TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di IndonesiaLagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia

Dari Karang Taruna ke Panggung Nasional, Perjalanan Musik The Jeblogs yang Menarik Disimak

a
Minggu, 30 Agu 202630 Agu 2026
Dari Karang Taruna ke Panggung Nasional, Perjalanan Musik The Jeblogs yang Menarik Disimak
Personel The Jeblogs saat membawakan musik rock dengan energi khas mereka di atas panggung. Foto: arya yudhistira / Zetizen Media

Zetizen.com - Ada alasan kenapa nama The Jeblogs semakin mudah ditemukan oleh pendengar musik independen Indonesia. Band asal Klaten, Jawa Tengah, ini tidak hanya menawarkan dentuman rock yang agresif, tetapi juga membawa cerita tentang keresahan, kehidupan, dan pengalaman anak muda yang terasa dekat dengan pendengarnya. Saat ini, The Jeblogs tercatat memiliki 1 Juta pendengar bulanan di Spotify.

Perjalanan tersebut tentu tidak terjadi dalam semalam. The Jeblogs berawal dari lingkungan yang jauh dari kesan glamor industri musik, yakni perkumpulan Karang Taruna Galur Manggala di Desa Jeblog, Klaten. Dari aktivitas anak muda di tingkat desa, mereka kemudian berkembang menjadi salah satu nama yang cukup diperhitungkan dalam skena musik rock independen Indonesia.

The Jeblogs Berawal dari Karang Taruna di Klaten

Nama The Jeblogs diambil dari Desa Jeblog, tempat sejumlah personelnya berasal. Band ini mulai terbentuk pada 2016 menurut profil resmi mereka, sementara kisah awal perkumpulan para personelnya telah berlangsung sejak masa aktivitas Karang Taruna Galur Manggala.

Formasi yang tercantum dalam profil resmi The Jeblogs terdiri dari Amir M sebagai vokalis, Valentino Mahoni dan Febrianto Prima pada gitar, Dani Ardian sebagai drummer, serta Ryan Ramadhan pada bass. Kelima personel tersebut membangun karakter musik yang bergerak dalam spektrum rock yang cukup luas dengan kehidupan orang muda sebagai benang merahnya.

Dari titik awal tersebut, mereka perlahan membawa musiknya keluar dari Klaten. Panggung festival dan pertunjukan di berbagai kota kemudian menjadi bagian dari perjalanan The Jeblogs hingga nama mereka semakin dikenal di kalangan penikmat musik independen.

Musik The Jeblogs Punya Energi Rock yang Liar

Kalau baru pertama kali mendengar The Jeblogs, karakter musik mereka terasa cukup mudah dikenali. Dalam wawancara dengan Leluasa, The Jeblogs pernah menggambarkan musik mereka sebagai rock yang membentang dari punk, garage hingga alternatif. Mereka juga menyebut Ramones, Nirvana, dan The Strokes sebagai sejumlah pengaruh musik.

Karakter tersebut kemudian bertemu dengan gaya penulisan lirik yang dekat dengan pengalaman sehari-hari. RRI menggambarkan musik The Jeblogs sebagai musik yang mentah, penuh energi, dan membawa cerita tentang kegelisahan anak muda tanpa banyak lapisan. Pendekatan itu membuat lagu-lagunya terasa seperti percakapan langsung dengan pendengar.

Bagi pendengar, kekuatan The Jeblogs bukan hanya terletak pada suara gitar atau tempo yang menghentak. Ada pengalaman emosional yang ikut dibawa dalam lagu, sehingga musik mereka bisa terasa relevan ketika didengarkan dalam perjalanan, saat berkumpul bersama teman, maupun ketika seseorang sedang berhadapan dengan kegelisahan personal.

Perjalanan Musik The Jeblogs dari “Berantakan” hingga “Sambutlah”

The Jeblogs mulai memperkenalkan karya melalui single “Berantakan” pada 2016. Dua tahun kemudian, mereka merilis mini album bertajuk The Jeblogs pada 2018. Setelah itu, perjalanan mereka berlanjut melalui beberapa single seperti “Bonjour” pada 2020 dan “Atas Nama” pada 2022.

Tahun 2023 menjadi salah satu periode penting karena The Jeblogs menghadirkan single “Bersandarlah” sekaligus album Sambutlah. Album tersebut berisi sejumlah lagu seperti “Menari Resah”, “Pulang”, “Sambutlah”, “Lautan Api”, “Sebat Dulu”, “Ode Para Sisifus”, dan “Track 8”.

“Sambutlah” memperlihatkan ruang eksplorasi The Jeblogs yang tidak terpaku pada satu bentuk rock saja. Lagu-lagunya bergerak dengan warna yang beragam, tetapi tetap mempertahankan benang merah berupa cerita dan kegelisahan yang dekat dengan kehidupan manusia muda.

Setelah album tersebut, The Jeblogs kembali mencuri perhatian melalui “Sekian, Terima Kasih”, single kolaborasi bersama Lealona yang dirilis pada 2025. Lagu tersebut juga tercatat sebagai rilisan terbaru The Jeblogs di Apple Music.

Kenapa The Jeblogs Menarik Perhatian Pendengar Baru?

The Jeblogs terus memperluas pendengarnya melalui panggung musik dan platform streaming. Sumber : Instagram thejeblogs

Salah satu daya tarik The Jeblogs adalah cerita di balik perjalanan mereka. Band ini tidak lahir dari panggung industri besar, melainkan dari lingkungan anak muda di sebuah desa di Klaten. Dari sana, mereka membangun karya, tampil di berbagai panggung, dan perlahan menemukan pendengar yang lebih luas.

Popularitas mereka di layanan streaming juga menunjukkan perkembangan tersebut. Spotify saat ini mencatat The Jeblogs memiliki lebih dari 1 Juta pendengar bulanan, sementara katalog mereka terus ditemukan melalui berbagai playlist dan rekomendasi musik.

Menariknya, perkembangan digital itu tidak menghapus identitas awal mereka. Justru cerita tentang kehidupan sehari-hari, keresahan, dan hubungan antarmanusia tetap menjadi bagian penting dari musik The Jeblogs.

Lagu The Jeblogs yang Layak Masuk Playlist

Bagi yang baru ingin mengenal The Jeblogs, ada beberapa lagu yang bisa menjadi pintu masuk. “Bersandarlah” cocok untuk mengenali sisi emosional mereka, sementara “Menari Resah”, “Pulang”, dan “Sambutlah” bisa memperlihatkan karakter mereka dalam album Sambutlah.

Pendengar yang menyukai sisi rock yang lebih berenergi juga bisa menjajal “Sebat Dulu” dan “Lautan Api”. Sementara itu, “Ode Para Sisifus” menawarkan pendekatan lirik yang lebih reflektif dalam durasi yang relatif singkat.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa musik The Jeblogs tetap menarik untuk dikenali oleh pendengar baru. Di balik energi rock yang mereka bawa, terdapat cerita tentang kehidupan, keresahan, dan pengalaman yang membuat lagu-lagu mereka terasa dekat.

Perjalanan The Jeblogs dari Klaten hingga dikenal lebih luas menunjukkan bahwa musik independen memiliki ruang untuk terus berkembang. Dengan karakter yang kuat dan cerita yang tetap dipertahankan, The Jeblogs membuktikan bahwa sebuah karya tidak hanya bertahan karena suara yang unik, tetapi juga karena mampu terhubung dengan pendengarnya.

Simak terus artikel musik terbaru di Zetizen untuk mengikuti perjalanan menarik musisi Indonesia lainnya.

Topik Terkait / Tags

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →