Zetizen.com - Band asal Korea Selatan, JANNABI, baru saja menyelesaikan rangkaian tur Asia perdana mereka dengan Jakarta sebagai kota penutup. JANNABI tampil di JIEXPO Theatre, Jakarta, pada 23 Agustus 2026 melalui konser bertajuk JANNABI 1st Asia Tour “Sweat & Stardust”. Konser tersebut menjadi momen spesial bagi penggemar Indonesia karena JANNABI akhirnya dapat bertemu langsung dengan JanFans di Tanah Air. Tidak hanya menikmati penampilan dari atas panggung, para penonton juga ikut bernyanyi bersama dalam sejumlah lagu yang sudah lebih dulu dikenal luas.
Antusiasme penonton terlihat dari beberapa tayangan selama konser yang memperlihatkan aksi sing-along di sejumlah lagu JANNABI. Para penggemar terdengar ikut menyanyikan lagu seperti “For Lovers Who Hesitate” dan “Together” bersama Choi Jung Hoon. Momen tersebut menunjukkan betapa dekatnya lagu-lagu JANNABI dengan para pendengar di Indonesia.
JANNABI Berawal dari Tiga Sahabat
JANNABI dibentuk pada 2012 dan resmi melakukan debut pada 2014 melalui single “Rocket”. Grup ini awalnya dibentuk oleh Choi Jung Hoon, Kim Do Hyung, dan Yoo Young Hyun. Mereka kemudian mengembangkan formasi dengan bergabungnya Jang Kyung Joon dan Yoon Kyul.
Nama JANNABI sendiri memiliki arti monyet dalam bahasa Korea kuno. Nama tersebut dipilih karena para anggota awalnya lahir pada 1992, yang merupakan tahun Monyet dalam zodiak Tionghoa.
Sejak awal, JANNABI memiliki konsep yang cukup berbeda. Mereka memperkenalkan diri sebagai “group sound”, istilah yang digunakan dalam skena musik Korea pada era 1960-an dan 1970-an untuk menyebut kelompok musik berbasis band.
Konsep tersebut menjadi bagian dari identitas JANNABI dalam mempertahankan karakter musik yang berorientasi pada permainan instrumen dan kekuatan sebuah grup musik, bukan hanya mengandalkan penampilan individual.
Choi Jung Hoon dan Kim Do Hyung Jadi Anggota Inti
Dalam perjalanannya, JANNABI mengalami beberapa perubahan formasi. Yoo Young Hyun meninggalkan grup pada 2019, sementara drummer Yoon Kyul keluar pada 2021 dan bassist Jang Kyung Joon meninggalkan grup pada 2022.
Saat ini, Choi Jung Hoon dan Kim Do Hyung menjadi dua anggota inti JANNABI. Choi Jung Hoon dikenal sebagai vokalis utama sekaligus memainkan sejumlah instrumen, sedangkan Kim Do Hyung berperan sebagai gitaris dan vokal latar.
Dalam pertunjukan live, keduanya didukung oleh sejumlah musisi sesi untuk mengisi instrumen seperti gitar, bass, drum, keyboard, dan perkusi. Karena itu, sejumlah nama yang pernah menjadi bagian dari formasi JANNABI tidak tepat disebut sebagai anggota aktif saat ini.
Debut dengan “Rocket” pada 2014
JANNABI resmi debut pada 28 April 2014 melalui single “Rocket”. Sebelum mendapatkan perhatian luas, mereka menjalani proses yang cukup panjang dengan tampil di berbagai tempat, termasuk klub musik dan kegiatan busking.
Pada tahun yang sama, JANNABI juga merilis sejumlah karya lain dan EP pertama mereka, See Your Eyes, yang dirilis pada Desember 2014. EP tersebut berisi tujuh lagu dan memperlihatkan karakter awal JANNABI melalui perpaduan indie rock, folk-pop, serta sentuhan blues.
Dua tahun setelah debut, JANNABI melanjutkan perjalanan dengan album studio pertama mereka, Monkey Hotel, yang dirilis pada 2016.
“For Lovers Who Hesitate” Bawa Nama JANNABI Makin Besar
Nama JANNABI semakin dikenal luas setelah merilis album LEGEND pada 2019. Salah satu lagu utama dari album tersebut adalah “For Lovers Who Hesitate” atau “주저하는 연인들을 위해”.
Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu karya paling populer dalam perjalanan JANNABI. Bahkan beberapa tahun setelah dirilis, “For Lovers Who Hesitate” masih menjadi lagu yang banyak didengarkan dan dikenal oleh pendengar musik Korea maupun internasional.
Ketika konser Jakarta diumumkan pada Juli 2026, lagu tersebut masih tercatat di Melon Top 100. Berdasarkan data Spotify per hari ini, “For Lovers Who Hesitate” juga telah mencapai sekitar 66,7 juta streaming.
Popularitas lagu ini membuat “For Lovers Who Hesitate” menjadi salah satu karya yang paling dinantikan ketika JANNABI tampil di berbagai panggung.
Punya Karakter Musik yang Khas
Salah satu hal yang membuat JANNABI mudah dikenali adalah karakter musiknya. Mereka banyak menggabungkan pengaruh indie rock dengan elemen folk, pop, dan warna musik dari era sebelumnya.
Lagu-lagu JANNABI juga sering mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan manusia, seperti cinta, masa muda, hubungan, kenangan, pertumbuhan, hingga berbagai perasaan yang muncul dalam perjalanan hidup.
Karakter tersebut membuat musik JANNABI terasa personal. Pendengar tidak hanya menikmati melodi dan aransemen, tetapi juga dapat menemukan cerita atau emosi yang terasa dekat dengan pengalaman mereka sendiri.
Kemampuan membangun hubungan dengan penonton juga menjadi salah satu kekuatan JANNABI ketika tampil secara langsung. Penampilan mereka kerap melibatkan partisipasi penonton melalui sesi bernyanyi bersama.
“Sweat & Stardust” Jadi Tur Asia Perdana
Tahun 2026 menjadi salah satu momen penting bagi JANNABI karena mereka akhirnya menggelar tur Asia perdana bertajuk “Sweat & Stardust”.
Tur tersebut dimulai dari Taipei pada Juni 2026 dan berlanjut ke sejumlah kota di Asia, termasuk Hong Kong, Tokyo, Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur, hingga Jakarta. Total terdapat tujuh kota di tujuh negara yang menjadi bagian dari perjalanan tur tersebut.
JANNABI juga memberikan sentuhan berbeda di setiap kota. Mereka menyiapkan lagu atau penampilan khusus yang berkaitan dengan wilayah tempat mereka tampil.
Di Taipei, misalnya, JANNABI membawakan “Tian Mi Mi”. Sementara di Tokyo, mereka menghadirkan “SWEET MEMORIES” milik Seiko Matsuda dan “I LOVE YOU” dari Yutaka Ozaki. Di Singapura, JANNABI membawakan “Home” milik Kit Chan.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara JANNABI untuk membangun kedekatan dengan penggemar di setiap negara yang mereka kunjungi.
Jakarta Jadi Penutup yang Meriah
Setelah melewati enam kota sebelumnya, Jakarta menjadi pemberhentian terakhir Sweat & Stardust. JANNABI tampil di JIEXPO Theatre pada 23 Agustus 2026 dan menutup tur Asia perdana mereka di hadapan penggemar Indonesia.
Antusiasme penonton terlihat dari aksi bernyanyi bersama sepanjang konser. Tidak hanya “For Lovers Who Hesitate”, sejumlah lagu JANNABI lainnya juga mendapat respons hangat dari penonton.
Fenomena sing-along tersebut sebenarnya tidak hanya terjadi di Jakarta. Sepanjang tur, penggemar di berbagai negara ikut menyanyikan lagu JANNABI dalam bahasa Korea. Bahkan, JANNABI menyiapkan lirik dalam bahasa lokal sebagai bentuk apresiasi kepada penonton.
Hal tersebut menunjukkan bahwa musik JANNABI mampu menjangkau pendengar lintas bahasa dan negara. Perasaan yang dibawa melalui lagu menjadi jembatan antara mereka dan para penggemar.
JANNABI dan Perjalanan Musik yang Masih Berlanjut
Lebih dari satu dekade setelah debut, JANNABI tetap mempertahankan identitasnya sebagai band yang mengutamakan kekuatan musik dan penampilan langsung.
Perubahan formasi tidak membuat karakter JANNABI hilang. Choi Jung Hoon dan Kim Do Hyung tetap menjadi dua sosok utama yang melanjutkan perjalanan grup, sementara dukungan para musisi sesi membantu menghadirkan pertunjukan yang lebih lengkap di atas panggung.
Kesuksesan Sweat & Stardust menjadi bukti bahwa musik JANNABI mampu melampaui batas bahasa dan negara. Dari Korea Selatan hingga Jakarta, lagu-lagu mereka berhasil menciptakan ruang yang sama bagi pendengar untuk bernyanyi, mengenang, dan merasakan cerita yang dibawa dalam setiap lagu.
Bagi Anda yang baru mengenal JANNABI setelah konser Jakarta, beberapa lagu seperti “For Lovers Who Hesitate”, “TOGETHER!”, “Dreams Books Power and Walls”, dan “A Thought on an Autumn Night” bisa menjadi pilihan untuk mulai mengenal karakter musik mereka.
Konser di Jakarta mungkin telah berakhir, tetapi perjalanan JANNABI bersama JanFans masih terus berjalan melalui musik. Simak terus informasi musik terbaru dan perkembangan musisi internasional lainnya hanya di Zetizen.



