TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di IndonesiaLagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia

Four Hands, Two Sonatas Makin Bersinar, Rating Drama Song Kang dan Lee Jun Young Ikut Naik

m
Penulis:medita restu
Rabu, 16 Sep 20265 Hari Lalu
Four Hands, Two Sonatas Makin Bersinar, Rating Drama Song Kang dan Lee Jun Young Ikut Naik
Song Kang dan Lee Jun Young tampil sebagai dua pianis dalam drama Korea Four Hands, Two Sonatas. Sumber: Instagram @tvn_dramaFoto: medita restu / Zetizen Media

Zetizen.com - Rating Four Hands, Two Sonatas kembali naik di episode keenam dan mencatat angka tertinggi sejak drama Korea ini tayang perdana. Dibintangi Song Kang, Lee Jun Young, dan Jang Gyuri, drama ini semakin menarik perhatian lewat kisah para siswa berbakat yang mengejar impian di dunia musik.

Four Hands, Two Sonatas pertama kali tayang pada 29 Agustus 2026. Setelah sempat mengalami naik-turun pada beberapa episode, drama ini kembali mencatat peningkatan ketika episode keenam tayang pada 13 September.

Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif karena cerita Four Hands, Two Sonatas kini mulai memperlihatkan dinamika yang lebih luas. Bukan hanya persaingan di antara para pianis, hubungan pertemanan, romansa, hingga persoalan pribadi masing-masing karakter ikut membuat ceritanya semakin berkembang.

Rating Four Hands, Two Sonatas Tertinggi di Episode Keenam

Perjalanan rating Four Hands, Two Sonatas memang tidak selalu bergerak naik sejak episode perdana. Drama ini sempat mengalami penurunan setelah penayangan awal, sebelum kembali menunjukkan pergerakan positif pada episode berikutnya.

Momentum tersebut berlanjut hingga episode keenam. Episode yang tayang pada 13 September itu berhasil membawa Four Hands, Two Sonatas meraih rating tertinggi sejak penayangannya dimulai.

Buat penonton yang sudah mengikuti drama ini dari awal, kenaikan tersebut datang ketika hubungan antarkarakter juga mulai semakin kompleks. Persaingan di sekolah musik tidak lagi menjadi satu-satunya persoalan yang harus dihadapi para tokohnya.

Dengan episode yang masih tersisa hingga awal Oktober, menarik untuk melihat apakah momentum tersebut bisa dipertahankan. Apalagi, perjalanan Bi Oh, Jeong Yo, dan Jae In masih menyimpan banyak ruang untuk berkembang.

Kisah Dua Pianis Jadi Daya Tarik Four Hands, Two Sonatas

Di pusat cerita ada Kang Bi Oh yang diperankan Song Kang, seorang pianis berbakat dan perfeksionis. Ia dikenal sebagai salah satu siswa terbaik di sekolah musik dan terbiasa berada di posisi teratas.

Bi Oh memiliki ambisi besar untuk menjadi pianis terbaik. Ia menjalani latihan dengan disiplin dan terus menuntut dirinya memberikan penampilan sempurna, seolah kesalahan sekecil apa pun tidak boleh terjadi.

Situasi tersebut berubah ketika ia bertemu Choi Jeong Yo yang diperankan Lee Jun Young. Jeong Yo juga memiliki kemampuan piano luar biasa, tetapi perjalanan musiknya jauh lebih rumit karena ia sempat menjauh dari dunia piano akibat kondisi kehidupannya.

Jeong Yo sebenarnya memiliki potensi besar sebagai pianis. Hanya saja, keadaan membuatnya tidak bisa mengejar kesempatan dengan cara yang sama seperti siswa lain. Pertemuannya dengan Bi Oh kemudian perlahan membawanya kembali berhadapan dengan dunia musik.

Perbedaan keduanya pun menjadi salah satu sumber konflik menarik. Bi Oh terbiasa mengandalkan kerja keras dan disiplin untuk mencapai kesempurnaan, sementara Jeong Yo memiliki bakat alami yang membuatnya mampu mencuri perhatian meski sempat meninggalkan piano.

Di tengah persaingan tersebut, ada Hong Jae In yang diperankan Jang Gyuri. Ia merupakan pemain viola berbakat yang memiliki kemampuan pendengaran sangat sensitif sekaligus hubungan dekat dengan Bi Oh.

Kehadiran Jae In membuat cerita berkembang lebih jauh dari sekadar rivalitas dua pianis. Ia juga memiliki perjalanan musik dan persoalannya sendiri sehingga kehidupan para karakter terasa saling terhubung.

Hubungan Bi Oh, Jeong Yo, dan Jae In kemudian menjadi bagian yang membuat Four Hands, Two Sonatas tidak hanya berbicara tentang siapa yang paling berbakat. Persahabatan, cinta, tekanan untuk berprestasi, dan proses menemukan diri sendiri ikut menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Song Kang dan Lee Jun Young Adu Bakat Lewat Four Hands

Pertemuan Song Kang dan Lee Jun Young sebagai dua pianis menjadi salah satu daya tarik utama drama ini. Bi Oh dan Jeong Yo memiliki cara berbeda dalam memandang kemampuan mereka, tetapi keduanya sama-sama sulit mengabaikan keberadaan satu sama lain.

Hubungan tersebut semakin menarik ketika keduanya dipertemukan melalui teknik four hands. Teknik ini memungkinkan dua pianis memainkan satu piano secara bersamaan dan menjadi bagian penting dari cerita sekaligus berkaitan langsung dengan judul dramanya.

Bermain dengan empat tangan membutuhkan koordinasi, ritme, dan kepercayaan antara dua pemain. Karena itu, piano dalam drama ini terasa seperti lebih dari sekadar alat musik, tetapi juga menjadi cerminan hubungan Bi Oh dan Jeong Yo.

Pada awalnya, keduanya harus menghadapi perbedaan dan persaingan. Namun, semakin sering mereka berhadapan dengan piano yang sama, semakin besar pula kesempatan untuk saling memahami kemampuan dan kelemahan masing-masing.

Musik akhirnya menjadi bahasa yang mempertemukan dua karakter tersebut. Mereka tidak hanya berusaha membuktikan siapa yang lebih unggul, tetapi juga mulai belajar dari satu sama lain.

Sementara itu, Jae In membawa perspektif berbeda melalui perjalanan sebagai pemain viola. Kehadirannya membuat dunia musik dalam drama terasa lebih luas karena penonton tidak hanya melihat ambisi dari sudut pandang pianis.

Four Hands, Two Sonatas Masih Punya Ruang untuk Bersinar

Peningkatan rating pada episode keenam menjadi perkembangan menarik bagi Four Hands, Two Sonatas. Drama ini masih memiliki beberapa episode sebelum mencapai akhir cerita sehingga peluang untuk mempertahankan perhatian penonton masih terbuka.

Selain perkembangan hubungan Bi Oh dan Jeong Yo, perjalanan Jae In juga menjadi bagian yang patut diperhatikan. Ketiganya memiliki impian, tekanan, dan persoalan masing-masing yang perlahan saling bersinggungan.

Dengan perpaduan musik, persaingan, persahabatan, dan romansa, Four Hands, Two Sonatas menawarkan cerita tentang anak-anak muda yang sedang mencari tempat mereka di dunia yang penuh tuntutan.

Drama Korea ini dijadwalkan tayang setiap Sabtu dan Minggu hingga episode terakhir pada 4 Oktober 2026. Setelah ratingnya mencapai titik tertinggi di episode keenam, kini menarik untuk melihat apakah Four Hands, Two Sonatas bisa terus menjaga momentumnya sampai akhir.

Simak terus artikel drama Korea terbaru di Zetizen dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman yang sedang mencari tontonan baru untuk mengisi waktu luang.

 

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →