
Antusiasme tersebut menjadi indikator bahwa metode edukasi yang interaktif mampu meningkatkan minat belajar anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Literasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berharap para siswa tidak hanya mampu menghafal enam langkah cuci tangan, tetapi juga menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan sederhana ini merupakan investasi kesehatan yang sangat penting karena dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Program edukasi kesehatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat. Sinergi antara mahasiswa, guru, dan siswa diharapkan dapat terus berlanjut sehingga budaya hidup bersih dan sehat dapat tertanam sejak dini.
Dengan demikian, anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Semoga kegiatan edukasi cuci tangan enam langkah yang telah dilaksanakan di SDN Pasanggrahan 1 dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta menjadi langkah kecil yang membawa perubahan besar dalam membangun perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan anak-anak.







