TRENDING
Zetizen — Media Inspirasi & Gaya Hidup Generasi Muda Indonesia•Ikuti Kuis Interaktif Zetizen dan Uji Pengetahuanmu!•Temukan Tren Terbaru Seputar Musik, Fashion, dan Pop Culture•Zetizen — Media Inspirasi & Gaya Hidup Generasi Muda Indonesia•Ikuti Kuis Interaktif Zetizen dan Uji Pengetahuanmu!•Temukan Tren Terbaru Seputar Musik, Fashion, dan Pop Culture•
Advertisement

Harusnya Horror Tayang 20 Agustus, Film Reza Arap Bawa Satir Creator Economy dan Kisah Persahabatan

n
Sabtu, 15 Agu 2026•15 Agu 2026
Harusnya Horror Tayang 20 Agustus, Film Reza Arap Bawa Satir Creator Economy dan Kisah Persahabatan
Press Conference film harusnya horror, pada tanggal 13 Agustus 2026. Sumber: Dok. PribadiFoto: najwa devinatasha / Zetizen Media
Advertisement

Zetizen.com – Reza “Arap” Oktovian resmi memasuki dunia penyutradaraan lewat film Harusnya Horror. Tidak hanya menggabungkan komedi dan horor, film produksi Ess Jay Pictures ini juga membawa cerita tentang persahabatan, kehilangan, pengorbanan, serta fenomena creator economy yang semakin berkembang.

Harusnya Horror dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.

Film ini menghadirkan cerita yang absurd dan komedi yang dekat dengan karakter para pemainnya. Namun, di balik kemasannya tersebut terdapat sisi emosional yang menjadi salah satu kekuatan utama film.

Press release film menyebutkan bahwa sejumlah penonton bahkan merasa emosional hingga menangis ketika mencapai bagian akhir film. Cerita persahabatan menjadi bagian penting melalui perjalanan para karakter dalam menghadapi proses saling membantu, pengkhianatan, memaafkan, dan pengorbanan.

Bukan Sekadar Komedi Horor

Reza Oktovian bersama tim tidak hanya membawa unsur horor sebagai daya tarik utama. Harusnya Horror juga mencoba menyelipkan satir mengenai creator economy yang berkembang di Indonesia.

Film ini menggambarkan bagaimana kehidupan content creator di era digital membuat berbagai momen dapat berubah menjadi konten demi mengejar perhatian publik dan popularitas.

Produser Sridhar Jetty menjelaskan bahwa tema tersebut menjadi salah satu alasan Harusnya Horror memiliki relevansi dengan situasi yang terjadi saat ini.

“Meski genrenya komedi-horor, tetapi film ini punya makna yang relevan, tentang situasi creator economy, saat semuanya dijadikan konten,” ujar Sridhar Jetty dalam press release film.

Menurutnya, isu tersebut disampaikan melalui bentuk komedi sekaligus satir agar tetap dapat menghibur penonton.

Dengan demikian, Harusnya Horror tidak berhenti pada upaya membuat penonton tertawa atau terkejut dengan adegan horor, tetapi juga mengajak penonton melihat sisi lain dari kehidupan content creator.

Reza Arap Bawa Pendekatan Komedi yang Berbeda

Sebagai debut penyutradaraan, Reza Arap terlibat sejak proses pengembangan konsep hingga proses syuting.

Dalam press conference, penulis Rahabi Mandra mengungkapkan bahwa proses penulisan Harusnya Horror menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dirinya dan Reza sama-sama memiliki referensi dari anime One Piece.

Keduanya kemudian menggunakan karakter seperti Luffy dan Usopp sebagai salah satu referensi awal dalam membangun karakter serta pendekatan komedi film.

Rahabi mengatakan pendekatan tersebut kemudian dikembangkan bersama Reza hingga menghasilkan konsep yang dinilai sesuai dengan gaya komedi sang sutradara.

Dari proses tersebut, lahirlah film yang mencoba memadukan komedi absurd dengan cerita yang memiliki emotional core.

Reza sendiri mengatakan Harusnya Horror merupakan karya pertama mereka dalam konteks film. Ia juga menilai setiap penonton nantinya dapat merasakan pengalaman yang berbeda setelah menyaksikan film tersebut.

Menurut Reza, bahkan jika hanya lima orang yang menonton film ini, masing-masing bisa keluar dari bioskop dengan perasaan yang berbeda. Baginya, hal tersebut menjadi salah satu hasil terbaik yang dapat diberikan melalui film tersebut.

Jadi Film Pertama untuk Para Member AAAClan

Harusnya Horror juga menjadi debut akting layar lebar bagi seluruh member AAAClan.

Mereka adalah George Tierson (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong). Film ini juga melibatkan Reynavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarno, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos atau Cellos.

Bagi para pemain, proses menuju film layar lebar tidak hanya dilakukan melalui kegiatan syuting. Mereka juga menjalani proses development, acting coach, workshop, hingga bootcamp untuk membangun karakter dan chemistry.

Dalam press conference, Ibot dan Niko menjelaskan bahwa mereka sempat mengikuti workshop serta bootcamp bersama. Kegiatan tersebut digunakan untuk membicarakan film, bertukar perasaan, dan memahami karakter masing-masing.

Proses bonding juga dilakukan di luar kegiatan formal. Para pemain mengaku sering berkomunikasi melalui chat, menelepon, bercanda, dan menghabiskan waktu bersama.

Kedekatan tersebut menjadi modal penting karena sebagian besar pemain memang sudah memiliki hubungan pertemanan sebelum terlibat dalam film.

Persahabatan Menjadi Jantung Cerita

Di balik unsur komedi dan horornya, Harusnya Horror juga membawa cerita tentang persahabatan. Hubungan antarkarakter dalam film digambarkan melalui berbagai situasi, mulai dari saling membantu, menghadapi konflik, hingga proses memaafkan dan berkorban.

Para pemain juga menilai hubungan pertemanan menjadi salah satu hal penting selama proses produksi. Kebersamaan yang dibangun melalui workshop, bootcamp, hingga aktivitas di luar proses syuting membantu mereka membangun chemistry sebagai sebuah kelompok.

Reina Vesca juga menyampaikan bahwa waktu bersama sahabat merupakan sesuatu yang berharga. Menurutnya, kesempatan untuk berkumpul dan semakin dekat dengan orang-orang terdekat tidak seharusnya dilewatkan begitu saja.

Melalui cerita persahabatan tersebut, Harusnya Horror tidak hanya menawarkan unsur komedi dan horor, tetapi juga menghadirkan sisi emosional yang menjadi bagian penting dalam perjalanan para karakternya.

Menjadi Kenangan Terakhir Lula Lahfah

Salah satu aspek emosional lain dalam Harusnya Horror adalah keterlibatan almarhumah Lula Lahfah.

Film ini menjadi karya terakhir Lula Lahfah sekaligus bagian dari kenangan yang ditinggalkan selama proses produksi. Bagi Reza, kehadiran Lula menjadi salah satu memori terpenting dalam perjalanan pembuatan film tersebut.

Dalam press conference, Reza mengungkapkan bahwa ketika film tersebut ditonton lebih dulu, ia sengaja memberikan satu tempat khusus untuk Lula.

Keputusan tersebut sempat mendapatkan respons negatif dari sebagian pihak. Namun, Reza memilih tetap melakukannya karena menganggap Lula merupakan bagian dari perjalanan film tersebut.

Kehadiran Lula juga terasa bagi pemain lainnya. Malka Rafasya, yang menjadi salah satu pemain termuda dalam film, menyebut Lula sebagai sosok yang paling dekat dengannya selama proses pembuatan film.

Tiket Advance Sales Ludes di Sejumlah Kota

Sebelum resmi tayang, Harusnya Horror telah mendapatkan respons positif melalui penjualan tiket Advance Ticket Sales (ATS).

Press release menyebut tiket ATS film tersebut telah ludes di sejumlah kota, di antaranya Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Samarinda, dan Pontianak.

Antusiasme tersebut tidak hanya datang dari penggemar Marapthon dan AAAClan. Film ini juga diarahkan untuk menjangkau penonton film Indonesia secara lebih luas melalui perpaduan komedi, horor, serta cerita emosional mengenai persahabatan dan kehilangan.

Harusnya Horror dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.

Harusnya Horror tidak hanya menawarkan perpaduan komedi dan horor, tetapi juga menghadirkan cerita tentang hubungan manusia, kehilangan, serta bagaimana dunia digital memengaruhi kehidupan para content creator. Debut Reza Arap sebagai sutradara ini menjadi salah satu hal yang menarik untuk dinantikan di bioskop Indonesia.

Bagi Anda yang penasaran dengan gaya penyutradaraan Reza Arap dan ingin menyaksikan perpaduan horor, komedi, serta kisah persahabatan, jangan lewatkan Harusnya Horror yang tayang mulai 20 Agustus 2026. Simak terus artikel film terbaru untuk mengetahui informasi menarik lainnya.

Advertisement

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

602 pembaca telah memberikan tanggapan

Related Article

Lihat Semua
Advertisement