
Zetizen.com - Tahun berlalu, tetapi kisah Mia dan Sebastian masih punya cara untuk membuat kita kembali percaya pada cinta, mimpi, dan pilihan hidup. La La Land yang pertama kali dirilis pada 9 Desember 2016 kini memasuki momentum satu dekade dengan penayangan kembali di bioskop mulai Agustus 2026.
Film musikal garapan Damien Chazelle itu bukan sekadar cerita romantis tentang dua orang yang bertemu di Los Angeles. La La Land mempertemukan Emma Stone sebagai Mia dan Ryan Gosling sebagai Sebastian, dua manusia yang sama-sama mengejar impian di dunia seni, tetapi harus menghadapi kenyataan bahwa cinta dan cita-cita tidak selalu berjalan di jalur yang sama.
La La Land 10 Tahun Kembali ke Layar Lebar
Momentum 10 tahun La La Land kali ini terasa semakin spesial karena film tersebut kembali mendapatkan kesempatan untuk dinikmati di layar lebar. Lionsgate mengumumkan perilisan ulang mulai 16 Agustus 2026 melalui Dolby Cinema di AMC Theatres.
Bagi penonton yang sudah pernah menyaksikannya, ini menjadi kesempatan untuk kembali melihat Los Angeles dalam balutan warna-warni khas Chazelle. Sementara bagi generasi yang mengenal film ini melalui potongan adegan dan lagu di media sosial, penayangan ulang tersebut menjadi kesempatan untuk merasakan pengalaman La La Land dalam format bioskop.
Yang menarik, versi anniversary ini hadir dengan dukungan Dolby Vision dan Dolby Atmos. Artinya, permainan warna, cahaya, musik, dan koreografi yang menjadi kekuatan utama film bisa kembali terasa lebih besar ketika disaksikan di layar lebar.
Kisah Mia dan Sebastian Masih Terasa Dekat Setelah Satu Dekade
Pemeran utama di film Lalaland Sumber: Instagram lalalandmovie
La La Land mengikuti perjalanan Mia, seorang aktris yang berusaha mendapatkan kesempatan di Hollywood, dan Sebastian, musisi jazz yang memiliki impian membuka klub musiknya sendiri. Pertemuan mereka berkembang menjadi hubungan romantis, tetapi perjalanan menuju kesuksesan justru membuat keduanya harus menghadapi pilihan yang tidak sederhana.
Di sinilah film tersebut terasa berbeda dari kisah cinta musikal pada umumnya. Penonton tidak hanya diajak menikmati tarian dan lagu, tetapi juga melihat bagaimana sebuah hubungan bisa menjadi bagian penting dari perjalanan seseorang tanpa harus selalu berakhir seperti yang dibayangkan.
Adegan demi adegan membawa kita melewati jalanan Los Angeles, panggung pertunjukan, ruang audisi, hingga tempat-tempat yang kemudian menjadi identitas visual film. Semua terasa seperti sebuah mimpi yang indah, sampai cerita perlahan mengingatkan bahwa kehidupan nyata tidak selalu mengikuti koreografi yang sudah disiapkan.
Dan ketika sampai pada bagian akhir, La La Land meninggalkan satu pertanyaan yang mungkin masih terasa relevan setelah sepuluh tahun. Bagaimana jika seseorang yang paling kita cintai ternyata bukan orang yang akhirnya berjalan bersama kita?
Lagu dan Visual La La Land Tetap Jadi Kekuatan Utama
Adegan romantis Sebastian dan mia Sumber: Instagram lalalandmovie







