Foto: Universitas Indonesia

Zetizen.com - Menurut data World Health Organization (WHO), Indonesia masih mengalami defisit dokter. Hal ini tentunya bikin dokter jadi profesi yang sangat dibutuhkan dan banyak dicari. Sayangnya, meski sebenarnya banyak juga orang yang pengin jadi dokter, pendidikan dokter terkenal lama, sulit dan terutama, berbiaya mahal. Padahal, tahu nggak sih kalau sebenarnya pendidikan Kedokteran saat ini udah nggak semahal yang dibayangkan. Sebab udah banyak fasilitas dan keringanan yang diberikan buat mahasiswa kedokteran. Misalnya, yang berikut ini.

 

UKT Sesuai dengan Kemampuan Orang Tua

Asal kamu bisa masuk lewat jalur SNMPTN atau SBMPTN, jumlah UKT (uang kuliah tungga, alias SPP) yang dibebankan pada tiap mahasiswa bakal disesuaikan dengan penghasilan orang tua. Caranya, pihak kampus bakal meng-audit seluruh aspek keuangan keluarga mulai dari gaji orang tua, tagihan listrik, air dan tanggungan lain. Tentunya cara ini terbilang fair. Sebab, bagi yang berasal dari golongan kurang mampu namun sudah diterima di program studi kedokteran, Jumlah UKT nya akan murah bahkan gratis. Sebaliknya, bagi mereka yang memang datang dari kalangan mampu, UKT nya pun juga akan menyesuaikan.

Nilai UKT minimum itu sendiri beragam. Bisa mulai dari 0 Rupiah hingga Jutaan rupiah tiap semester, tergantung kebijakan tiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dan itu pun kamu masih bisa melakukan banding kalau masih merasa keberatan sama UKT-mu kok, asal disertai sama alasan-alasan yang logis dan bukti.  

 

Biaya Kuliah PTN Sudah Dipotong Subsidi

Nah kalau kamu nyari Fakultas Kedokteran yang murah, maka memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) wajib hukumnya. Sebab, biaya kuliah mahasiswa PTN benar-benar mendapat pengawasan yang ketat dari pemerintah, termasuk potongan harga alias subsidi dari departemen pendidikan.

Menurut data Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tarif UKT PTN buat golongan termahal (golongan V) itu maksimal Rp. 25 juta. Padahal, biaya operasional Pendidikan Dokter itu sebenarnya mencapai Rp. 37-48 juta loh! Ternyata, terpangkasnya biaya itu karena pemberian subsidi dari pemerintah.

“Jadi biaya yang ditanggung mahasiswa sebesar Rp. 25 juta itu sudah dipotong subsidi.” sebut Menteri Ristekdikti M. Nasir kepada Jpnn.

 

(foto: isagenixhealth)

 

UKT Sudah Mencakup Biaya Tambahan

Yang namanya Pendidikan Dokter, pastinya bakal banyak diisi praktik-praktik laboratorium buat memperbanyak jam terbang mereka dengan subjek medis yang real.Masalahnya, praktik medis itu jelas nggak murah. Apalagi, dengan banyaknya praktik, tentunya makin banyak pula pengeluaran yang harus dibayar.

Nah, kalau di zaman sebelum UKT biaya praktik ini masih harus dibayar terpisah, maka kehadiran UKT menghilangkan regulasi tersebut. Yap, kamu nggak perlu lagi bayar tiap SKS, uang gedung, uang praktikum, uang ujian, bahkan uang wisuda sekali pun! Sebab, kayak nama UKT yang berarti Uang Kuliah Tunggal, idealnya, nggak ada lagi pembayaran yang perlu kamu lakukan diluar UKT.

 

Beasiswa Makin Banyak

Bersyukur lah, karena di zaman serba online ini mahasiswa jadi makin mudah mendapat akses beasiswa. Beasiswa yang meng-cover Pendidikan Dokter pun banyak. Misalnya beasiswa Djarum maupun beasiswa bank-bank kayak BI, Mandiri, BRI, dll. Bahkan tiap-tiap universitas pun biasanya punya beasiswa internal yang diperuntukkan buat mahasiswanya yang berprestasi. Dengan beasiswa itu, kamu bisa dapat potongan biaya kuliah dan uang saku tambahan!

Yang jelas, agar bisa mendapatkan beasiswa itu kamu harus mampu meraih prestasi akademik dan non-akademik yang bagus. Jadi nggak cuma bagus di nilai, kamu juga harus aktif di organisasi dan hal-hal lain di luar pelajaran formal. So, bulatkan niat dari sekarang yah!

Kalau kamu masih merasa kuliah kedokteran terlalu mahal, simak tips meringankan biaya kuliahmu di Tips Meringankan Biaya Kuliah Kedokteran

 

Editor: Bogiva

Share
Create Your Own Article!