
Zetizen.com - Girl grup asal Indonesia No Na kembali mencuri perhatian melalui prestasinya di Head in the Clouds (HITC) Los Angeles 2026. Tidak hanya membawakan lagu-lagu andalan, No Na juga menampilkan warisan budaya Indonesia khususnya Jawa dalam pagelaran yang diadakan di Brookside Rose Bowl, Pasadena, Amerika Serikat, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Penampilan tersebut menjadi kali kedua NO NA hadir di HITC Los Angeles. Grup yang terdiri dari Baila Fauri, Christy Gardena, Esther Geraldine, dan Shazfa Adesya ini memanfaatkan panggung festival yang digelar oleh 88rising untuk mengenalkan identitas musik Indonesia kepada audiens internasional.
No Na Buka Penampilan Dengan Tembang Jawa
Salah satu kejutan terbesar dalam penampilan No Na kemarin adalah keputusan untuk membuka pertunjukan dengan" Tak Lelo Ledung", lagu tradisional Jawa. Lagu tersebut dikenal sebagai lagu pengantar tidur anak-anak yang memiliki makna kasih sayang, doa, dan harapan orang tua terhadap masa depan anak.
Sentuhan budaya Indonesia tidak berhenti di pembukaan. Dalam pertunjukan tersebut, No Na juga menghadirkan penari latar yang membawa kipas dengan gerakan yang terinspirasi dari tari kipas Pakarena asal Gowa, Sulawesi Selatan. Perpaduan elemen tradisional dan musik modern membuat penampilan No Na memiliki karakter yang berbeda.
Bagi No Na, unsur budaya tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan karya mereka kepada audiens global. Musik pop yang mereka bawakan tetap menjadi pusat pertunjukan, tetapi identitas Indonesia turut mendapat ruang di atas panggung.
Bawakan "Honk!" Untuk Pertama Kali
Selain menyanyikan lagu-lagu yang sudah dikenal penggemar, No Na juga membawakan “Honk!” secara langsung untuk pertama kalinya. Lagu tersebut sebelumnya dirilis pada akhir Juli 2026 dan mempunyai sentuhan budaya lokal dan terinspirasi dengan fenomena “Om Telolet Om”.
Antusiasme penggemar semakin meningkat ketika Christy memberi kejutan melalui aksi akrobatik. Christy melakukan salto dengan satu tangan sambil tetap memegang mikrofon. Aksi tersebut menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian penonton selama No Na tampil di HITC Los Angeles.
Penampilan tersebut membuktikan kemampuan No Na memadukan vokal, koreografi, dan aksi panggung dalam satu pertunjukan yang memukau.
"Rollerblade II" hadir dengan bahasa Jawa
No Na kemudian melanjutkan penampilan mereka dengan menyanyikan "Rollerblade II". Lagu tersebut mendapat sambutan khusus dalam versi yang dibawakan di HITC Los Angeles 2026.
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah penambahan lirik dalam bahasa Jawa, "Jenenge sopo, taking my photo". Kalimatnya menggunakan bahasa Jawa dan Inggris untuk menghasilkan karakter yang unik dan berkesan.
Keputusan No Na yang menggabungkan bahasa Jawa di festival musik internasional membuktikan bagaimana bahasa lokal dapat ditampilkan dalam musik pop modern tanpa kehilangan daya tarik pendengar global.
Bocorkan Lagu Baru, No Na Sukses Bawakan 8 Lagu Pilihan
Dalam penampilannya, No Na membawakan banyak lagu yang menampilkan perkembangan musik mereka. Selain "Tak Lelo Ledung", "superstition", "shoot", dan "Horn!", mereka juga menyanyikan "the one (acoustic)", "in love", "Seafood Diet", "Work", serta "Rollerblade II".
Lagu "Seafood Diet" menjadi kejutan istimewa bagi penggemar karena lagu ini belum diluncurkan secara resmi kepada publik. Sebagai salah satu lagu dari album debut mereka yang berjudul Island Girl, lagu ini ditampilkan secara khusus sebagai bocoran manis untuk menyapa fans di panggung HITC Los Angeles 2026 sebelum resmi dirilis pada bulan September mendatang.
Forum Promosi Musik Indonesia
Momen No Na menyapa penggemar seusai performance di HITC LA. Sumber: Instagram @nonawav
Tantangan No Na di HITC Los Angeles 2026 bukan hanya momentum bagi grup untuk tampil di hadapan para penggemar internasional. Penampilan mereka juga menjadi jalan pembuka bagi musisi Indonesia untuk bersinar di jangkuan global.







