zetizen

Apple Vision Pro Generasi Kedua: Lebih Pintar, Lebih Nyaman, dan Siap Meluncur Tahun Ini

Techno
Sumber : apple.com

Zetizen - Apple kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam dunia spatial computing dengan persiapan peluncuran Vision Pro generasi kedua, yang direncanakan hadir pada akhir tahun 2025. Setelah sebelumnya memperkenalkan generasi pertama Vision Pro pada Februari 2024, perusahaan asal Cupertino ini kini tengah menyempurnakan teknologi imersif tersebut dengan menghadirkan peningkatan yang cukup signifikan, termasuk penggunaan chip M4 terbaru yang lebih bertenaga.

Salah satu daya tarik utama dari perangkat ini terletak pada integrasi chip Apple M4 yang menggantikan M2 pada versi sebelumnya. Chip M4 ini dibuat dengan arsitektur 3 nanometer dan menawarkan peningkatan performa signifikan, khususnya dalam pemrosesan grafis, komputasi berbasis AI, dan efisiensi energi.

Keunggulan tersebut diyakini mampu meningkatkan pengalaman pengguna dalam menjalankan aplikasi augmented reality maupun virtual reality yang menjadi inti dari produk ini. Beberapa laporan menyebut bahwa chip M4 ini juga memiliki Neural Engine yang jauh lebih kuat, memungkinkan interaksi visual dan pemrosesan perintah mata atau suara berjalan lebih lancar.

Menurut laporan Bloomberg yang dikutip oleh The Verge, Apple menargetkan perangkat ini akan mulai dikenalkan secara resmi pada kuartal keempat tahun 2025, bertepatan dengan jadwal rutin peluncuran produk-produk utama lainnya seperti iPhone dan Apple Watch.

Sumber dari media Spanyol CincoDías bahkan menyebutkan bahwa acara peluncuran Vision Pro 2 akan digelar sekitar bulan Oktober. Dengan jadwal yang semakin dekat, para penggemar Apple dan pelaku industri teknologi pun mulai berspekulasi mengenai fitur-fitur tambahan yang akan dibawa produk baru ini.

Dari sisi desain, Apple dikabarkan akan melakukan penyempurnaan pada tali pengikat kepala (head strap) yang sebelumnya menuai kritik karena membuat pengguna merasa cepat lelah atau tidak nyaman jika digunakan dalam waktu lama.

Kini, tali tersebut dikembangkan ulang agar lebih ringan dan ergonomis, dengan distribusi beban yang lebih merata di seluruh kepala. Meski demikian, dimensi fisik dan desain luar perangkat secara umum masih akan mempertahankan gaya dari generasi pertama, termasuk penggunaan dua layar OLED resolusi tinggi dan sensor pelacak mata yang akurat.

Sistem operasi yang akan digunakan adalah versi terbaru dari visionOS, kemungkinan besar adalah visionOS 2.0 atau 2.1, yang akan membawa sejumlah peningkatan seperti tampilan antarmuka lebih intuitif, fitur perintah suara dan gerakan mata yang lebih responsif, serta kemampuan mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk pengaturan ruang kerja virtual secara otomatis.

Vision Pro generasi kedua masih menyasar pasar yang cukup terbatas. Harganya diperkirakan tetap berada di kisaran USD 3.499 (sekitar Rp56 juta), menjadikan produk ini ditujukan bagi kalangan profesional, pengembang aplikasi AR/VR, serta konsumen premium yang mencari pengalaman digital imersif terbaik. Apple tampaknya belum akan merilis versi murah tahun ini, meski laporan dari MacRumors menyebut bahwa model yang lebih terjangkau dan ringan baru akan diperkenalkan paling cepat pada tahun 2026 atau 2027.

Meskipun demikian, kehadiran Vision Pro 2 bukan hanya bertujuan memperbaiki kekurangan pendahulunya, tetapi juga menjaga momentum Apple dalam persaingan teknologi masa depan. Perusahaan tampaknya menyadari bahwa untuk mempertahankan dominasi di bidang AR/VR, inovasi tidak bisa berhenti pada satu generasi saja.

Dengan memasukkan chip M4—yang juga digunakan dalam jajaran Mac terbaru—Apple menandai arah baru pengembangan wearable spatial computing, di mana batas antara dunia fisik dan digital semakin kabur, dan penggunanya semakin leluasa berinteraksi dengan lingkungan digital secara alami.

Apple diperkirakan akan menggunakan strategi distribusi yang serupa dengan generasi pertama. Sumber : apple.com

Produk ini akan dirilis secara bertahap di pasar utama seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Inggris, dan Jerman. Apple diperkirakan akan menggunakan strategi distribusi yang serupa dengan generasi pertama, dengan ketersediaan terbatas terlebih dahulu di negara-negara tertentu sebelum diperluas ke pasar global lainnya.

Kehadiran Vision Pro generasi kedua menegaskan bahwa spatial computing bukanlah tren sesaat bagi Apple. Dengan teknologi pemrosesan terbaru, penyempurnaan kenyamanan, dan sistem operasi yang lebih cerdas, Apple berusaha memastikan bahwa produknya tetap relevan sekaligus unggul di tengah persaingan yang makin ketat di sektor teknologi imersif.

Halaman: