Zetizen.com - Penyanyi Bernadya kembali menghadirkan lagu dengan cerita yang dekat dengan perasaan banyak orang melalui “Rabun Jauh”. Single ini resmi dirilis pada 13 April 2026 dan menjadi salah satu karya yang mengiringi perjalanan menuju album keduanya. Lagu tersebut ditulis Bernadya bersama Rendy Pandugo dan Mohammed Kamga.
Berbeda dari lagu patah hati yang langsung menggambarkan perpisahan, “Rabun Jauh” menggunakan konsep penglihatan sebagai cara untuk bercerita tentang seseorang yang masih berharap bertemu dengan sosok yang dirindukannya. Dari atas panggung, ia mencoba mencari satu orang di antara kerumunan, meski pada akhirnya harapan tersebut tidak menemukan jawaban.
Lirik Lagu “Rabun Jauh”
Rabun jauh dari dulu
Tapi tak pernah mengganggu
Malah itu yang kubutuh
Sedikit kurangi demam panggung
Namun khusus kota itu
Kupakai kacamataku
Sambil terus bersenandung
Terus mencari dari jauh
Berharap kau ada berdiri di situ
Di salah satu panggungku di kotamu
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
S'moga tiba tepat waktu
Sebelum lagu ketujuh
Yang satu ini untukmu
Kutulis agar kau tahu
Bahwa tiada lagi yang lebih kutunggu
Dari tatap banggamu untukku
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Kau datang menyamar pun masih bisa kutemukan
Tanpa melihat kutahu kau ada
Kedip radarku pasti 'kan menyala
Sayangnya kali ini ia diam
“Rabun Jauh” Jadi Metafora Rasa Rindu
Sesuai judulnya, rabun jauh pada lagu ini memang berkaitan dengan kondisi penglihatan. Namun, maknanya berkembang menjadi metafora tentang bagaimana seseorang terkadang memilih untuk tidak melihat kenyataan secara jelas.
Tokoh dalam lagu digambarkan sebagai seorang penyanyi yang terbiasa dengan kondisi rabun jauhnya. Bahkan, keterbatasan tersebut justru dianggap membantu mengurangi rasa gugup ketika berada di atas panggung. Namun, ketika tampil di kota tertentu, ia memilih menggunakan kacamata karena memiliki tujuan lain, yaitu mencari seseorang yang sangat dirindukan.
Pilihan untuk menggunakan kacamata dapat dimaknai sebagai keberanian untuk melihat lebih jelas. Jika sebelumnya ia bisa merasa nyaman dengan pandangan yang tidak terlalu jelas, kali ini ia justru ingin memastikan apakah sosok yang ditunggu benar-benar berada di antara penonton.
Mencari Satu Sosok di Tengah Keramaian
Salah satu daya tarik “Rabun Jauh” terletak pada situasi yang sederhana tetapi emosional. Tokoh dalam lagu berada di tengah lautan manusia, tetapi perhatiannya hanya tertuju pada satu orang.
Ia berharap sosok tersebut datang ke pertunjukannya dan masih memberikan tatapan yang sama seperti sebelumnya. Harapan itu bukan hanya tentang kehadiran seseorang, tetapi juga tentang keinginan untuk mendapatkan pengakuan dan rasa bangga dari orang yang dianggap penting.
Di sinilah lagu terasa semakin personal. Sebuah panggung yang seharusnya dipenuhi sorakan banyak orang justru terasa belum lengkap karena satu sosok yang diharapkan tidak kunjung terlihat.
Saat Harapan Akhirnya Berhadapan dengan Kenyataan
Bagian akhir menjadi titik paling getir dari “Rabun Jauh”. Tokoh dalam lagu percaya bahwa dirinya akan tetap bisa mengenali orang tersebut bahkan tanpa melihat dengan sempurna. Ia memiliki semacam “radar” yang diyakini akan menangkap kehadiran sosok itu.
Namun, radar tersebut justru tidak memberikan tanda apa pun. Metafora ini menggambarkan kenyataan bahwa orang yang ditunggu ternyata tidak hadir. Harapan yang sejak awal dibangun perlahan berubah menjadi kekecewaan.
Bernadya juga menjelaskan bahwa lagu ini berkaitan dengan pilihan untuk melihat atau tidak melihat kenyataan. Terkadang seseorang sengaja menghindari kenyataan agar perasaan terasa lebih ringan. Namun, ada saat ketika seseorang harus memilih untuk melihat dengan jelas dan menerima kenyataan, meskipun hasilnya menyakitkan.
Makna “Rabun Jauh” yang Relate dengan Banyak Orang
Kekuatan lagu ini ada pada cara Bernadya mengemas rasa rindu melalui gambaran yang sederhana. Tidak harus selalu tentang hubungan yang dramatis, perasaan dalam lagu ini bisa dirasakan oleh siapa saja yang pernah menunggu seseorang, berharap bertemu, atau diam-diam mencari sosok tertentu di tengah keramaian.
“Rabun Jauh” pada akhirnya bukan hanya tentang seseorang yang memiliki keterbatasan penglihatan. Lagu ini berbicara tentang bagaimana rasa rindu terkadang membuat seseorang terus mencari, bahkan ketika sebagian dirinya mungkin sudah mengetahui bahwa orang tersebut tidak akan datang.
Lagu ini juga menunjukkan bahwa melihat kenyataan tidak selalu berarti mendapatkan jawaban yang diinginkan. Ada kalanya seseorang sudah berusaha melihat lebih jelas, tetapi tetap harus menerima bahwa sosok yang ditunggu memang tidak berada di sana.
Melalui “Rabun Jauh”, Bernadya berhasil mengubah pengalaman sederhana tentang menunggu menjadi cerita emosional yang terasa dekat. Metafora penglihatan membuat lagu ini tidak hanya berbicara tentang rindu, tetapi juga tentang keberanian menghadapi kenyataan setelah terlalu lama mempertahankan harapan.
Pada akhirnya, “Rabun Jauh” bukan hanya lagu tentang seseorang yang masih menunggu, tetapi juga tentang proses menerima kenyataan ketika harapan tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Simak terus artikel musik terbaru di Zetizen untuk mengetahui cerita, lirik, dan makna lagu lainnya, serta jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman yang ingin memahami sisi lain dari musik favorit mereka.



