TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di IndonesiaLagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia

5 Band Asal Bandung yang Lagi Naik di Kalangan Anak Muda, dari Alkateri hingga 510

r
Jumat, 17 Jul 202617 Jul 2026
5 Band Asal Bandung yang Lagi Naik di Kalangan Anak Muda, dari Alkateri hingga 510
Personel Band The Panturas. Sumber: Instagram @thepanturas.Foto: reno oktabrian ramadhan / Zetizen Media

Zetizen.com - Bandung kembali membuktikan diri sebagai salah satu kota yang paling produktif melahirkan musisi baru di Indonesia. Selain dikenal sebagai rumah bagi band-band legendaris, Kota Kembang juga terus menghadirkan generasi baru yang sukses menarik perhatian anak muda lewat karya orisinal, karakter musik yang kuat, hingga penampilan di berbagai festival musik.

Perkembangan platform streaming seperti Spotify dan media sosial membuat semakin banyak band asal Bandung dikenal oleh pendengar yang lebih luas. Tidak sedikit pula yang berhasil tampil di panggung internasional dan membangun basis penggemar di luar Indonesia.

Berikut lima berikut menjadi contoh bagaimana skena musik Bandung terus berkembang. Masing-masing hadir dengan warna musik yang berbeda, mulai dari indie alternatif, surf rock, punk, emo, hingga rock modern, sehingga mampu menjangkau pendengar dengan selera musik yang beragam.

1. Alkateri

Personel Alkateri, Band Indie-Pop Shoegaze. Sumber: Instagram @alkateri 

Nama Alkateri menjadi salah satu pendatang baru yang mulai banyak diperbincangkan dalam skena musik independen Indonesia. Band indie alternatif asal Bandung ini terbentuk pada 2021 dan digawangi Fauzan Ghifari, Rifqi Maulana, Galuh Ilham, Reza Zulmi, Hadiyan Fazari, serta Felmy Herdianto. Nama "Alkateri" sendiri diambil dari Jalan Alkateri di Kota Bandung yang memiliki makna khusus bagi para personelnya.

Perjalanan Alkateri semakin mendapat perhatian setelah merilis album debut Kontemplasi pada 2024 yang berisi delapan lagu bertema romansa, pendewasaan, dan refleksi kehidupan. Band ini juga memiliki cerita unik karena beberapa personelnya pernah bekerja sebagai kru panggung sebelum akhirnya membentuk band sendiri. Kini Alkateri memiliki sekitar 261 ribu pendengar bulanan di Spotify, menunjukkan karya mereka mulai diterima luas oleh pendengar muda.

2. The Panturas

Personel The Panturas, Band Genre Surf Rock. Sumber: Instagram @thepanturas 

Jika berbicara tentang surf rock Indonesia, nama The Panturas hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Band asal Jatinangor yang terbentuk pada 2016 ini beranggotakan Abyan Nabilio, Rizal Taufikurrohman, Bagus Patria, dan Surya Fikri. Dengan karakter musik yang terinspirasi budaya pantai serta visual bergaya retro, The Panturas memiliki identitas yang mudah dikenali.

Perjalanan mereka berkembang pesat melalui album seperti Mabuk Laut, Ombak Banyu Asmara, hingga Galura Tropikalia. Lagu-lagu seperti Sunshine, Gelora, dan Tafsir Mistik telah mengumpulkan puluhan juta stream di Spotify, sementara jumlah pendengar bulanan mereka mendekati satu juta akun. Pada 2025 mereka sukses menggelar Tur Asia dan tampil di Fuji Rock Festival Jepang. Untuk merayakan satu dekade berkarya, The Panturas juga dijadwalkan menggelar California Tour 2026, membuktikan bahwa musik asal Bandung mampu menembus pasar internasional.


3. Dongker

Personel Dongker, Band Genre Punk Rock. Sumber: Instagram @baladagehel

Dongker berhasil membuktikan bahwa musik punk masih memiliki tempat di kalangan generasi muda. Band yang dibentuk oleh mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menggabungkan musik punk dengan lirik yang mengangkat berbagai isu sosial, mulai dari kehidupan masyarakat perkotaan hingga persoalan penggusuran.

Karakter tersebut membuat Dongker memiliki identitas yang berbeda dibanding banyak band punk lainnya. Lagu Disarankan di Bandung menjadi karya paling populer mereka dengan lebih dari 100 juta stream di Spotify, sementara jumlah pendengar bulanan mencapai sekitar 4,3 juta akun. Selain musik yang energik, Dongker juga dikenal lewat penampilan panggung yang khas dan konsisten mempertahankan semangat punk sebagai bagian dari identitas mereka.


4. For Revenge

For Revenge mengabadikan momen bersama ribuan penonton usai tampil di atas panggung. Sumber: Instagram @forrevengeofficial.  

Berkat lagu-lagu bertema patah hati, For Revenge menjelma menjadi salah satu band Indonesia dengan basis pendengar digital terbesar saat ini. Band asal Bandung yang terbentuk pada 2006 ini beranggotakan Boniex Noer, Arief Ismail, Izha Muhammad, dan Archims Pribadi. Meski telah berkarya sejak pertengahan 2000-an, popularitas mereka justru meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir berkat platform streaming.

Lagu Serana menjadi salah satu karya yang paling banyak didengarkan dengan lebih dari 800 juta stream di Spotify, disusul Penyangkalan dan Jakarta Hari Ini yang juga mencatat ratusan juta pendengar. Saat ini For Revenge memiliki sekitar 12,4 juta pendengar bulanan di Spotify, menjadikannya salah satu band Indonesia dengan basis pendengar digital terbesar. Tema lagu yang banyak membahas patah hati, kehilangan, dan proses menerima keadaan membuat karya mereka terasa dekat dengan pengalaman generasi muda.


5. 510

Band 510 bersama Widi Vierratale Sumber: Instagram @510.gang. 

Di tengah dominasi musik pop dan indie, 510 tetap konsisten membawa warna rock modern dari Bandung. Band ini beranggotakan Faizal Permana, Pras Goldinantara, dan Winaldy Senna. Sebelum membentuk 510, sebagian personelnya dikenal sebagai pendiri sekaligus anggota SLAP IT OUT sebelum kembali aktif pada 2021 dengan formasi baru.

510 membuka babak baru melalui perilisan lagu Alive, kemudian disusul Collapsed, sebelum akhirnya merilis album perdana Origin pada 2023 yang berisi 11 lagu. Album tersebut mengangkat berbagai isu seperti kerusakan lingkungan, konflik manusia, hingga kondisi sosial. Di Spotify, 510 memiliki sekitar 392 ribu pendengar bulanan, sementara lagu Esa, Mama, dan Sorry telah meraih jutaan stream. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa musik rock asal Bandung masih memiliki tempat di hati pendengar muda.

Bandung Terus Melahirkan Band dengan Karakter Berbeda

Keberhasilan Alkateri, The Panturas, Dongker, For Revenge, dan 510 menunjukkan bahwa Bandung masih menjadi salah satu pusat perkembangan musik di Indonesia. Setiap band hadir dengan karakter yang berbeda, mulai dari indie alternatif, surf rock, punk, emo, hingga rock modern, sehingga mampu menjangkau pendengar dengan selera musik yang beragam.

Perkembangan platform streaming dan media sosial juga membuka peluang lebih besar bagi musisi independen untuk dikenal tanpa harus bergantung pada jalur musik konvensional. Dengan terus lahirnya band-band baru berkualitas, Bandung tampaknya masih akan mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kota yang paling berpengaruh dalam perjalanan musik Indonesia. Ayo dengarkan hasil musik karya anak bangsa yang gak kalah menarik!

Topik Terkait / Tags

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →