubuh aktif, permainan ganda membuat aktivitas ini terasa seperti nongkrong bersama teman, hanya saja dilakukan sambil berkeringat.

Apa Itu Padel dan Mengapa Sedang Populer?

Padel adalah olahraga raket yang dimainkan secara berpasangan di lapangan berukuran 10 x 20 meter dengan dinding di sekelilingnya. Permainan ini pertama kali berkembang di Acapulco, Meksiko, pada 1969 setelah Enrique Corcuera mengembangkan konsep lapangan yang menyesuaikan keterbatasan ruang di rumahnya.

Dari sana, padel berkembang ke berbagai negara dan akhirnya menjadi bagian dari tren olahraga modern. Daya tariknya terletak pada kombinasi permainan yang relatif mudah dipelajari, aktivitas fisik, serta interaksi sosial yang kuat.

Di Indonesia, terutama kawasan urban, olahraga ini ikut tumbuh bersama tren gaya hidup aktif. Lapangan padel mulai hadir dengan konsep yang tidak hanya menawarkan tempat bermain, tetapi juga area bersantai setelah pertandingan.

Kalau kamu masih ragu untuk mencobanya, lima alasan berikut mungkin bisa mengubah rasa penasaran menjadi agenda akhir pekan.

1. Padel Ramah Pemula dan Cepat Dipelajari

Alasan pertama adalah permainan padel relatif mudah dipahami untuk orang yang baru mengenal olahraga raket. Raket padel tidak menggunakan senar seperti raket tenis, melainkan memiliki permukaan padat dengan lubang-lubang kecil.

Bola yang digunakan juga memiliki tekanan lebih rendah dibandingkan bola tenis pada umumnya. Ditambah servis yang dilakukan dari bawah, pemain pemula tidak harus langsung menguasai teknik servis rumit.

Hasilnya terasa ketika permainan dimulai. Kita tidak perlu menjadi atlet untuk bisa menikmati reli pertama. Beberapa pukulan dasar saja sudah cukup untuk membuat permainan terasa hidup.

Tentu saja, kemampuan akan berkembang seiring latihan. Namun, rasa takut terlihat tidak jago biasanya lebih cepat hilang karena fokus permainan bukan hanya mengejar skor, tetapi juga menikmati reli bersama pasangan dan lawan.

2. Dinding Kaca Membuat Padel Punya Sensasi Berbeda

Kalau kamu pernah melihat bola padel memantul dari kaca lalu kembali ke area permainan, bagian ini mungkin yang paling bikin penasaran. Dinding di sekitar lapangan menjadi bagian dari permainan dan membuat reli berlangsung lebih dinamis.

Setelah bola memantul di lantai, pemain dapat memanfaatkan pantulan dari dinding untuk mengembalikannya. Mekanisme tersebut membuat permainan terasa seperti perpaduan tenis dengan karakter permainan squash.

Ukuran lapangan yang lebih kecil juga membuat jarak antarpemain relatif dekat. Bola bisa datang dari arah yang tidak terduga, sehingga kita harus cepat membaca arah pantulan dan menentukan kapan harus maju atau bertahan.

Di sinilah keseruan padel muncul. Satu poin bisa terasa santai pada awalnya, lalu berubah menjadi adu refleks dalam hitungan detik.

3. Padel Bisa Jadi Cara Seru untuk Bersosialisasi

Buat pekerja urban yang hari-harinya habis di depan laptop, padel menawarkan alasan sederhana untuk bertemu teman tanpa harus duduk berjam-jam di kafe. Format permainan ganda membuat padel sangat cocok sebagai olahraga sosial.

Empat orang berada dalam satu lapangan sehingga komunikasi menjadi bagian penting dari permainan. Mulai dari memanggil bola, mengatur posisi, sampai bercanda setelah melakukan kesalahan, semuanya terjadi secara natural.

Tidak mengherankan jika sesi padel sering berlanjut dengan makan atau ngopi setelah pertandingan. Aktivitas yang awalnya direncanakan sebagai olahraga bisa berubah menjadi agenda sosial yang menyenangkan.

Bagi kita yang ingin lebih aktif tetapi cepat bosan dengan olahraga sendirian, faktor ini menjadi salah satu daya tarik terbesarnya.

4. Padel Mengajak Tubuh Aktif Tanpa Harus Lari Jauh

Padel juga menawarkan latihan yang melibatkan banyak gerakan. Pemain harus bergerak ke samping, mengubah arah, mengejar bola, menjaga keseimbangan, dan mengoordinasikan gerakan tangan dengan penglihatan.

Aktivitas tersebut dapat membantu melatih kebugaran kardiorespirasi, kelincahan, koordinasi, dan kekuatan otot. Jumlah kalori yang terbakar tentu berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi durasi permainan, berat badan, serta intensitas aktivitas.

Meski gerakannya terasa menyenangkan, bukan berarti risiko cedera bisa diabaikan. Pemanasan sebelum bermain tetap penting, terutama untuk mempersiapkan betis, paha, bahu, dan pergelangan kaki.

Jadi, jangan langsung terpancing ingin bermain berjam-jam hanya karena sedang seru. Tubuh juga perlu waktu untuk beradaptasi.

5. Lapangan Padel Semakin Mudah Ditemukan di Jakarta

Popularitas padel turut mendorong munculnya berbagai venue baru di kawasan perkotaan, terutama Jakarta. Lapangan padel kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berolahraga, tetapi juga berkembang menjadi ruang untuk berkumpul, bertemu komunitas, dan menikmati aktivitas setelah pertandingan.

Sejumlah venue padel mulai hadir di berbagai kawasan Jakarta dengan konsep yang menggabungkan olahraga dan gaya hidup. Fasilitas seperti area bersantai, tempat berkumpul, hingga layanan reservasi digital membuat olahraga ini semakin mudah diakses oleh masyarakat urban.

Kehadiran venue dengan konsep tersebut membuat padel terasa lebih dari sekadar aktivitas fisik. Banyak pemain datang bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk menghabiskan waktu bersama teman atau memperluas koneksi melalui komunitas.

Meski begitu, sebelum bermain, pastikan untuk mengecek lokasi, fasilitas, serta sistem reservasi terbaru dari venue yang ingin dikunjungi. Dengan semakin banyaknya pilihan lapangan, padel menjadi salah satu olahraga yang semakin mudah masuk ke rutinitas masyarakat perkotaan.

Jadi, Apakah Padel Layak Dicoba?

Padel menjadi menarik karena menggabungkan olahraga, kompetisi, dan interaksi sosial dalam satu aktivitas. Permainannya cukup mudah dipahami oleh pemula, tetapi tetap memberikan tantangan bagi mereka yang ingin meningkatkan kemampuan.

Olahraga ini tidak hanya menawarkan aktivitas fisik, tetapi juga pengalaman untuk bertemu komunitas baru dan menikmati waktu bersama teman. Bagi yang ingin mencoba tren olahraga baru, padel bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi akhir pekan.

Jika selama ini padel hanya terlihat melalui media sosial, tidak ada salahnya mencoba langsung pengalaman bermainnya. Siapkan perlengkapan yang diperlukan, ajak teman, dan temukan apakah olahraga ini cocok menjadi aktivitas baru.

Simak terus artikel lifestyle dan olahraga terbaru di Zetizen untuk mengetahui berbagai tren menarik lainnya.

Topik Terkait / Tags

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →