zetizen

7 Alasan Salt Bread Jadi Roti Paling Viral 2026, Banyak Bakery Sampai Antre Panjang.

Food & Traveling
Salt Bread atau Shio Pan menjadi roti viral 2026 berkat perpaduan tekstur renyah, lembut, dan aroma butter yang khas.

Zetizen.com - Salt Bread atau Shio Pan menjadi roti yang sedang viral di berbagai bakery Indonesia. Simak alasan di balik popularitasnya, kisaran harga, hingga tempat yang membuatnya ramai diburu.Pernah melihat antrean panjang di depan bakery hanya demi membeli satu jenis roti? Itulah yang sedang terjadi pada Salt Bread atau Shio Pan.

Bagian luarnya renyah dengan dasar roti yang sedikit garing karena mentega meleleh saat dipanggang, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan ringan. Perpaduan tekstur inilah yang membuat banyak orang rela mengantre sejak pagi sebelum bakery membuka pintunya. Di Indonesia, tren ini semakin terasa setelah beberapa bakery menghadirkan Salt Bread sebagai menu utama.

Roti gurih dengan aroma butter yang kuat ini berhasil menjadi salah satu kuliner paling viral sepanjang 2026. Berawal dari Jepang, kemudian populer di Korea Selatan, kini Salt Bread memenuhi lini masa TikTok, Instagram, hingga YouTube dan membuat banyak orang penasaran ingin mencobanya. Mengapa roti yang tampak sederhana ini bisa menjadi fenomena kuliner? Berikut tujuh alasan yang membuat Salt Bread masih menjadi primadona di berbagai bakery.

1. Berawal dari Jepang, Lalu Mendunia Lewat Korea Selatan

Salt Bread dikenal di Jepang dengan nama Shio Pan, yang berarti roti garam. Meski namanya sederhana, proses pembuatannya tidak bisa dianggap biasa. Adonan roti dibentuk melingkari potongan mentega, kemudian dipanggang hingga mentega meleleh dan menghasilkan bagian bawah yang renyah serta berwarna keemasan.

Popularitasnya mulai melonjak ketika bakery di Korea Selatan menjadikan Shio Pan sebagai menu andalan. Banyak toko roti menghadirkan konsep khusus yang hanya menjual Salt Bread dengan berbagai varian rasa. Fenomena ini kemudian menyebar ke berbagai negara melalui unggahan food blogger, influencer kuliner, dan konten media sosial yang memperlihatkan proses memanggang hingga butter yang meleleh saat roti dibelah.

Tak butuh waktu lama, bakery di Indonesia mulai mengikuti tren tersebut. Popularitasnya semakin meningkat karena banyak konsumen mencari alternatif pastry yang lebih sederhana tetapi tetap kaya rasa. Kini Salt Bread tidak hanya ditemukan di Jakarta, tetapi juga Bandung, Bekasi, Surabaya, Yogyakarta, hingga beberapa kota besar lainnya.

2. Viral Berkat TikTok, Instagram, dan YouTube

Tidak bisa dimungkiri, media sosial menjadi mesin utama yang membuat Salt Bread dikenal luas. Video berdurasi kurang dari satu menit yang memperlihatkan tekstur roti saat dibelah, suara renyah bagian bawah roti, hingga butter yang meleleh berhasil menarik jutaan penonton. Konten seperti ini sering muncul di halaman For You Page TikTok dan Instagram Reels.

Banyak kreator kuliner juga mengunggah review ketika mereka mencoba Salt Bread yang masih hangat dari oven. Ekspresi puas saat melihat isi dalam roti yang kopong ditambah visual butter yang mengilap, membuat banyak orang ikut penasaran. Fenomena tersebut memunculkan efek berantai. Semakin banyak video yang viral, semakin banyak pula bakery yang menghadirkan Salt Bread sebagai menu baru. Tidak sedikit toko yang membatasi jumlah pembelian karena stok harian mereka habis hanya dalam beberapa jam.

3. Teksturnya Berbeda dari Roti Biasa

Sekilas, Salt Bread memang terlihat seperti roti gulung pada umumnya. Namun, sensasi yang diberikan saat digigit jauh berbeda. Lapisan luarnya terasa tipis dan renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut, ringan, dan sedikit kenyal. Aroma butter langsung terasa sejak roti diangkat dari kemasan, berpadu dengan rasa gurih dari taburan garam yang tidak berlebihan.

Keunikan lain terdapat pada bagian bawah roti yang menjadi favorit banyak orang. Mentega yang meleleh selama proses pemanggangan menciptakan lapisan tipis yang garing sehingga setiap gigitan menghadirkan kombinasi tekstur yang sulit ditemukan pada roti biasa.

4. Banyak Bakery Indonesia Ikut Menghadirkan Salt Bread

Demam Salt Bread membuat banyak bakery di Indonesia berlomba menghadirkan versi terbaik mereka. Di Jakarta, nama Little Salt Bread di kawasan Blok M menjadi salah satu yang paling sering muncul di media sosial. Pada jam-jam tertentu, antrean pelanggan terlihat mengular sebelum toko membuka pintu. Tidak sedikit yang datang lebih awal karena khawatir kehabisan stok.

Fenomena serupa juga terjadi di bakery lain seperti Super Furry dan Nool Strala yang menawarkan karakter Salt Bread berbeda. Ada yang lebih menonjolkan aroma butter, ada pula yang mempertahankan cita rasa gurih klasik khas Shio Pan. Tren ini kemudian merambah ke Bandung, Bekasi, Surabaya, hingga Yogyakarta.

Bakery artisan di berbagai kota mulai menambahkan Salt Bread ke dalam menu harian mereka karena permintaan terus meningkat. Bahkan beberapa toko menerapkan sistem produksi bertahap agar pelanggan bisa menikmati roti yang benar-benar baru keluar dari oven. Bagi banyak pembeli, pengalaman menikmati Salt Bread saat masih hangat menjadi daya tarik tersendiri. Aroma mentega yang memenuhi ruangan bakery dan suara renyah ketika roti dibelah menjadi pengalaman yang sulit didapatkan jika roti sudah dingin.

5. Harganya Masih Ramah di Kantong

Meski menyandang status sebagai roti viral, harga Salt Bread masih tergolong terjangkau dibandingkan banyak pastry premium lainnya. Di berbagai bakery Indonesia, Salt Bread original umumnya dijual dengan kisaran Rp18.000 hingga Rp40.000 per buah. Perbedaan harga biasanya dipengaruhi oleh ukuran roti, kualitas butter yang digunakan, hingga lokasi bakery.

Untuk varian premium, harganya bisa mencapai Rp45.000 hingga Rp55.000. Isian seperti truffle, pistachio, smoked beef, cream cheese, atau salted caramel menjadi alasan mengapa harga varian ini sedikit lebih tinggi. Meski demikian, banyak pelanggan tetap memilih Salt Bread original karena dianggap mampu menghadirkan rasa autentik. Butter yang melimpah dan taburan garam yang pas sudah cukup memberikan pengalaman menikmati Shio Pan tanpa tambahan isian.

6. Varian Rasanya Semakin Beragam

Awalnya Salt Bread hanya hadir dalam satu rasa, yaitu original. Namun, popularitasnya membuat banyak bakery berinovasi dengan berbagai pilihan yang lebih beragam. Varian Garlic Butter menjadi salah satu favorit karena menghadirkan aroma bawang putih yang harum tanpa menghilangkan rasa gurih khas Salt Bread.

Selain itu, tersedia juga pilihan Cheese, Matcha, Chocolate, Lotus Biscoff, Pistachio, Cream Cheese, Egg Mayo, Tuna Mayo, hingga Smoked Beef. Meski pilihan rasa semakin banyak, banyak pencinta Salt Bread tetap menganggap versi original sebagai standar terbaik untuk menilai kualitas sebuah bakery. Jika Salt Bread original sudah terasa lezat, biasanya varian lainnya juga memiliki kualitas yang tidak kalah menarik.

7. Salt Bread Jadi Ikon Tren Bakery Sepanjang 2026

Tidak semua makanan viral mampu bertahan lama. Namun, Salt Bread memiliki peluang lebih besar karena tidak hanya mengandalkan popularitas media sosial, tetapi juga menawarkan kualitas rasa yang konsisten. Selain cocok dinikmati sebagai camilan, Salt Bread juga mudah dipadukan dengan berbagai minuman seperti kopi hitam, latte, cappuccino, hingga teh hangat.

Kombinasi inilah yang membuat banyak orang menjadikannya menu sarapan atau teman bekerja di sore hari. Fenomena ini juga menunjukkan perubahan selera konsumen. Jika beberapa tahun lalu pastry berlapis seperti croissant menjadi primadona, kini banyak orang mulai mencari roti dengan cita rasa yang lebih sederhana tetapi tetap berkualitas. Melihat antusiasme masyarakat dan semakin banyak bakery yang menghadirkannya, bukan tidak mungkin Salt Bread akan terus menjadi salah satu ikon tren bakery sepanjang 2026.

Halaman: