TRENDING
Lagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di IndonesiaLagu Oasis Wonderwall Kembali Viral di 202617 Brand Lokal Pakaian Terlaris7 Manfaat Buah Untuk KesehatanLNGSHOT Menang di KMA 2026Apple MacBook Neo Hadir di Indonesia

Film Rumah Tanpa Cahaya: Sinopsis, Daftar Pemain, dan Kisah Haru Kehilangan Sosok Ibu

n
Penulis:nadia
Kamis, 12 Feb 202612 Feb 2026
Film Rumah Tanpa Cahaya: Sinopsis, Daftar Pemain, dan Kisah Haru Kehilangan Sosok Ibu
Rumah Tanpa Cahaya. Source: Youtube Cinema 21Foto: nadia / Zetizen Media

Zetizen - Film Rumah Tanpa Cahaya resmi tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026, menambah deretan film Indonesia yang hadir jelang Ramadhan. Diproduksi oleh SinemArt dan Citra Sinema, film ini mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang yakni kehilangan sosok ibu dalam keluarga.

Disutradarai oleh Ody C. Harahap dan diproduseri Deddy Mizwar, Rumah Tanpa Cahaya bukan sekadar drama duka. Film ini mencoba mengajak penonton merenung tentang peran ibu yang sering terasa “biasa saja” sampai akhirnya benar-benar tiada.

Sinopsis Film Rumah Tanpa Cahaya: Saat Ibu Pergi, Rumah Ikut Kehilangan Arah

Cerita berpusat pada keluarga Qomar (Donny Damara) yang hidup harmonis bersama sang istri, Nurul (Ira Wibowo), dan dua anak mereka, Samsul (Ridwan A. Ghani) serta Azizi (Lavicky Nicholas).

Nurul adalah sosok ibu yang menjadi “cahaya” rumah tangga. Ia bukan hanya mengurus detail kecil seperti pakaian dan urusan rumah, tetapi juga menjadi tulang punggung usaha keluarga berupa warung Empal Gentong yang cukup sukses.

Namun kebahagiaan itu berubah drastis ketika Nurul meninggal dunia.Rumah yang dulu penuh tawa mendadak sunyi. Qomar terperosok dalam kesedihan mendalam, sementara kedua anaknya mulai menyadari betapa besar peran ibu yang selama ini mungkin mereka anggap wajar.

Tanpa Nurul, usaha keluarga mulai goyah. Resep empal gentong yang biasanya laris justru sering gagal. Mereka juga harus menghadapi masalah lain, termasuk penipuan dan konflik internal akibat tekanan ekonomi dan beban emosional. Film ini memperlihatkan bagaimana satu kehilangan bisa mengguncang seluruh fondasi keluarga.

Bukan Cuma Sedih, Tapi Juga Relatable

Salah satu kekuatan Rumah Tanpa Cahaya adalah kesederhanaannya. Narasinya ringan, konfliknya tidak dibuat rumit, dan dialognya terasa membumi. Justru dari pendekatan sederhana itu, emosi terasa lebih nyata.

Pada penayangan perdananya di XXI Epicentrum, banyak penonton terlihat menyeka air mata. Apalagi ketika lagu “Doa untuk Ibu” dari Ungu diputar di momen-momen kunci, yang meski terasa sedikit manipulatif, tetap berhasil menyentuh nostalgia penonton.

Pesan moralnya pun jelas yakni warisan terbesar orang tua bukan sekadar harta, melainkan keikhlasan dan kasih sayang.

Deretan Pemain dan Akting yang Jadi Kekuatan Utama

Film ini dibintangi sejumlah nama besar:

  • Ira Wibowo sebagai Nurul

  • Donny Damara sebagai Qomar

  • Ridwan A. Ghani sebagai Samsul

  • Lavicky Nicholas sebagai Azizi

  • Dea Annisa

  • Galabby Thahira

  • Yurike Prastica

  • Ence Bagus

Donny Damara tampil solid sebagai ayah yang kehilangan arah setelah ditinggal pasangan hidup. Permainannya cenderung menahan, namun justru terasa realistis. Ira Wibowo menghadirkan sosok ibu yang hangat tanpa berlebihan. Meski durasi kemunculannya tidak terlalu panjang, bayang-bayang karakter Nurul terus terasa sepanjang film.

Lavicky Nicholas, yang menjadikan film ini sebagai debutnya, mengaku peran Azizi terasa sangat personal. Ia bahkan menyebut ketakutan kehilangan ibu sebagai hal yang tidak perlu ia aktingkan.

Sementara itu, Dea Annisa memberi warna emosional tambahan, dan kehadiran Ence Bagus menjadi selingan ringan agar film tidak tenggelam sepenuhnya dalam duka.

Seberapa Recommended untuk Ditonton?

Rumah Tanpa Cahaya bukan film dengan sinematografi megah atau naskah yang kompleks. Bahkan beberapa bagian terasa seperti drama televisi. Durasi 102 menit pun terasa sedikit panjang di beberapa bagian.

Namun kekuatan utama film ini ada pada akting dan kedekatan emosionalnya dengan kehidupan keluarga Indonesia. Film ini cocok ditonton bersama keluarga, terutama menjelang Ramadhan sebagai momen refleksi tentang orang tua, pengorbanan, dan arti kebersamaan.

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua →