
Zetizen - Dalam upaya memerangi kanker serviks yang selama ini mematikan para perempuan di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah penting—tidak hanya memvaksinasi anak perempuan, tetapi juga anak laki‑laki sebelum usia 15 tahun. Kebijakan ini dipandang sebagai strategi komprehensif untuk menghentikan penularan Human Papillomavirus (HPV) melalui hubungan seksual dan mendukung eliminasi penyakit tersebut menuju 2030.
Sejak November 2023, Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks Indonesia 2023–2030 telah menetapkan target ambisius: mencapai cakupan 90% vaksinasi HPV pada anak perempuan hingga 2027, dan menyertakan kelompok laki‑laki pada periode 2028–2030.
Kini, arahan tersebut semakin konkret. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, secara terbuka menyatakan bahwa pelaksanaan imunisasi bagi anak laki‑laki akan dijalankan secara bertahap dalam dua fase, dimulai pada 2023–2027 dan dilanjutkan 2028–2030 .
Vaksinasi akan dilakukan selaras dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), mencakup anak bersekolah maupun yang tidak sekolah formal .

Ilustrasi vaksin HPV. Sumber: iStock
Langkah ini bertujuan mencegah penularan HPV dari laki‑laki ke perempuan. Menurut data 2022 dari International Agency for Research on Cancer, terdapat sekitar 408.000 kasus kanker di Indonesia, di mana 242.000 orang meninggal, dan kanker serviks menjadi penyebab utama kematian perempuan .
Setiap hari, diperkirakan 56 perempuan meninggal akibat infeksi HPV yang berkembang menjadi kanker serviks. HPV juga dapat menginfeksi laki‑laki, menimbulkan kutil genital dan meningkatkan risiko kanker anus, penis, serta tenggorokan (orofaring) .
Mengapa anak laki‑laki? Pemikiran ini berakar pada mekanisme herd immunity dan pencegahan primer, yaitu menghentikan penularan dari sumbernya. Dr. Nadia menegaskan bahwa vaksinasi pada anak laki-laki akan menciptakan perlindungan menyeluruh, karena virus tidak lagi mudah berpindah dari satu individu ke individu lain melalui hubungan seksual .
Upaya ini selaras dengan rekomendasi global dari WHO, yang menargetkan 90% vaksinasi kelompok usia 9–14 tahun (termasuk anak laki‑laki) untuk memaksimalkan efektivitas program immunisasi HPV . Sejak 2023, 144 negara sudah mengadopsi imunisasi HPV untuk anak perempuan, dan sebanyak 47 negara telah memasukkan anak laki‑laki dalam program nasionalnya .
Indonesia sejatinya sudah menjalankan program percontohan sejak 2017, dengan cakupan vaksinasi HPV mencapai 90% di sejumlah kabupaten. Kemenkes bersama mitra seperti WHO, UNICEF, GAVI, dan UNFPA terus memperkuat ekspansi nasional sejak 2023 hingga kini .
Pelaksanaan vaksinasi pertama direncanakan untuk siswa kelas 5 SD (11–12 tahun), sementara vaksinasi kejar akan menyasar mereka yang belum divaksin hingga usia 15 tahun. Model pelaksanaannya melibatkan koordinasi lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, dinas sosial, hingga lembaga kemasyarakatan untuk menjaring anak di luar sistem pendidikan formal.
Dengan dua fase yang dijalankan dalam rentang waktu tujuh tahun, Kemenkes berharap cakupan vaksinasi tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga merata secara geografis. Target 90% anak laki dan perempuan sebelum usia 15 tahun tercapai tepat waktu, menjadi fondasi pencapaian target 75% skrining DNA HPV pada perempuan usia 30–69 tahun dan pemberian pengobatan ke 90% perempuan yang terdeteksi lesi atau kanker invansif .
Tentu, tantangannya tidak ringan. Diperlukan suplai vaksin cukup, distribusi logistik unggul, tenaga kesehatan terlatih, serta kampanye publik agar kesalahpahaman terkait vaksin HPV, perti mitos tentang efek samping atau stigma seksual, dapat diminimalisir .
Langkah pemerintah memperluas imunisasi HPV pada anak laki‑laki bukan hanya soal memperkuat pertahanan dari kanker serviks. Ini juga simbol pergeseran paradigma kesehatan: menuju pencegahan yang inklusif, berbasis data, dan berpihak pada generasi masa depan. Dengan sinergi program yang matang, semoga satu dekade ke depan, generasi muda tanah air terbebas dari bayang‑bayang HPV — bukan hanya untuk mereka, tetapi untuk seluruh bangsa.







