zetizen

Makna Lagu Terbuang Dalam Waktu – Perjalanan Emosi, Luka, dan Cinta Abadi

Music
Terbuang Dalam Waktu. Source: Instagram barasuara

Zetizen - Apakah kalian pernah merasa terjebak di masa lalu dan terus-terusan memikirkan “andai saja”?

Jika iya, lagu “Terbuang Dalam Waktu” dari Barasuara ini akan menjadi teman terbaikmu.

Melalui lagu ini, Barasuara membuktikan bahwa patah hati tidak selalu tentang bucin, melainkan curahan hati yang puitis dan universal.

Alasan Lagu Ini Bikin Kalian Merasa Terwakili?

Di era di mana lagu galau sering kali terdengar klise, Barasuara hadir dengan pendekatan yang berbeda. Terbuang Dalam Waktu bukan sekadar lagu patah hati, melainkan sebuah refleksi tentang bagaimana kita sering kali membiarkan diri kita terpenjara oleh kenangan masa lalu.

Liriknya yang dalam, seperti “terbuang dalam waktu” atau “tersesat di antara jejak”, seolah menjadi cerminan dari perasaan kosong dan penyesalan yang sering dirasakan anak muda.

Barasuara berhasil mengemas rasa galau menjadi sesuatu yang lebih indah dan puitis. Mereka tidak hanya menjual emosi, tetapi juga mengajak pendengarnya untuk merenung.

Lagu ini membuktikan bahwa galau tidak harus selalu tentang air mata dan drama, melainkan bisa menjadi momen introspeksi diri.

Bukan Sekadar Lirik: Perpaduan Musikal yang Menggugah Jiwa

Lagu ini semakin kuat dengan aransemen musik yang luar biasa. Perpaduan vokal Iga Massardi dan Asteriska yang harmonis, ditambah dengan dentuman drum yang megah, menciptakan atmosfer yang melankolis namun tetap energik.

Musiknya seolah-olah membawa kita dalam perjalanan emosional, dari rasa sesal yang mendalam hingga penerimaan yang ikhlas.

Barasuara, sebagai salah satu band indie terbaik di Indonesia, memang dikenal dengan musiknya yang unik dan liriknya yang penuh makna. Lagu Terbuang Dalam Waktu ini adalah salah satu bukti nyata kejeniusan mereka dalam menciptakan karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga mampu menyentuh relung hati pendengarnya.

Asal-Usul Lagu Terbuang Dalam Waktu

Lagu Terbuang Dalam Waktu ditulis oleh Asteriska, Gerald Situmorang, dan Iga Massardi. Lagu ini kemudian di produksi oleh Barasuara dan rilis pada tahun 2023, dan “Jalaran Sadrah” sebagai album dari lagu ini.

Lagu ini lahir dari proses perenungan mendalam tentang bagaimana manusia sering kali terjebak dalam kenangan masa lalu dan sulit untuk move on.

Menurut Iga Massardi, terciptanya lagu ini terinspirasi dari perasaan melankolis dan penyesalan yang universal. Mereka ingin menciptakan sebuah karya yang tidak hanya tentang patah hati, tetapi juga tentang introspeksi diri dan penerimaan terhadap apa yang sudah terjadi.

Liriknya yang puitis dan metaforis sengaja dibuat untuk memberikan ruang bagi pendengar agar bisa menafsirkannya sesuai dengan pengalaman pribadi mereka, baik itu hubungan yang kandas, mimpi yang tidak tercapai, atau momen-momen yang sudah hilang.

Lirik Lagu Terbuang Dalam Waktu

Teringat seru suaramu menepis keraguan
Namun, dewasa mengubah
Cara pandang dan keikhlasan bersahut dan bergulat
Terperai-perai menghilang

Halaman: