
Zetizen - Udah pede tampil kece buat hangout, tapi ternyata ada orang lain dengan outfit kembaran. Waduh, langsung nggak nyaman banget kan? Rasanya langsung auto awkward banget kan?
Makanya, biar style tetap unik dan nggak kembaran, Gen Z sekarang rajin banget berburu hidden gems lewat thrifting. Fenomena belanja pakaian preloved ini makin naik daun. Bukan cuma karena murah, tapi juga karena seru dan pastinya bisa bikin style kamu beda dari yang lain.
Kalau dulu orang masih menganggap thrifting sebagai belanja baju bekas, sekarang pandangannya berubah total. Pasar loak yang dulu hanya dianggap tempat baju sisa, kini jadi surga fashion buat anak muda. Lihat aja Pasar Senen, Jakarta, atau Gedebage, Bandung. Kedua tempat ini udah jadi destinasi wajib buat Gen Z yang doyan thrifting.
Tren ini makin meledak di media sosial, tren ini semakin meledak. Tagar #ThriftingHaul di TikTok sudah ditonton jutaan kali, bahkan banyak influencer yang menjadikan thrifting sebagai konten utama. Nggak heran kalau sekarang hasil hunting baju di pasar loak bisa jadi bahan OOTD yang langsung masuk FYP.
Berikut beberapa alasan kenapa thrifting bukan sekadar tren sesaat, tapi sudah jadi gaya hidup baru bagi anak muda:
1. Outfit Lebih Personal, Anti Kembar, dan Stylish
Bagi Gen Z, thrifting adalah cara mengekspresikan diri. Outfit hasil hunting ini bikin penampilan terasa lebih personal, beda dari orang lain, dan pastinya stylish.
Bayangkan saja, jaket vintage atau kemeja branded bisa kamu bawa pulang dengan harga belasan ribu rupiah, tapi hasilnya bisa bikin look seperti keluar dari butik mahal.
2. Hemat dan Ramah Kantong
Salah satu alasan terbesar thrifting digemari adalah soal harga. Banyak anak muda sadar bahwa fashion nggak harus mahal. Dengan sedikit usaha dan kreativitas, mereka bisa tampil kece tanpa bikin dompet bolong.
3. Dukung Sustainable Fashion
Thrifting juga punya dampak positif buat lingkungan. Dengan membeli pakaian preloved, berarti kamu ikut mengurangi limbah tekstil dari industri mode yang sering dikritik karena mencemari lingkungan.
Gen Z banyak yang sadar bahwa gaya bisa tetap keren sambil peduli lingkungan.
4. Ada Seni Hunting dan Mix & Match
Thrifting bukan cuma belanja, tapi juga soal seni mencari barang unik. Banyak anak muda teliti memilih baju dari bahan, jahitan, sampai ukuran. Mereka bahkan punya trik sendiri untuk mix and match.
Contohnya:
Kemeja flanel oversize dipadukan dengan inner basic dan ripped jeans.
Dress vintage jadi lebih fresh kalau dipakai bareng sneakers putih.
Hasilnya? Outfit thrifting bisa bersaing dengan koleksi butik terkenal.



