zetizen

Jun Ho 2PM jadi Penyelamat Bisnis yang Hampir Bangkrut, Inilah Mengapa Kamu Kudu Nonton Typhoon Family! Jangan sampai Kelewatan!

Tv Series
Scene Typhoon Family. Source: Fandomwire

Zetizen - Dalam penayangan pertamanya, drama ini telah menunjukkan minat yang fantastis, dibuktikan dengan perolehan rating mencapai 5,9 persen, tertinggi dalam sejarah drama akhir pekan 2025. Dengan demikian, Typhoon Family menempati posisi puncak dari slot drama akhir pekan di seluruh saluran Korea Selatan.

Sinopsis

Drama ini berpusat pada perjalan Kang Tae-poong (Lee Jun-ho), yang harus menyelamatkan perusahaan keluarganya, Typhoon Trading Company, yang hampir bangkrut akibat krisis moneter IMF 1997. Berlatarkan peristiwa tersebut, tak heran jika drama ini membawa pesan menggugah hati yang sarat akan inspirasi dari perjuangan yang penuh harapan.

Dengan mengambil latar pada era akhir 90-an, drama ini tak hanya mengahdirkan kisah perjuangan, akan tetapi juga membawa penonton untuk bernostalgia dan juga merasakan atmosfer dari era tersebut.

Menarik, bukan? Nah, sebagai pecinta drakor, kamu ngga boleh melewatkan satu detik pun untuk menonton Typhoon Family. Inilah mengapa kamu harus terus ngikutin perjuangan Kang Tae-poong hingga akhir episode!

Comeback Junho yang Bukan Main-Main

Setelah sukses besar lewat The Red Sleeve dan King the Land, Junho jelas udah punya reputasi sebagai aktor papan atas. Tapi di Typhoon Family, dia nggak lagi jadi pangeran romantis. Dia berubah jadi Kang Tae Poong, CEO muda yang berjuang menyelamatkan perusahaannya di tengah krisis ekonomi.

Yang menarik, Junho berhasil menunjukkan karakter yang kompleks; seorang pemimpin yang terlihat kuat di luar, tapi rapuh di dalam. Banyak yang bilang bahwa ini adalah akting terbaik Junho sejauh ini. Mungkin karena perannya deket banget sama realita, ya, tuntutan jadi “dewasa” terlalu cepat di dunia yang keras.

Berlatar Krisis Ekonomi 1997, tapi Relevan Banget Buat Sekarang

Typhoon Family mengambil latar di masa krisis moneter Korea tahun 1997, masa yang bikin banyak keluarga kehilangan segalanya. Tapi jangan kira ini drama politik yang berat.

Justru, lewat kisah keluarga Kang, kita diajak ngerasain sisi manusia dari tragedi itu. Bagaimana rasanya hidup di tengah badai, tetap berpura-pura kuat demi keluarga, dan masih berjuang buat masa depan?

Tema ini, walau berlatar 1997, terasa banget buat generasi sekarang yang juga hidup di dunia serba tidak pasti. Ada tekanan, ada harapan, dan selalu ada ruang buat bangkit.

Chemistry Junho dan Kim Min-ha yang Nggak Terduga

Kim Min-ha, yang sebelumnya dikenal lewat Pachinko, jadi lawan main Junho sebagai Oh Mi-seon, sosok realistis yang jadi jangkar bagi Tae Poong. Hubungan mereka bukan romansa klise, tapi saling menguatkan di tengah krisis.

Banyak fans bilang bahwa chemistry mereka terasa tulus dan dewasa. Nggak banyak tatapan manja atau momen cringe, tapi interaksi kecil yang meaningful. Dan itulah yang bikin hubungan mereka berkesan, dua orang yang nggak sempurna, tapi saling menyembuhkan.

Nuansa Retro yang Bikin Nostalgia

Kalau kamu suka vibe vintage ala akhir 90-an, Typhoon Family bakal bikin kamu betah. Dari pakaian, mobil, sampai interior, semuanya dibuat dengan detail. Tone warnanya hangat, agak kusam, tapi justru bikin atmosfernya kerasa intim.

Jadi, nonton Typhoon Family, tuh, kayak buka album foto lama, ada rasa kehilangan, tapi juga rasa terima kasih karena pernah hidup di masa itu. Estetik, tapi tetap punya jiwa.

Tentang Keluarga, Bukan Cuma Tentang Uang

Judulnya memang “Typhoon Family,” dan ternyata, badai di sini bukan cuma soal ekonomi, tapi juga soal emosi. Drama ini ngajarin bahwa keluarga bukan sekadar orang serumah, tapi mereka yang tetap bertahan bersamamu di saat semuanya terasa runtuh.

Ada pesan moral kuat yang bisa kita ambil: “Dalam badai sekuat apa pun, keluarga tetap jadi jangkar.” Kita bakal lihat konflik, kesalahpahaman, dan air mata, tapi juga momen kecil yang hangat; makan bersama, tawa sederhana, dan kata maaf yang datang terlambat tapi tulus.

Halaman: