Zetizen - Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Gusti Irwan Wibowo, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Gustiwiw, meninggal dunia pada Minggu, 15 Juni 2025 dalam usia yang sangat muda, 25 tahun. Musisi, pencipta lagu, produser, dan komedian ini mengembuskan napas terakhir setelah diduga mengalami serangan jantung mendadak saat terjatuh di kamar mandi. Kepergiannya yang mendadak mengagetkan banyak kalangan, mulai dari rekan seprofesi hingga para penggemar yang selama ini mengikuti perjalanan kreatifnya.
Sosok di Balik Nama Gustiwiw
Lahir di Bekasi pada 18 November 1999, Gustiwiw adalah anak dari musisi legendaris era 1980-an, Timur Priyono. Nama ayahnya dikenal lewat karya "Yang Penting Happy" bersama Dapur 61 dan Jamal Mirdad. Sejak kecil, Gustiwiw tumbuh dalam lingkungan seni yang kuat, yang kemudian membentuk kepekaan musikalnya.
Ia menempuh pendidikan musik di SMK Musik Perguruan Cikini dan sempat melanjutkan studi di Program Pendidikan Musik Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Meski pada akhirnya tidak menyelesaikan kuliahnya, dedikasi dan talenta Gustiwiw dalam bermusik tidak diragukan. Ia dikenal sebagai sosok yang tak pernah berhenti berkarya.
Karier dan Karya Musik
Debutnya di dunia musik dimulai pada tahun 2019 lewat lagu “Pertanyaan”. Sejak saat itu, ia terus memproduksi lagu-lagu orisinal yang unik dengan genre yang ia sebut "Endikup" akronim dari "Enak di Kuping", memadukan unsur dangdut, pop, dan melayu dengan pendekatan modern. Gaya musik ini menjadikannya berbeda dan mudah dikenali.
Beberapa karya populernya meliputi:
Diculik Cinta
Icik Icik Bum Bum
Pertanyaan
Hai Kamu
Benalu
Rumah Impian
Cerita Salah Tingkah
Cantikmu Bijaksana
Terpapar Asmara
Lanjutkan Perjuangan Kita
Kenalan Dong
Tanaman Rindu
Dengan Tuhan Pun Begitu
Salah satu karyanya yang paling dikenal adalah "Diculik Cinta", lagu original soundtrack (OST) film GJLS: Ibuku Ibu-ibu yang saat ini masih tayang di bioskop. Lagu ini telah meraih lebih dari 1,6 juta stream di Spotify. Cuitan terakhir Gustiwiw di Twitter/X bahkan masih membahas film ini, menunjukkan dedikasinya hingga akhir hayat.
Kolaborasi dan Karya Lintas Genre
Selama kariernya, Gustiwiw telah berkolaborasi dengan sejumlah musisi papan atas seperti:
Sal Priadi
Nadin Amizah
Ardhito Pramono
Alsa Aqilah
Gia Sabila
Jebung
Ia juga turut memproduseri lagu-lagu untuk film seperti:
“Arah” untuk film Story of Dinda (dinanyikan Ardhito Pramono)
“Rasa-Rasanya” untuk film Keluarga Cemara 2
Tidak hanya itu, ia juga dikenal aktif di media sosial sebagai kreator konten musik dan parodi. Salah satunya yang viral adalah lirik parodi “Innalillahi Aaliyah” dari lagu “She Knows” milik J. Cole. Parodi tersebut mencerminkan selera humornya yang khas dan daya tariknya di kalangan anak muda.
Karier Lain di Dunia Penyiaran dan Podcast
Di luar musik, Gustiwiw sempat aktif sebagai penyiar di stasiun radio populer seperti Gen FM dan JAK 101 FM. Ia juga memandu acara podcast di YouTube bersama Nehru, memperlihatkan kemampuannya dalam merangkai obrolan dengan gaya jenaka namun tetap hangat dan reflektif.
Respon dan Doa dari Rekan Seprofesi
Kepergiannya membawa duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tapi juga komunitas kreatif Indonesia. Ucapan duka membanjiri lini masa media sosial. Komika Rispo, yang juga berperan dalam film GJLS: Ibuku Ibu-ibu, menyampaikan belasungkawa melalui akun pribadinya di Twitter/X:
“Innalillahi wainailaihi rojiun. Saya bersaksi demi Allah, @gustiwiw orang baik, baik banget malah. Semoga tenang dan ditempatkan di tempat terbaik.”
Warisan dan Inspirasi
Meskipun kepergiannya terlalu cepat, Gustiwiw telah meninggalkan jejak yang tidak kecil. Ia bukan hanya musisi berbakat, tapi juga pencipta warna baru dalam industri musik Indonesia. Melalui humor, kreativitas, dan integritas karya, ia menunjukkan bahwa musik tidak harus selalu serius untuk bisa menyentuh hati.
Karyanya mencerminkan semangat muda, orisinalitas, dan keberanian untuk tampil beda. Bagi generasi muda yang ingin meniti karier di dunia musik, Gustiwiw adalah inspirasi bahwa meski perjalanan tidak selalu linear, dedikasi dan keunikan akan selalu menemukan tempat di hati pendengar.



