Zetizen.com – Sepuluh minggu berlalu sejak drama Korea Goblin berakhir. Sayangnya, belum ada drama pengganti dari tvN yang bisa mendulang kesuksesan yang sama. Tomorrow with You yang juga mengusung unsur fantasi terbukti gagal. Bagaimana dengan Chicago Typewriter yang dibintangi Yoo Ah-in, Im Soo-jung, dan Go Kyung-pyo? Yang jelas, drama garapan sutradara Kim Cheol-kyu ini tetap harus kamu tonton! Ini alasannya.

#1 Pesona Yoo Ah-in

Aktor kelahiran 1986 ini memang dikenal nggak mau stuck pada satu image. Drama komedi romantis (Like for Likes) sampai drama sejarah (Six Flying Dragons) pernah dia mainkan. Karakter miskin maupun kaya selalu dia bawakan dengan apik dan penuh totalitas. Sepertinya dia nggak pernah takut terlihat jelek sehingga aktingnya terkesan real.

Han Se-joo yang Dingin tapi Jaim (Foto: koreandrama)

Dalam Chicago Typewriter, Yoo Ah-in berperan sebagai penulis novel best seller bernama Han Se-joo. Dia kaya raya, punya masa lalu kelam, dan nggak gampang percaya orang lain. Yap, saking negative thingking-nya, kita sampai ikut sebal! Di sisi lain, Yoo Ah-in juga berperan sebagai seorang penulis pada 1930-an di Kyungsung, Busan. Sejauh ini (episode 2), penonton masih dibuat penasaran siapa penulis di masa lalu itu. Apakah Chicago Typewriter akan mengusung reinkarnasi seperti Goblin atau sebatas dua timeline berbeda yang karakternya nggak saling berhubungan seperti Legend of the Blue Sea?

#2 Momen Comeback Im Soo-jung

Mungkin banyak yang nggak familiar dengan Im Soo-jung. Aktris kelahiran 1979 ini dikenal lewat drama Sorry I Love You (KBS). Ratingnya cukup tinggi lho! Tayang pada 2004, Chicago Typewriter menjadi drama comeback Im Soo-jung setelah 13 tahun.

Sayangnya, Saimdang Light’s Diary menjadi bukti kalau momen comeback nggak menjanjikan rating tinggi. Tapi, yang perlu diperhatikan di drama ini adalah chemistry-nya. Meski berbeda usia tujuh tahun, chemistry Im Soo-jung dan Yoo Ah-in sama sekali nggak terlihat kaku sejak episode pertama.

Im Soo-jung (Foto: tvN)

Im Soo-jung berperan sebagai Jeon Seol. Dia seorang atlet olimpiade, jago beladiri, dan merupakan fans fanatik Han Se-joo. Berbagai hal ‘‘aneh’’ membuatnya terus terlibat dalam hidup sang penulis. Sama seperti Han Se-joo, kadang-kadang dia mendapat pengelihatan dirinya di masa lalu. Sayangnya, dirinya di masa lalu membunuh seseorang.

#3 Setting Vintage ala 1930-an

Sepertinya tvN lagi senang ‘‘bermain-main’’ dengan waktu. Setelah Tomorrow with You mengajak kita ke masa depan, Chicago Typewriter mengajak kita bernostalgia di era 30-an. Pas banget buat yang suka hal-hal vintage. Yoo Ah-in pun bertransformasi dengan rambut yang lebih messy dan gaya berpakaian yang lebih rebel. Sepertinya, karakter di masa lalu itu adalah seorang penulis yang juga aktivis. Tulisan-tulisan kontroversial membuatnya harus menghadapi petaka. Lalu, apa hubungannya dengan Han Se-joo di masa kini?

Yoo Ah-in sebagai penulis di era 1930-an (Foto: tvN)

#4 Mood yang Mirip Goblin

Sejak episode pertama, kita dibuat ingat dengan Goblin yang dimainkan Gong Yoo dan Kim Go-eun. Baik itu dari sinematografi, mood yang dibangun, bahkan jenis soundtrack yang dimainkan. Mirip seperti saat Ji Eun-tak di Kanada bersama Sang Goblin. Jadi, buat kamu yang belum bisa move on dari Goblin, kamu harus nonton Chicago TypewriterMood seperti ini semakin membuat setting 1930-an terlihat menarik.

#5 Banyak Hal Misterius yang Bikin Penasaran

Meski rating dua episode pertamanya nggak terlalu tinggi, ada kemungkinan angka itu terus meningkat. Sebab, Chicago Typewriter bakal bikin penonton penasaran di setiap akhir episode. Inilah beberapa misteri yang diusung:

  1. Mesin ketik yang dihadiahkan kepada Han Se-joo jelas berhantu. Setiap Se-joo mendekati mesin itu, dia langsung terbayang sosok dirinya di masa lalu. Seperti apa jenis hantunya?
  2. Sebuah cahaya misterius keluar dari tubuh seekor anjing dan masuk ke dalam mesin ketik. Sebelumnya, anjing itulah yang menuntun Jeon Seol kepada Han Se-joo. Cahaya apakah itu?
  3. Setelah satu bulan nggak produktif, kepala penerbit merekrut seorang ghostwriter. Tanpa menunjukkan sosok ghostwriter itu, penonton diajak kembali ke ruang kerja Se-joo. Di sana, sosok Go Kyung-pyo dari Reply 1989 datang dan mulai menulis di mesin ketik tersebut. Apakah dia sang ghostwriter?
Chicago Typewriter Korean Drama Go Kyung-pyo
Ghostwriter atau Ghost Writer (Penulis Hantu)? (Foto: tvN)

Gimana menurutmu? Apakah Chicago Typewriter bisa seheboh Goblin? Tapi, drama ini recommended buat kamu yang suka drama fantasi dan time travel. Semoga saja penulis Jin Soo-wan nggak bakal bikin kita cepat bosan.

Share
Create Your Own Article!