TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di IndonesiaLagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia

Bukan Sekadar Band Underground, Morfem Punya Alasan Musiknya Tetap Didengar Generasi Baru

a
Selasa, 1 Sep 20261 Sep 2026
Bukan Sekadar Band Underground, Morfem Punya Alasan Musiknya Tetap Didengar Generasi Baru
Morfem tampil dengan energi rock alternatif yang khas dan mengajak penonton larut dalam suasana gigs. Sumber: Instagram @Morfem_bandFoto: arya yudhistira / Zetizen Media

Zetizen.com - Di tengah musik yang silih berganti muncul di playlist anak muda, Morfem punya cara sendiri untuk tetap terdengar relevan. Band rock alternatif asal Jakarta ini menawarkan gitar yang bising, energi punk yang mentah, serta lirik berbahasa Indonesia yang dekat dengan kegelisahan, hubungan antarmanusia, hingga kehidupan anak muda.

Buat kamu yang baru mengenal musik Morfem, band ini berdiri sejak 2009 dan diperkuat Jimi Multhazam sebagai vokalis, Pandu Fuzztoni pada gitar, Freddie A Warnerin di drum, serta Yusak Anugerah pada bass. Karakter musik mereka bergerak di sekitar alternative rock, indie rock, fuzz rock, dan punk dengan permainan gitar yang menjadi salah satu identitas utamanya.

Morfem dan Energi Musik yang Dekat dengan Anak Muda

Ada sesuatu yang menarik dari musik Morfem. Mereka tidak terdengar seperti band yang berusaha mengejar tren, tetapi justru mempertahankan karakter yang sejak awal membuat musiknya mudah dikenali.

Lagu-lagu Morfem banyak berbicara tentang pengalaman manusia dengan bahasa yang lugas dan tidak terlalu jauh dari kehidupan sehari-hari. Spotify menggambarkan tema lirik mereka sebagai sesuatu yang bergerak dari kehidupan sosial, kemarahan, keterpanaan hingga kegugupan, kemudian dibungkus dengan suara gitar yang bising.

Karakter tersebut membuat Morfem cukup mudah diterima oleh pendengar muda yang mencari musik dengan identitas kuat. Musik mereka tidak hanya menawarkan melodi, tetapi juga suasana dan sikap.

Dari Skena Underground ke Playlist Generasi Baru

Perjalanan Morfem tidak bisa dilepaskan dari kultur gig dan musik independen Jakarta. Sejak awal kemunculannya, band ini tumbuh dari lingkungan musik yang akrab dengan panggung kecil, komunitas, dan pertemuan antarmusisi.

Morfem sendiri mencatat penampilan awal mereka pada 2009. Album perdana berjudul Indonesia kemudian dirilis pada 13 Januari 2011, menandai langkah penting band ini dalam memperkenalkan identitas musiknya kepada pendengar yang lebih luas.

Dari sana, perjalanan Morfem terus berkembang. Mereka menghasilkan sejumlah rilisan seperti SneakerFuzz, Dramaturgi Underground, Binar Wajah Sebaya, hingga album Seketika Sekarang Juga yang tercatat dirilis pada 2024 di Spotify.

Menariknya, katalog tersebut masih menemukan pendengar baru. Di Spotify, Morfem tercatat memiliki lebih dari 500 ribu pendengar bulanan, menunjukkan bahwa musik mereka masih memiliki daya tarik di era streaming.

Lagu Morfem yang Bisa Jadi Pintu Masuk untuk Anak Muda

Kalau baru ingin masuk ke dunia Morfem, beberapa lagu bisa menjadi titik awal yang menarik. Megah Diterima, Binar Wajah Sebaya, Jungkir Balik, Rayakan Pemenang, Senjakala Cerita, dan Di Sini Saja (Jangan Kemana-mana) termasuk lagu yang tercatat menonjol dalam katalog dan kanal resmi Morfem.

Jungkir Balik, misalnya, membawa cerita sederhana tentang pertemuan dengan pasangan yang kemudian berujung pada pengalaman bersama di gigs underground. Ada stage diving, sing-along, dan atmosfer malam minggu yang terasa sangat dekat dengan budaya nongkrong serta skena musik alternatif.

Sementara itu, Roman Underground juga memperlihatkan bagaimana Morfem dapat menggabungkan cerita romantis dengan kehidupan gigs. Lagu tersebut menggambarkan pengalaman pergi bersama pujaan hati hingga akhirnya larut dalam suasana pertunjukan underground.

Kenapa Morfem Masih Menarik untuk Generasi Sekarang?

Jimi Multhazam menjadi salah satu sosok penting di balik karakter musik Morfem yang kuat. Sumber: @Instagram @Morfem_band

Jawabannya ada pada kombinasi antara musik dan pengalaman. Morfem bukan hanya menawarkan lagu untuk didengarkan menggunakan earphone, tetapi juga musik yang terasa cocok untuk dibawa ke ruang pertunjukan.

Hal tersebut terlihat ketika Morfem tampil di Magnumotion Loud Fest 2026 di Sentul Otopark, Bogor, pada 22 Agustus 2026. Mereka membawakan sejumlah lagu seperti Megah Diterima, Planet Berbeda, Onar, Senjakala Cerita, Jungkir Balik, Kuning, hingga Rayakan Pemenang. Penonton juga diajak merapat ke area moshpit, memperlihatkan bagaimana energi musik Morfem tetap bekerja kuat di panggung festival.

Momen seperti itu menjadi pengingat bahwa musik alternatif tidak selalu harus mengikuti formula yang sedang populer. Ada pendengar yang justru datang karena ingin merasakan suara gitar yang keras, lirik yang dekat, dan atmosfer konser yang lebih liar.

Jimi Multhazam dan Karakter yang Membuat Morfem Berbeda

Sosok Jimi Multhazam juga menjadi bagian penting dari identitas Morfem. Jimi dikenal sebagai vokalis sekaligus penulis lirik dan lagu, selain kiprahnya bersama The Upstairs dan proyek solonya sebagai Jimi Jazz. Ia juga merupakan seorang perupa yang aktif berkarya di dunia seni rupa.

Latar belakang tersebut ikut memberi warna pada cara Morfem membangun identitas. Ada perpaduan antara musik, visual, lirik, dan kultur underground yang membuat Morfem tidak mudah dipisahkan dari karakter personal para personelnya.

Bahkan ketika membawakan lagu milik musisi lain, mereka tetap memperhatikan etika bermusik. Saat Morfem mengaransemen ulang lagu Kuning milik Rumah Sakit, Jimi Multhazam menyampaikan bahwa dirinya meminta izin kepada pencipta lagu sebelum membawakannya.

Morfem Bukan Sekadar Nostalgia

Mendengarkan Morfem hari ini bukan sekadar membuka kembali musik dari masa lalu. Kehadiran mereka di berbagai panggung pada 2026 menunjukkan bahwa band ini masih aktif dan mampu menjangkau pendengar dari berbagai generasi.

Justru di tengah kebiasaan mendengarkan musik melalui algoritma, Morfem menawarkan sesuatu yang tidak mudah digantikan. Ada karakter, cerita, kebisingan, dan energi panggung yang membuat musik mereka terasa lebih personal bagi pendengarnya.

Bagi anak muda yang ingin mengenal musik alternatif Indonesia, Morfem bisa menjadi salah satu pintu masuk yang menarik. Mulai dari Jungkir Balik, Binar Wajah Sebaya, atau lagu-lagu lain dalam katalog mereka, pendengar bisa menemukan bagaimana sebuah band yang tumbuh dari skena underground tetap mampu bertahan dan menemukan ruang baru.

Pada akhirnya, kekuatan Morfem bukan hanya terletak pada suara gitar yang keras atau lirik yang penuh keresahan. Mereka menjadi bukti bahwa musik dengan identitas kuat tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman. Simak terus informasi musik terbaru dan perkembangan skena independen Indonesia hanya di Zetizen.

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →