zetizen

Film Setan Alas Tayang 5 Maret 2026, Ini Sinopsis dan Keunikan Konsep Meta Horor

Movie
Dari kiri, Wiryanta, Agus Maryono, Yusron Fuadi, dan Andhika Rahmanu saat menjelaskan Setan Alas! di Sekolah Vokasi UGM, Selasa (3/3/2026). Source: Radar Malioboro

Zetizen - Film horor Indonesia kembali menghadirkan sesuatu yang berbeda lewat Setan Alas!, yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 5 Maret 2026. Disutradarai oleh Yusron Fuadi dan diproduksi oleh Akasacara Film, film ini bukan sekadar menghadirkan teror supranatural, tetapi juga membawa pendekatan unik yang disebut sebagai meta-horror.

Sudah Hype Sejak 2023 dan Raih Penghargaan

Sebelum akhirnya masuk jaringan bioskop nasional pada 2026, Setan Alas! lebih dulu mencuri perhatian saat diputar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023. Di ajang Indonesian Screen Awards JAFF 2023, film ini meraih tiga penghargaan sekaligus: Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing.

Tak hanya berhenti di festival dalam negeri, film ini juga diputar di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada dengan judul internasional The Draft!. Perjalanan festival ini membuat film tersebut memiliki reputasi kuat bahkan sebelum tayang komersial di Indonesia.

Beberapa ulasan awal bahkan memberikan respons positif. Dalam artikel yang mengutip IMDb, film ini sempat mendapat penilaian tinggi dari sejumlah pengguna, sementara Rotten Tomatoes mencatat skor yang cukup solid pada periode 2024.

Sinopsis Setan Alas

Dalam Setan Alas!, kisah dimulai ketika lima mahasiswa memutuskan menghabiskan akhir pekan di sebuah villa tua yang terpencil di tengah hutan. Mereka adalah Wati (Anastasya Herzigova), Iwan (Adhin Abdul Hakim), Ani (Putri Anggi), Budi (Haydar Salishz), dan Amir (Winner Wijaya).

Awalnya, perjalanan itu terasa seperti pelarian singkat dari rutinitas kampus. Suasana sunyi, udara dingin, dan bangunan tua justru dianggap bagian dari keseruan.

Namun, suasana berubah drastis ketika salah satu dari mereka ditemukan tewas secara misterius. Tidak ada jejak pelaku, tidak ada tanda perlawanan yang jelas. Kepanikan mulai menggerogoti kelompok tersebut. Mereka mencoba berpikir rasional, meyakinkan diri bahwa semua masih bisa dijelaskan secara logis.

Keputusan untuk meninggalkan villa dan menembus hutan demi mencari pertolongan justru membawa mereka pada situasi yang lebih aneh. Setiap kali mencoba keluar, mereka selalu kembali ke titik awal, seolah ruang dan waktu berputar di tempat yang sama. Jalan keluar seperti tertutup oleh kekuatan tak kasatmata.

Amir mulai meyakini bahwa ada entitas yang sengaja mempermainkan mereka. Bukan hanya menghantui, tetapi seakan mengatur skenario kematian satu per satu. Ketegangan meningkat ketika masing-masing mulai mencurigai satu sama lain. Rasa takut berubah menjadi paranoia.

Yang membuat film ini berbeda, teror yang muncul tidak selalu mengikuti pola horor konvensional. Selain sosok gaib yang mengintai, muncul pula elemen-elemen tak terduga seperti zombie, adegan penggunaan senjata api yang berlebihan, hingga dialog yang secara sadar mengomentari klise film horor.

Beberapa karakter bahkan menyadari bahwa situasi yang mereka alami terasa seperti “alur film horor”, menciptakan lapisan cerita yang unik.

Alih-alih hanya bertahan dari hantu, kelima mahasiswa ini juga harus melawan rasa takut, kecurigaan, dan kemungkinan bahwa mereka sedang terjebak dalam permainan yang lebih besar dari sekadar teror supranatural.

Apa Itu Meta Horor dan Mengapa Film Ini Berbeda

Salah satu daya tarik utama Setan Alas! adalah konsep meta-horror. Berbeda dari horor konvensional yang hanya fokus pada teror dan jumpscare, meta-horror justru menyadarkan penonton bahwa mereka sedang menonton film horor.

Dalam trailer, terlihat adegan karakter yang mengomentari klise film horor lokal seperti:

  • Generator mati mendadak

Halaman: