
Zetizen - Video Tepuk Sakinah yang diunggah di akun TikTok KUA Wongsorejo baru-baru ini langsung viral! Tepukan tangan yang enerjik dan penuh semangat ini sukses bikin warganet ikut tepuk tangan, tertawa, dan penasaran dengan makna di balik gerakannya.
Siapa sangka, ice breaking yang awalnya dibuat untuk Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Kemenag ternyata sarat dengan pesan penting tentang membangun rumah tangga sakinah.
Latar Belakang Tepuk Sakinah
Tepuk Sakinah lahir sebagai media pembelajaran kreatif dalam Bimwin. Sebelumnya, tidak semua fasilitator menggunakannya karena kegiatan Bimwin hanya diberikan pada sebagian peserta sesuai dana dan jatah kabupaten. Ice breaking ini awalnya bertujuan untuk mencairkan suasana agar peserta lebih rileks dan fokus menyerap materi bimbingan perkawinan.
Seiring waktu, penyuluh menemukan bahwa tepuk ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga efektif menyampaikan pesan mendasar tentang rumah tangga sakinah. Dengan cara ini, peserta bisa lebih mudah mengingat nilai-nilai penting yang diajarkan selama Bimwin.
Viral di Media Sosial
Popularitas Tepuk Sakinah melonjak ketika KUA Wongsorejo mengunggah videonya di TikTok. Dalam video tersebut, Luluk Atin memimpin peserta melakukan tepuk sambil menyebut lima pilar keluarga sakinah. Gayanya yang enerjik dan ramah membuat tepukan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga media edukasi yang efektif.
Sejak viral, hampir seluruh KUA mulai mengadopsi metode ini. Ice breaking ini tidak hanya menyegarkan suasana, tetapi juga membantu peserta menginternalisasi lima pilar keluarga sakinah secara menyenangkan.
Lima Pilar Keluarga Sakinah dalam Tepuk Sakinah
1. Zawaj (Berpasangan)
Pilar pertama mengajarkan pentingnya memiliki pasangan yang sah sebagai awal membangun rumah tangga. Pesan ini menekankan bahwa hubungan rumah tangga dibangun atas dasar kesepakatan yang jelas dan komitmen bersama, bukan sekadar perasaan sesaat.
2. Mitsaqon Gholidhoh (Janji Kokoh)
Pilar kedua menekankan komitmen dan janji yang kuat antara pasangan. Janji ini menjadi fondasi rumah tangga agar tetap kokoh menghadapi ujian dan tantangan kehidupan sehari-hari.
3. Mu’asyarih Bil Ma’ruf (Saling Cinta, Hormat, Jaga)
Pilar ketiga mengajarkan pentingnya saling menghargai, menjaga, dan mencintai pasangan dengan cara yang baik. Pilar ini mengingatkan bahwa cinta tidak hanya berupa perasaan, tapi juga tindakan nyata dalam keseharian.
4. Musyawarah
Pilar keempat mengajarkan pentingnya berdiskusi dan mengambil keputusan bersama. Dengan musyawarah, setiap pasangan belajar menghargai pendapat satu sama lain, menumbuhkan tanggung jawab, dan memperkuat kebersamaan dalam keluarga.
5. Saling Ridlo
Pilar terakhir menekankan sikap saling ridho dan menerima pasangan. Dengan ridho, pasangan mampu menumbuhkan keharmonisan dan ketenangan batin dalam rumah tangga, sehingga tercipta keluarga yang tentram dan berkah.
Dampak Tepuk Sakinah bagi Peserta Bimwin
Bagi peserta, Tepuk Sakinah bukan hanya sekadar tepukan tangan. Banyak yang awalnya skeptis, akhirnya merasa senang, rileks, dan lebih fokus menyerap materi Bimwin. Ice breaking ini juga membantu fasilitator menyampaikan materi dengan lebih efektif. Peserta yang awalnya kaku atau cepat bosan bisa lebih aktif dan antusias.
Lebih dari Sekadar Ice Breaking
Kini Tepuk Sakinah bukan sekadar hiburan atau ice breaking. Ia menjadi simbol pembelajaran interaktif dalam bimbingan perkawinan, sekaligus pengingat bahwa membangun rumah tangga yang harmonis memerlukan fondasi kuat, komunikasi efektif, cinta, komitmen, dan ridha satu sama lain.
Viralnya Tepuk Sakinah membuktikan bahwa pendidikan perkawinan bisa dikemas kreatif, menyenangkan, tapi tetap sarat makna. Jadi, ketika melihat video Tepuk Sakinah, jangan hanya ikut tepuk tangan seru pahami juga makna di balik setiap gerakan. Rumah tangga sakinah memang dibangun dari fondasi yang kokoh, komunikasi yang baik, dan cinta yang tulus.



