TRENDING
Zetizen — Media Inspirasi & Gaya Hidup Generasi Muda IndonesiaIkuti Kuis Interaktif Zetizen dan Uji Pengetahuanmu!Temukan Tren Terbaru Seputar Musik, Fashion, dan Pop CultureZetizen — Media Inspirasi & Gaya Hidup Generasi Muda IndonesiaIkuti Kuis Interaktif Zetizen dan Uji Pengetahuanmu!Temukan Tren Terbaru Seputar Musik, Fashion, dan Pop Culture

Series Carrie di Prime Video: Mengangkat Horor Cyberbullying dan Telekinesis ke Era Modern

m
Penulis:medita restu
Rabu, 23 Sep 20265 Jam Lalu
Series Carrie di Prime Video: Mengangkat Horor Cyberbullying dan Telekinesis ke Era Modern
Poster series Carrie yang tayang di Prime Video mulai 7 Oktober 2026. Sumber: Instagram @primevideoFoto: medita restu / Zetizen Media

Zetizen.com - Kisah Carrie White kembali diadaptasi ke layar dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan remaja masa kini. Series Carrie di Prime Video tetap membawa elemen telekinesis yang menjadi ciri khas cerita, tetapi kali ini perundungan yang dialami Carrie berkembang ke ruang digital melalui cyberbullying.

Series ini dijadwalkan tayang di Prime Video pada 7 Oktober 2026 dengan total delapan episode. Seluruh episode akan dirilis secara bersamaan, sehingga penonton bisa langsung mengikuti kisah Carrie hingga akhir dalam satu waktu.

Sinopsis Series Carrie

Kehidupan Carrie White, seorang remaja yang tumbuh dalam lingkungan penuh tekanan. Di sekolah, ia menjadi sasaran perundungan dari teman-temannya. Sementara di rumah, Carrie harus menghadapi ibunya, Margaret White, yang memiliki pandangan keagamaan ekstrem dan menerapkan aturan ketat terhadap putrinya.

Di tengah tekanan tersebut, Carrie menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan telekinesis, yaitu kekuatan untuk menggerakkan atau memengaruhi benda menggunakan pikiran. Kemampuan inilah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Carrie ketika emosi dan tekanan yang ia rasakan semakin sulit dikendalikan.

Versi terbaru ini mempertahankan fondasi tersebut, tetapi memasukkan bentuk perundungan yang lebih relevan dengan kehidupan remaja modern. Jika sebelumnya intimidasi terjadi secara langsung di lingkungan sekolah, perkembangan teknologi membuat perundungan dapat berlanjut melalui media sosial dan ruang digital.

Karena itu, cyberbullying dalam Carrie bukan menggantikan elemen supernaturalnya. Justru, aspek tersebut menjadi cara baru untuk memperlihatkan tekanan yang dialami Carrie sebelum kemampuan telekinesisnya semakin sulit dikendalikan.

Telekinesis Tetap Jadi Bagian Penting dalam Carrie

Meski mendapat sentuhan modern, kemampuan telekinesis tetap menjadi salah satu elemen utama dalam cerita Carrie. Kekuatan tersebut tidak hanya menjadi unsur horor, tetapi juga berkaitan dengan emosi Carrie yang semakin bergejolak akibat tekanan dari lingkungan di sekitarnya.

Pendekatan ini membuat cerita Carrie tetap memiliki identitas yang sama dengan novel Stephen King yang pertama kali diterbitkan pada 1974. Namun, persoalan sosial di dalamnya disesuaikan dengan kondisi masa kini, terutama bagaimana perundungan dapat menyebar lebih luas melalui internet.

Dengan latar seperti ini, series Carrie tidak sekadar menghadirkan kembali cerita horor klasik. Adaptasi tersebut mencoba memperlihatkan bagaimana pengalaman seorang remaja yang dikucilkan dapat terasa berbeda ketika media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Series Carrie Jadi Adaptasi Televisi Pertama dari Novel Stephen King

Series terbaru ini juga memiliki posisi berbeda dibandingkan adaptasi Carrie sebelumnya. Cerita tersebut telah beberapa kali diangkat ke layar, termasuk film Carrie garapan Brian De Palma pada 1976 yang dibintangi Sissy Spacek.

Namun, versi Prime Video menjadi adaptasi televisi pertama dari novel Carrie. Series ini dikembangkan oleh Mike Flanagan yang bertindak sebagai showrunner, penulis, sekaligus menyutradarai empat episode.

Stephen King juga terlibat sebagai executive producer. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian karena series ini membawa kembali cerita yang pertama kali ia tulis lebih dari lima dekade lalu, tetapi dengan konteks sosial yang lebih dekat dengan penonton masa kini.

Daftar Pemain Series Carrie

Karakter utama Carrie White diperankan oleh Summer H. Howell. Ia terpilih setelah proses pencarian pemeran yang melibatkan lebih dari 1.000 aktor.

Sementara itu, Samantha Sloyan berperan sebagai Margaret White, ibu Carrie yang menjadi salah satu sumber tekanan terbesar dalam kehidupannya. Beberapa pemeran lain yang turut bergabung antara lain Siena Agudong sebagai Sue Snell, Alison Thornton sebagai Chris Hargensen, dan Joel Oulette sebagai Tommy Ross.

Series ini juga menghadirkan Josie Totah sebagai Tina, Arthur Conti sebagai Billy, Thalia Dudek sebagai Emaline, Amber Midthunder sebagai Miss Desjardin, serta Matthew Lillard sebagai Principal Grayle.

Kehadiran para karakter tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan Carrie di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Konflik yang mereka bangun nantinya ikut memperlihatkan bagaimana perundungan dan tekanan sosial memengaruhi perjalanan karakter utama.

Kapan Series Carrie Tayang di Prime Video?

Series Carrie dijadwalkan tayang perdana di Prime Video pada 7 Oktober 2026. Sebanyak delapan episode akan dirilis sekaligus pada tanggal tersebut dan tersedia di lebih dari 240 negara dan wilayah.

Dengan format series, kisah Carrie memiliki ruang yang lebih luas untuk mengeksplorasi kehidupan karakter, hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, hingga tekanan yang perlahan membentuk perjalanan ceritanya.

Perpaduan antara telekinesis, horor psikologis, perundungan, dan cyberbullying menjadi pendekatan yang digunakan versi terbaru ini untuk membawa cerita klasik Stephen King ke generasi penonton yang hidup di tengah perkembangan media sosial.

Penasaran dengan film dan series terbaru lainnya? Simak terus berbagai kabar entertainment terkini hanya di Zetizen!

Editor:medita restu

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua