
Zetizen - Pemilihan kawasan Kota Tua Jakarta sebagai lokasi syuting film laga internasional Extraction: Tygo yang dibintangi Lisa BLACKPINK ternyata bukan keputusan spontan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan, proses tersebut berawal dari promosi Jakarta di ajang Festival Film Cannes, Prancis.
Rano mengatakan ketertarikan rumah produksi internasional muncul setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka stan khusus di Festival Film Cannes sejak tahun lalu dan kembali berpartisipasi pada Mei 2025. Upaya itu menjadi bagian dari strategi memperkenalkan Jakarta sebagai kota yang ramah bagi industri perfilman global.
“Kenapa mereka syuting di situ? Itu lahir dari Festival Film Cannes. Tahun lalu kami buka booth, dan Mei 2025 kami ikut lagi,” ujar Rano di Jakarta, Selasa (3/2).
Film Extraction: Tygo mulai menjalani proses syuting di kawasan Kota Tua sejak akhir Januari dan dijadwalkan berlangsung hingga Februari 2026. Sejak awal, Pemprov DKI sengaja menutup rapat informasi tersebut karena menghormati prinsip kerahasiaan dalam produksi film berskala internasional.
Rano bahkan mengaku secara khusus meminta jajarannya untuk tidak membocorkan detail proyek tersebut. Menurutnya, promosi baru akan dilakukan pada waktu yang tepat, dengan Jakarta sebagai pihak yang berhak menyampaikan informasi ke publik.
Meski demikian, aktivitas syuting akhirnya terendus masyarakat setelah diberlakukan pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Kota Tua. Beberapa lokasi yang digunakan antara lain Gedung Jasindo, area sekitar Cafe Batavia, Jalan Kunir, Jalan Kemukus, hingga Jalan Nelayan Timur.
Rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap pada 28–29 Januari serta 1–7 Februari 2026, dengan penutupan jalan pada pukul 05.00 hingga 19.00 WIB untuk mendukung proses produksi dan keamanan kru film.
Di sisi lain, kehadiran syuting film internasional ini disambut antusias warga sekitar. Sejumlah warga terlihat berkumpul di gang-gang permukiman untuk menyaksikan proses syuting, meski akses jalan ditutup sementara.
“Kalau lagi syuting enggak boleh, tapi kalau break boleh keluar sebentar,” kata Lina (52), warga Gang Intan Tenda, yang mengaku sudah menunggu sejak pagi untuk melihat aktivitas produksi.
Jakarta Experience Board (JXB) menyatakan, pemilihan Kota Tua sebagai lokasi syuting sejalan dengan arahan Pemprov DKI untuk mendorong Jakarta sebagai kota sinema, dengan kawasan bersejarah sebagai salah satu ikon utamanya.



