Credit: Fox Sports

 

Zetizen.com - Umumnya, olahragawan pensiun karena usia. Setelah berhasil mengumpulkan prestasi sebanyak-banyaknya, mereka memutuskan berhenti menjadi atlet setelah fisik nggak lagi prima. Namun, lain halnya dengan Nico Rosberg. Masih berusia 31 dan berada di puncak kariernya usai menjadi juara World Championship F1 2016, Rosberg justru memutuskan pensiun! Wah, apa ya penyebabnya?

 

Mengejutkan Publik

Usia 31 dapat terbilang senior dalam dunia olahraga. Tapi, bukan berarti usia 30-an kondisi fisik atlet udah melemah, lho. Justru, kisaran usia 30-an adalah masa keemasan performa seorang atlet. Bahkan, legenda F1 Michael Schumacher pun masih mampu membalap hingga usia 42. Karenanya, keputusan Rosberg buat penisun dini sangat mengejutkan publik. Terlebih, dia adalah juara Formula One (F1) musim ini!

Yap, Sabtu (27/11) lalu, Rosberg diumumkan sebagai juara F1 2016 usai finish di peringkat kedua di bawah rekan setimnya, Lewis Hamilton. Lima hari kemudian, Jumat (2/12), Rosberg mengumumkan keputusan pensiunnya. Penggemar F1 dari seluruh dunia pun nggak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.

 

 

 

Karena Rivalitas dengan Lewis Hamilton?

Sebagian pengamat bilang, rivalitas antara dirinya dengan Hamilton telah banyak menguras pikiran dan fisik Rosberg.

“Hamilton mendominasi atas Rosberg mulai dari karting hingga F1. Ketika Rosberg akhirnya memanangi World Championship, tekanannya sangat tinggi hingga ia memutuskan pensiun," kata Kevin Eason kepada The Sun.

Meski Hamilton dan Rosberg berada di tim yang sama, McLaren Mercedes, mereka adalah rival di arena balap. Dalam dua edisi sebelumnya (2014, 2015) pun Rosberg terpaksa ‘hanya’ menjadi runner up di bawah Hamilton yang keluar sebagai juara umum.

 

Rosberg dan Hamilton. Credit: Sport Views

 

Hamilton sendiri membenarkan bahwa F1 menguras banyak tenaga dan pikiran. Sehingga, wajar jika Rosberg memutuskan berhenti tepat setelah cita-citanya tercapai. Namun, terkait rivalitas diantara mereka, Hamilton malah mengaku saling dukung dengan Rosberg.

“Selanjutnya pasti akan terasa aneh dan menyedihkan karena tidak ada Nico di tim musim depan,” ungkap Hamilton sebagaimana dilansir BBC.

 

Impian Tercapai, Selanjutnya Fokus pada Keluarga

Pensiun di puncak karir adalah keputusan yang berani. Mereka yang serakah, ingin meraih gelar sebanyak-banyaknya sebelum pensiun, pasti belum sanggup mengambil keputusan prestisius seperti yang dilakukan Rosberg. Ternyata, Rosberg sudah lama merencanakan hal ini!

 

“Selama 25 tahun balapan, ini adalah impianku, my one thing, untuk menjadi juara F1 Championship. Aku telah mendaki gunung sampai di puncaknya. It feels right.” tukas Rosberg pada BBC.

 

Nah, jika pembalap F1 lainnya seperti Juan Pablo Montoya hengkang ke IndyCar, atau Kimi Raikkonen hengkang ke NASCAR, Rosberg sepenuhnya akan berhenti balapan dan fokus sama keluarga. Pasalnya, Rosberg menilai kalau F1 terlalu menguras family time yang sebenarnya dibutuhkan semua orang.

 

Nico Rosberg dan istirnya, Vivian Sibold. Credit: Heavy

 

Wah, di balik gemerlap F1, ternyata sosok keluarga lebih penting di mata Rosberg. Salut, deh, buat sang family man dan juara F1 2016, Nico Rosberg!

 

Source: The Guardian, BBC, The Sun

Edited by Mesha Mediani

 

Share
Create Your Own Article!