zetizen

Wijaya80 Makin Eksis, Vibes Musiknya Tetap Nostalgia tapi Ceritanya Relate Banget

Music
Personil Wjaya80. Sumber: Instagram @dudhylisatrio

Zetizen.com - Nama Wijaya80 semakin menarik perhatian di tengah ramainya musik Indonesia. Grup yang beranggotakan Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe ini membawa karakter pop dengan sentuhan musik era 1980-an. Namun, daya tarik mereka tidak hanya terletak pada nuansa retro yang dihadirkan.

Cerita dalam lagu-lagu Wijaya80 justru menjadi salah satu alasan musik mereka terasa dekat. Tema cinta, hubungan, patah hati, hingga kenangan dikemas dengan aransemen yang membawa pendengar seperti kembali ke masa lalu, tetapi tetap relevan dengan kehidupan sekarang.

Musik Nostalgia dengan Cerita yang Dekat

Konsep nostalgia menjadi bagian penting dari identitas Wijaya80. Mereka tidak sekadar menggunakan suara dan estetika lawas, tetapi juga mencoba menghadirkan suasana yang berbeda di tengah dominasi produksi musik modern.

Menariknya, cerita yang dibawa justru tidak terasa kuno. Lagu-lagu mereka banyak berbicara mengenai perasaan yang masih sering dialami pendengar saat ini. Karena itu, musik Wijaya80 bisa dinikmati sebagai nostalgia sekaligus menjadi teman untuk berbagai situasi emosional.

Salah satu karya yang menunjukkan pendekatan tersebut adalah “Lagu Kenangan”. Single ini resmi dirilis pada 26 Juni 2026 dan mengangkat cerita tentang cinta yang telah berakhir, tetapi kenangannya masih tertinggal.

Kolaborasi dengan Arsy Widianto dan Sal Priadi

Tahun 2026 menjadi periode yang cukup aktif bagi Wijaya80. Mereka tidak hanya merilis karya sendiri, tetapi juga memperluas warna musik melalui kolaborasi dengan sejumlah penyanyi Indonesia.

Salah satunya adalah kolaborasi bersama Arsy Widianto melalui lagu “Ini Adalah Cinta” yang dirilis pada Mei 2026. Lagu tersebut mengusung nuansa pop era 1980-an dengan sentuhan vintage yang terasa natural, tetapi tetap terdengar modern.

Wijaya80 kemudian berkolaborasi dengan Sal Priadi melalui “Bulan Bintang, Garis Menyilang” yang dirilis pada Maret 2026. Lagu ini mengangkat kisah cinta di tengah perbedaan keyakinan dan memberikan warna cerita yang berbeda bagi pendengar.

Berbagai kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa Wijaya80 tidak terpaku pada satu formula. Warna retro tetap menjadi identitas mereka, tetapi dapat berkembang ketika dipadukan dengan karakter vokal dan musikalitas penyanyi lain.

“Lagu Kenangan” Bawa Vibes Galau yang Familiar

Halaman: