
Sulit membicarakan La La Land tanpa membahas musiknya. Justin Hurwitz menjadi sosok penting di balik musik dan score film, sementara Benj Pasek dan Justin Paul ikut mengerjakan lirik. Lagu-lagu seperti "Another Day of Sun", "A Lovely Night", dan "City of Stars" kemudian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas film.
"City of Stars" bahkan membawa pulang Oscar untuk Best Original Song pada Academy Awards 2017. Film ini secara keseluruhan mendapatkan enam penghargaan Oscar, termasuk Best Director untuk Damien Chazelle dan Best Actress untuk Emma Stone.
Namun, penghargaan bukan satu-satunya alasan La La Land masih dibicarakan. Film ini berhasil menciptakan pengalaman visual yang sangat kuat dengan perpaduan warna, pencahayaan, koreografi, dan pergerakan kamera yang terasa seperti penghormatan terhadap musikal Hollywood klasik.
Itulah sebabnya adegan dansa Mia dan Sebastian di bawah langit Los Angeles masih mudah dikenali bahkan oleh orang yang belum menonton filmnya secara utuh.
Poster La La Land Akhirnya Mendapat Perubahan Kecil
Perayaan satu dekade La La Land juga membawa kejutan yang cukup menghibur. Lionsgate merilis poster baru dengan satu perubahan kecil pada posisi tangan Ryan Gosling dalam pose ikonik bersama Emma Stone.
Bagi sebagian orang, perubahan tersebut mungkin terlihat sepele. Namun, bagi penggemar La La Land, posisi tangan Gosling memang sudah lama menjadi bahan candaan setelah sang aktor mengungkapkan bahwa pose tersebut justru membuatnya merasa tidak nyaman ketika melihat poster film.
Gosling bahkan pernah menyebutnya sebagai "La La Hand". Kini, setelah satu dekade, detail tersebut akhirnya diperbaiki dalam poster anniversary. Menariknya, pose asli itu tetap ada di film sehingga penggemar masih bisa menemukannya ketika Mia dan Sebastian menari dalam adegan "A Lovely Night".
Kenapa La La Land Masih Layak Ditonton Setelah 10 Tahun?
La La Land bertahan karena ceritanya tidak hanya berbicara tentang hubungan romantis. Film ini juga berbicara tentang ambisi, kegagalan, kompromi, dan keberanian mengejar sesuatu yang mungkin belum tentu berhasil.
Sepuluh tahun setelah dirilis, tema tersebut justru terasa semakin dekat. Kita bisa saja pernah berada di posisi Mia atau Sebastian, ketika harus memilih antara sesuatu yang kita cintai dan sesuatu yang ingin kita capai.
Mungkin itulah alasan akhir La La Land terasa begitu kuat. Film ini tidak memberikan fantasi sederhana bahwa cinta selalu menyelesaikan semuanya. Sebaliknya, La La Land menunjukkan bahwa seseorang bisa sangat berarti dalam perjalanan hidup kita, bahkan ketika akhirnya kita tidak bersama.
La La Land Memasuki Satu Dekade dengan Cara yang Berbeda
Perjalanan La La Land dari film musikal 2016 hingga menjadi salah satu film modern yang paling mudah dikenali menunjukkan bagaimana sebuah karya bisa bertahan melampaui masa tayangnya. Lionsgate sendiri masih menggambarkannya sebagai film yang menggabungkan kisah Mia dan Sebastian dengan impian mereka di Los Angeles.







