
Zetizen - Sejak pertama kali diumumkan, proyek ini sudah menarik perhatian penggemar karena menampilkan dua aktor yang dikenal dengan kemampuan akting natural dan chemistry yang kuat di layar. Setelah resmi tayang, drama ini berhasil jadi salah satu tontonan yang paling banyak dibicarakan di platform streaming.
Sinopsis Would You Marry Me
Berbeda dari kebanyakan rom-com yang berfokus pada kisah cinta di kantor atau dunia kerja, Would You Marry Me membawa premis yang lebih absurd namun tetap terasa hangat. Ceritanya dimulai ketika Yoo Me Ri (Jung So Min) memenangkan sebuah rumah mewah dari undian pernikahan.
Namun, ada satu syarat yang tidak bisa ia abaikan: untuk bisa mendapatkan rumah itu, ia harus menikah terlebih dahulu. Sayangnya, hubungan Me Ri dengan kekasihnya justru kandas sebelum hari besar tiba.
Dalam situasi yang kacau, ia akhirnya memutuskan menikah kontrak dengan Kim Woo Joo (Choi Woo Shik), seorang pria asing yang ia temui secara kebetulan.
Konflik yang Manis, tapi juga Realistis
Seiring berjalannya waktu, pernikahan kontrak ini justru menimbulkan banyak kejadian lucu sekaligus mengharukan. Me Ri dan Woo Joo yang awalnya hanya berperan demi kesepakatan bisnis mulai terjebak dalam emosi yang sulit dijelaskan.
Dari sinilah drama ini mengembangkan dinamika hubungan yang manis, tetapi juga realistis. Tidak ada momen yang terasa berlebihan, justru banyak bagian yang membuat penonton berpikir, “Wah, ini bisa banget kejadian di dunia nyata.”
Salah satu kekuatan terbesar drama ini adalah chemistry antara dua pemeran utamanya. Jung So Min dikenal dengan kemampuan akting yang ekspresif sejak Because This Is My First Life, sementara Choi Woo Shik membawa pesona lembutnya seperti di Our Beloved Summer.
Ketika keduanya disatukan, hasilnya adalah interaksi yang alami dan menyenangkan untuk diikuti. Penonton bisa merasakan kehangatan dan kecanggungan di waktu yang sama, sesuatu yang menjadi ciri khas rom-com Korea yang berhasil.
Visual Ciamik Menambah Emosi
Selain dari sisi akting, Would You Marry Me juga unggul secara visual. Tata sinematografinya menggunakan warna-warna lembut dan pencahayaan yang hangat, menciptakan suasana cozy di setiap adegan. Setting rumah yang menjadi pusat cerita juga dibuat dengan detail menarik, seakan menjadi karakter tersendiri dalam drama ini.
Banyak penonton menyebut bahwa menonton drama ini terasa seperti melihat potongan kehidupan sederhana yang indah.
Konsep Cerita yang Berbeda dari yang Lain
Yang membuat Would You Marry Me terasa berbeda adalah cara drama ini memaknai konsep pernikahan dan komitmen. Alih-alih menampilkan romansa klise, drama ini lebih fokus pada bagaimana dua orang asing belajar mempercayai satu sama lain, menghadapi rasa takut, dan berani membuka diri terhadap kemungkinan cinta baru.
Lewat caranya yang ringan, drama ini berhasil menyampaikan pesan bahwa cinta tidak selalu muncul di tempat atau waktu yang sempurna, tapi tumbuh lewat proses saling mengenal dan menerima.
Balutan Tawa yang Turut Menjadi Penyegar
Menariknya, Would You Marry Me juga menghadirkan banyak momen komedi yang tidak dibuat-buat. Adegan-adegan kocak yang muncul justru terasa spontan, membuat drama ini mudah dinikmati setelah hari yang panjang.
Itulah mengapa drama ini cocok untuk ditonton siapa pun yang sedang mencari hiburan ringan tanpa kehilangan kedalaman cerita.
Di tengah banyaknya drama dengan tema berat dan misterius, Would You Marry Me muncul sebagai penyegar.



