
Zetizen.com - Mocca lahir pada 1999, ketika cara orang mendengarkan musik masih jauh dari Spotify, YouTube Music, atau berbagai platform streaming seperti sekarang. Namun, lebih dari dua dekade kemudian, band asal Bandung ini masih memiliki ratusan ribu pendengar bulanan di Spotify. Berdasarkan pantauan terbaru pada profil resmi Spotify, Mocca tercatat memiliki sekitar 226 ribu pendengar bulanan.
Sejumlah lagu mereka juga telah mencatat jutaan pemutaran, seperti “On the Night Like This” yang melewati 22 juta pemutaran dan “I Remember - 2017 Version” yang berada di atas 17 juta pemutaran. Angka tersebut menarik karena Mocca bukan band yang tumbuh dari ekosistem streaming, melainkan dari era kaset, CD, dan MP3. Lalu, bagaimana musik yang dibentuk sebelum era digital mampu tetap menemukan pendengarnya hingga hari ini?
Mocca Tumbuh Bersama Perubahan Cara Mendengarkan Musik
Mocca terbentuk di Bandung pada 1999 dengan formasi Arina Ephipania sebagai vokalis dan pemain flute, Riko Prayitno pada gitar, Toma Pratama pada bass, serta Indra Massad sebagai drummer. Album debut mereka, My Diary, kemudian dirilis pada 2002.
Perjalanan Mocca berlangsung bersamaan dengan perubahan besar dalam industri musik. Dari album fisik, pendengar mulai beralih ke MP3, kemudian berbagai platform digital hingga akhirnya layanan streaming menjadi bagian dari keseharian.
Perubahan tersebut menjadi tantangan bagi banyak musisi lama, termasuk Mocca. Mereka tidak hanya perlu membuat karya baru, tetapi juga harus memastikan musik lama tetap dapat ditemukan oleh generasi berikutnya.
Dalam wawancara dengan IDN Times pada 2024, Riko Prayitno menyebut Mocca telah melewati berbagai era, mulai dari kaset, CD, MP3, hingga digital streaming.
Hal tersebut menunjukkan bahwa bertahan selama lebih dari dua dekade bukan hanya tentang mempertahankan lagu lama, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan cara baru pendengar menikmati musik.
Mocca Tidak Lahir dari Tren yang Cepat Berganti
Salah satu alasan musik Mocca memiliki umur panjang adalah karakter yang mereka bangun sejak awal. Band ini dikenal dengan perpaduan musik folk, swing, bossa nova, jazz, serta sentuhan retro yang menjadi ciri khas mereka.
Spotify menggambarkan Mocca sebagai band yang terinspirasi dari musik era 1950-an hingga 1970-an dengan warna musik yang terasa hangat dan sederhana.
Karakter tersebut sudah terlihat sejak album My Diary yang dirilis pada 2002. Sejak awal, Mocca tidak hanya mengandalkan tren musik yang sedang populer, tetapi membangun identitas yang mudah dikenali.
Dalam beberapa wawancara, personel Mocca juga menjelaskan bahwa warna musik mereka terbentuk dari berbagai pengaruh yang kemudian dipadukan menjadi karakter bersama.
Hasilnya, lagu-lagu Mocca tetap memiliki ruang untuk didengarkan meskipun tren musik terus berubah. Cerita tentang cinta, hubungan, persahabatan, dan kehidupan sehari-hari membuat lagu mereka tetap terasa dekat.







