zetizen

Ngulik Makna Lagu The Fate of Ophelia: Dari Shakespeare Sampai Healing Anak Muda

Music
The Fate of Ophelia

Zetizen - Judulnya aja udah langsung bikin mikir, “Ini siapa sih Ophelia?” Kalau kamu pernah belajar sastra Inggris, pasti nggak asing sama nama ini. Yup, Ophelia adalah karakter tragis dari drama legendaris Hamlet karya Shakespeare.

Tapi, tenang aja, lagu ini nggak sekaku pelajaran sekolah kok. Justru The Fate of Ophelia jadi relate banget sama perasaan anak muda zaman sekarang. Yuk, kita bedah bareng-bareng!

Siapa, sih, Ophelia Itu?

Ophelia di drama Hamlet digambarin sebagai cewek yang hidupnya penuh tekanan. Dia jatuh cinta, tapi hubungannya rumit banget karena masalah keluarga dan politik. Ending-nya tragis: dia tenggelam di sungai.

Nah, Taylor kayaknya terinspirasi dari kisah itu buat ngomongin perasaan “tenggelam” dalam hidup. Bukan tenggelam beneran, tapi kayak overwhelmed sama emosi, tugas, hubungan, atau bahkan ekspektasi orang lain.

Lirik yang Dalem Banget

Kalau didengerin baik-baik, lirik The Fate of Ophelia penuh metafora. Ada bayangan tentang air, tenggelam, sampai rasa nggak punya pegangan. Semua itu sebenarnya simbol dari rasa sakit hati atau depresi.

Kerenya lagi, Taylor nggak bikin ini gloomy terus-terusan. Ada bagian yang halus tapi kuat, kayak ngajak kita menerima bahwa luka itu bagian dari hidup. Jadi bukan cuma sedih-sedihan, tapi juga healing.

Kenapa Bisa Relate ke Anak Muda?

Siapa sih yang nggak pernah ngerasa “capek banget sama hidup”? Entah itu karena deadline kuliah, skripsi, kerjaan, atau hubungan yang bikin bingung. Lagu ini kayak bilang, “Hei, kamu nggak sendirian.”

Makanya banyak Swifties yang merasa The Fate of Ophelia jadi lagu pelipur lara. Nggak cuma enak didenger pas malem-malem sambil scrolling TikTok, tapi juga bikin hati agak lega karena ada yang ngerti.

Nuansa Feminis yang Terselip

Kalau dilihat lebih dalam, lagu ini juga bisa dibaca dari sisi feminis. Ophelia di cerita Shakespeare cuma digambarkan sebagai korban, nggak punya suara, dan akhirnya terjebak dalam tragedi.

Tapi lewat lagu ini, Taylor kayak ngasih spotlight ke Ophelia. Seolah dia bilang, “Suara cewek itu penting, bahkan kalau cuma lewat cerita yang tragis.” Ini nyambung banget sama pesan empowerment yang sering Taylor sampaikan di lagu-lagunya.

Musiknya: Melankolis Tapi Nempel

Secara aransemen, The Fate of Ophelia punya vibe sendu tapi tetap elegan. Piano dan senar bikin nuansa dreamy, kayak soundtrack film klasik. Tapi justru karena musiknya simpel, liriknya jadi lebih nendang.

Lagu ini cocok banget jadi background pas kamu lagi journaling, ngopi sendirian, atau sekadar butuh soundtrack buat momen mellow.

Dari Klasik ke Kontemporer

Yang bikin lagu ini keren adalah cara Taylor ngehubungin karya klasik ke kehidupan modern. Shakespeare nulis Hamlet ratusan tahun lalu, tapi perasaan “terjebak dalam keadaan” ternyata masih relevan banget.

Artinya, masalah mental health, toxic relationship, atau ekspektasi sosial itu bukan hal baru. Dari zaman Ophelia sampai sekarang, manusia masih bergulat dengan hal yang sama.

Lagu yang Bikin Kita Mikir

Pada akhirnya, The Fate of Ophelia bukan sekadar lagu mellow. Dia bisa bikin kita mikir: apa kita juga pernah jadi “Ophelia” dalam hidup kita sendiri? Pernah merasa hanyut tanpa pegangan?

Halaman: