Makdyan Kaamiliaa (Foto: dok.pribadi)

 

Zetizen.comMindset tentang cewek cuma cocok kerja kantoran atau jadi ibu rumah tangga itu seharusnya dibuang jauh-jauh. Sebab, banyak bukti kalau cewek bisa mengerjakan pekerjaan cowok. Misalnya, Makdyan Kaamiliaa yang kuliah di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Kegiatan mengelas logam, naik ke atas kilang pabrik, dan membuat alat pendukung pabrik pernah dia lakukan.

“Awalnya, aku dikasih tahu kalau ada beasiswa penuh dari PNJ yang bekerja sama dengan PT Badak. Karena aku tertarik dan tertantang buat keluar dari zona nyaman, aku coba ikut deh,” kata Makdyan saat ditanya Tim Zetizen. Dari situlah Kamilia mulai mencoba hal-hal baru yang bahkan nggak pernah terpikirkan olehnya, yaitu mempelajari teknik mesin.


Sebenarnya, cewek alumni SMA Negeri 5 Surabaya ini sudah diterima di jurusan akutansi Universitas Airlangga. Bahkan, dia sudah ikut ospek. Tapi, karena menurutnya prospek di PNJ lebih bagus, Kamilia memilih ikut tes di PT Badak di Bontang, Kalimantan Timur, dan melanjutkan pendidikan di sana. Tes yang dijalani sama seperti ujian masuk perguruan tinggi lain kok. Mulai dari tes administrasi, tes tulis, psikotest, dan interview. Tapi, setelah itu, calon mahasiswa harus tes Medical Check Up.

Setelah diterima, Kamilia cukup terkejut karena cewek menjadi kaum minoritas di sana. Bahkan, dari 27 orang di angkatannya, cuma ada lima orang cewek! “Awalnya sih sempat kaget. Apalagi, di lingkungan pabrik juga banyak cowok. Tapi ternyata, mereka benar-benar menjaga cewek lho. Itu yang bikin kita nyaman di sini,” ujarnya.

Meski jadi minoritas, Kamilia tetap nyaman karena orang-orang di sana saling melindungi (Foto: dok. pribadi)

 

Kamilia yang masuk ke D-3 Konversi Energi Mesin juga belajar hal-hal yang sangat berbeda dari cewek kebanyakan. Sekarang, dia mahir mengelas logam, membuat serta merakit mesin mini, dan bahkan memanjat tangga kecil yang tingginya 10 meter! Selain itu, kamilia sering praktikum di pabrik. Jadi, dia cepat memahami mata kuliahnya.

“Kalau di SMA kan kita prakteknya cuma teori. Kalau di sana kita langsung praktek dan dihadapkan dengan berbagai study case. Intinya, logika kita harus benar-benar jalan,” jelasnya sambil tertawa.


Meski kuliahnya tampak berat di awal, Kamilia mulai merasa bahwa apa yang dia tanam sudah menuai hasil. Saat ini. Kamilia yang sedang melaksanakan tugas akhir dan sudah dilirik berbagai perusahaan. Salah satunya PT Badak sendiri. Selain karena fisik dan skill, hal ini terjadi karena di sana dia diajarkan untuk menjaga attitude agar selalu disegani di lingkungan kerja.

“Banyak banget yang aku dapat dari sini. Mulai dari upgrade fisik dan skill sampai bagaimana punya attitude yang baik di pabrik dan lingkungan kerja. Jadi, buat cewek, jangan pernah ragu buat masuk ke ranah cowok ya. Apalagi di lingkungan pabrik. Soalnya, prospeknya besar banget!”

tutup kamilia.

Kamilia praktek mengelas logam (foto: dok.pribadi)

Edited by Ratri Anugrah

 

Share
Create Your Own Article!