zetizen

Menguak Misteri Sejarah Bunker di Balai Kota Surabaya

Food & Traveling

Bangsa Indonesia sering melakukan perlawanan pada masa pemerintah kolonial Belanda. Pihak Belanda tentu nggak pernah merasa sepenuhnya aman. So, bunker ini jadi salah satu jalur pelarian rahasia buat kaburnya orang-orang penting Belanda apabila terjadi kekacauan. Bunker itu juga disiapkan sebagai antisiapasi kekacauan Perang Dunia II (1939-1945).

 

Berdasarkan kabar yang beredar, lorong bunker berisi jalan bawah tanah yang mengarah ke Gereja Maranatha dan Rumah Walikota. Kedua bangunan itu berada di seberang Balai Kota. Sayangnya, info ini bersifat turun temurun dan sulit dibuktikan, mengingat jalan bawah tanah bunker udah nggak bisa diakses, termakan usia dan nggak aman.

 

Rumah Dinas Walikota Surabaya

 

Gereja Maranatha Surabaya

 

“Dari arah petanya memang mengarah ke sana. Tapi tidak ada yang bisa mengaksesnya, karena sudah tidak memungkinkan.” kata Khoirul, petugas pemandu Bunker Balai Kota Surabaya. Sisa dari jalan rahasia itu sebenarnya masih ada, tapi hanya sekian langkah aja sudah diblokir. Yang pasti, buat melewatinya orang dewasa perlu merunduk sepanjang jalan itu. Yang punya claustrophobic (phobia ruang sempit) nggak bakal sanggup tuh..

 

Jadi Cagar Budaya Sejak Era Bu Risma

Meski punya misteri sejarah yang menarik, ternyata bunker ini sempat terbengkalai. Bahkan sempat cukup lama hanya menjadi gudang penyimpanan benda-benda antik dan penyimpanan beras.

 

“Sebelumnya cuma jadi gudang yang kotor banget. Baru waktu Bu Risma naik, bunker ini diberisihkan dan dijadikan cagar budaya.” sebut Khoirul.

 

Sayangnya nggak mudah buat masuk ke bunker Balai Kota ini. Butuh surat izin tertentu yang ditujukan ke walikota. Selain itu, bisa juga mengunjungi bunker bersama tur-tur budaya yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Contohnya, seperti tur Surabaya Heritage Track yang difasilitasi House of Sampoerna.

 

Halaman: