Zetizen.com - Pankov adalah bek asal Serbia yang direkrut Persija untuk memperkuat pertahanan menghadapi musim 2026/2027. Pengalamannya bersama klub-klub Eropa dan keberhasilannya menjuarai Piala Dunia U-20 FIFA 2015 bersama Serbia menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan di Jakarta.
Namun, perjalanan awalnya bersama Macan Kemayoran tidak sepenuhnya mulus. Blunder saat menghadapi Persebaya Surabaya sempat menjadi sorotan, tetapi kontribusinya dalam pertandingan liga menunjukkan bahwa kualitas seorang bek tidak bisa dinilai dari satu kesalahan saja. Kini, kemampuan membaca permainan, memenangkan duel, dan membantu tim membangun serangan dari belakang menjadi aspek penting untuk melihat perkembangannya bersama Persija.
Radovan Pankov dan Blunder yang Mewarnai Debut Bersama Persija
Kedatangan Pankov pada Juli 2026 membawa ekspektasi besar. Persija membutuhkan bek berpengalaman yang bisa menambah ketenangan di lini belakang, sementara Jakmania berharap pemain asing anyar tersebut mampu memberikan dampak nyata sejak awal.
Akan tetapi, debutnya di Piala Presiden 2026 tidak berjalan sesuai harapan. Saat menghadapi Persebaya Surabaya pada 26 Juli 2026, Pankov mencetak gol bunuh diri dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-1 untuk Persija. Momen itu menjadi awal yang berat bagi bek yang datang dengan reputasi bermain di kompetisi Eropa tersebut.
Bagi seorang bek tengah, kesalahan semacam itu memang mudah menjadi sorotan. Posisi mereka menuntut konsentrasi tinggi karena satu keputusan keliru bisa berujung gol bagi lawan. Namun, menilai kualitas seorang pemain hanya dari satu pertandingan juga berisiko mengabaikan aspek penting lainnya dalam permainan.
Bukan Sekadar Blunder, Pankov Punya Kualitas Bek Modern
Di balik hasil yang mengecewakan, Persija mencatat sejumlah aspek positif dari penampilan Pankov. Klub menyoroti kemampuannya membaca permainan, kekuatan dalam duel, serta insting untuk membangun serangan dari lini belakang.
Akurasi operannya dalam pertandingan tersebut bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 90 persen. Angka ini menjadi petunjuk bahwa Pankov tidak hanya bertugas menghentikan serangan lawan, tetapi juga membantu tim menjaga penguasaan bola dan memulai distribusi ke lini tengah.
Karakter tersebut penting bagi Persija yang membutuhkan keseimbangan antara pertahanan dan pembangunan serangan. Bek modern tidak cukup hanya kuat dalam duel fisik. Mereka juga harus tenang ketika menguasai bola, mampu mengambil keputusan dengan cepat, dan memahami kapan harus mengirim umpan ke depan.
Pankov pun menunjukkan sikap yang berorientasi pada kepentingan tim. Dalam pernyataannya yang dimuat situs resmi Persija, ia menekankan pentingnya kerja sama untuk menjaga pertahanan tetap solid dan meraih clean sheet. Baginya, pertahanan yang kuat bukan hanya membuat kiper lebih aman, tetapi juga memberikan kepercayaan diri kepada para pemain di lini depan.
Dari Red Star Belgrade hingga Legia Warszawa, Ini Rekam Jejak Pankov
Untuk memahami alasan Persija merekrutnya, kita perlu melihat perjalanan karier Pankov sebelum tiba di Indonesia.
Pemain kelahiran Novi Sad, Serbia, tersebut mengawali karier profesionalnya bersama FK Vojvodina. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Rusia bersama Ural Yekaterinburg, sempat memperkuat AEK Larnaca di Siprus, lalu kembali ke Serbia untuk membela Radnički Niš.
Namanya kemudian menjadi bagian dari Red Star Belgrade, salah satu klub besar Serbia. Pankov juga memperkuat Čukarički sebelum melanjutkan karier ke Polandia bersama Legia Warszawa pada 2023 hingga 2026. Pengalaman lintas kompetisi ini memberinya kesempatan menghadapi beragam gaya permainan dan tekanan pertandingan.
Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya adalah keberhasilan bersama tim nasional Serbia U-20 menjuarai Piala Dunia U-20 FIFA 2015. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakang kompetitif yang dibawanya ketika menerima tantangan baru bersama Persija.
Pada 14 Juli 2026, Persija mengumumkan perekrutan Pankov dengan kontrak berdurasi dua musim. Klub berharap pengalamannya dapat menghadirkan ketenangan, karakter kompetitif, dan standar permainan yang lebih baik di sektor pertahanan.
Pankov Mulai Menjawab Ekspektasi di Persija
Setelah pramusim yang tidak sepenuhnya berjalan mulus, Pankov mulai mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kontribusinya dalam kompetisi resmi.
Berdasarkan data I.League yang tersedia pada 15 Oktober 2026, Pankov telah mencatatkan empat penampilan di BRI Super League 2026/2027. Ia tampil dalam kemenangan Persija atas Borneo FC Samarinda dengan skor 1-0, kemenangan 2-1 atas Persib Bandung, kemenangan 1-0 atas Java United FC, serta kemenangan 4-0 atas PSIM Yogyakarta.
Dalam pertandingan melawan PSIM, Pankov juga mencetak gol pada menit ke-70. Kontribusi tersebut menjadi tambahan catatan positif bagi bek asal Serbia itu, yang peran utamanya berada di sektor pertahanan.
Statistik yang sama mencatat 227 umpan sukses dari 248 percobaan, 17 intersepsi, 15 sapuan, dan enam tekel. Catatan ini memperlihatkan kontribusinya dalam distribusi bola maupun upaya memutus serangan lawan.
Angka-angka tersebut tentu belum otomatis menjadikan Pankov sebagai bek tanpa cela. Namun, catatan penampilan dan aksi defensifnya memberikan gambaran yang lebih utuh dibandingkan hanya mengingat satu kesalahan pada laga pramusim.
Bagi Persija, konsistensi seperti inilah yang dibutuhkan sepanjang musim. Kompetisi berlangsung panjang, dan lini belakang akan menghadapi lawan dengan karakter serta pendekatan berbeda. Pankov perlu terus menjaga konsentrasi, membangun komunikasi dengan rekan setim, dan mempertahankan kualitas pengambilan keputusan.
Tantangan Berikutnya, Menjaga Konsistensi Bersama Macan Kemayoran
Perjalanan Pankov di Persija masih panjang. Pengalaman di Eropa memang menjadi modal berharga, tetapi sepak bola Indonesia menghadirkan tantangan adaptasi tersendiri, mulai dari karakter permainan lawan hingga tuntutan untuk tampil stabil dalam jadwal kompetisi.
Karena itu, pembuktian sesungguhnya bukan hanya tentang bangkit setelah melakukan blunder. Pankov juga harus mampu mempertahankan performa, mengurangi kesalahan yang merugikan, dan menjadi bagian dari pertahanan yang dapat diandalkan.
Bagi Jakmania, ada alasan untuk menilai Pankov secara lebih menyeluruh. Ia datang dengan pengalaman, sempat melewati debut yang pahit, lalu mulai mencatatkan kontribusi nyata dalam pertandingan liga. Proses tersebut menunjukkan bahwa penilaian terhadap pemain sebaiknya tidak berhenti pada satu momen.
Blunder di pramusim mungkin akan tetap menjadi bagian dari cerita awalnya di Jakarta. Namun, jika mampu menjaga konsistensi, Pankov berpeluang membuat suporter lebih mengingat kontribusinya daripada kesalahan tersebut. Pada akhirnya, kualitas seorang bek tidak hanya terlihat ketika ia melakukan tekel penting, tetapi juga dari kemampuannya bangkit, belajar, dan terus membantu tim meraih kemenangan.
Menurut kamu, apakah Radovan Pankov bisa menjadi salah satu bek andalan Persija sepanjang musim ini? Ikuti terus informasi sepak bola terbaru hanya di Zetizen.com.





