Resiko kebutaan ternyata berlaku untuk profesi astronot. Credit: BBC

 

Zetizen.com - Astronot itu profesi yang keren dan hanya bisa didapatkan oleh orang tertentu saja. Nggak heran, kalau sebagian dari kita pernah punya impian menjadi astronot saat kecil. Eits, tapi apa kamu tahu kalau banyak risiko kesehatan yang bisa dialami seorang astronot saat pergi ke luar angkasa? Salah satu bagian vital tentunya mata. Kok bisa?

Yap, bagi kamu yang masih mencita-citakan profesi astronot, jangan lupakan kesehatanmu juga ya. Sebab, NASA sebagai otoritas antariksa Amerika Serikat aja udah mengakui kalau astronot yang bertugas memiliki resiko kebutaan! Hal ini makin berisiko bagi astronot yang bertugas dalam jangka waktu yang lama.

Gangguan kesehatan yang menimpa mata ini disebut visual impairment intracranial pressure (VIIP). Awal mula gejalanya terlihat dari pandangan yang mulai kabur disertai belakang bola mata yang memipih. Selanjutnya saraf optik ikut terkena radang. Penyebabnya yakni karena perubahan cairan di dalam pembuluh darah. Namun nggak menutup kemungkinan juga hal ini disebabkan oleh cairan otak yang terganggu.

 

weblogs.
Credit: weblogs.nos.nl

 

Risiko kebutaan ini sangat mungkin terjadi. Karena, seorang astronot yang bertugas di luar angkasa akan mengalami berbagai hal yang sangat bertolak belakang dari bumi. Mulai gravitasi yang jauh lebih rendah, hingga kondisi air yang juga berbeda. Kondisi ini tentunya membuat astronot untuk cepat beradaptasi dengan situasi yang ada. Tapi sayangnya, kemampuan badan manusia jelas nggak bisa bohong.

Penelitian yang dilakukan NASA pun menghasilkan kesimpulan bahwa ada 2/3 dari astronot mereka mengalami kejadian seperti ini. Hasil ini didapat setelah NASA melakukan uji scan MRI beresolusi tinggi dengan membandingkan 7 astronot yang bertugas dalam jangka panjang dengan 9 astronot yang bertugas dengan jangka pendek.

Meskipun sampel percobaan dinilai terlalu kecil, namun ini bisa menjadi peringatan bagi astronot yang akan bertugas.

“Jika nggak dicegah dari awal, astronot bisa menderita gangguan penglihatan yang berbahaya,” ujar Noam Alperin, peneliti yang juga profesor dari Universitas Miami.

 

Source: BBC

Edited by Vera Khair

Share
Create Your Own Article!