UBS Zetizen Mading On-the-Spot 2k16: Sarana Kreatif Berbagi Edukasi, Kepoin Karya Mading On-the-Spot SMA berikut!
| 11 comments

Zetizen.com - Creativity is a wild mind and a disciplined eye. Yap, ide liar dan fokus itulah yang berhasil membawa ke-15 SMA ini sebagai pemenang UBS Zetizen Mading On-the-Spot. Sepuluh jam menjaga fokus dan kecekatan, voila jadilah mading yang nggak cuma kreatif tapi juga berbobot. Yuk, intip karya mereka! (nrm/c14/adn)

 Best Five Gold

Games Juga Move On

Play-to-Play – SMAN 1 Kedungwaru, Tulungagung

Mading ini ingin mengedukasi para pengunjung tentang perkembangan permainan, mulai konvensional hingga gadget games. ’’Play-to-play berarti dimainkan pada mulanya dan dimainkan sampai sekarang,’’ ujar Nadine Aulia, anggota tim. Ada tiga sekat yang masing-masing menjelaskan berbagai game yang berbeda, yakni basket, monopoli, dan catur. Pengunjung diajak melempar dadu buat menjawab pertanyaan yang ada. Kalau benar, lampu hijau bakal nyala dan pengunjung berhak menerima hadiah.

 

Yuk, Minum Jamu

Djamoe – SMA Sejahtera Prigen, Pasuruan

Tim mading ini sadar banget bahwa zaman sekarang orang udah bergantung sama obat-obatan. ’’Obat kalau dikonsumsi dalam jangka panjang kan nggak baik. Padahal, ada cara tradisional lewat jamu,’’ kata Ainin Widya Fitri, anggota tim. Mereka juga menunjukkan display beberapa tanaman jamu seperti jahe, lengkuas, kunyit, dan temulawak. Psst, mereka terjun langsung ke pasar tradisional loh demi membeli bahan-bahan jamu ini. Buat interaksi, mereka menyediakan mainan robot yang bisa dimainkan dengan remote control.

 

Timeline Kamera

Kamera Juga Move On – SMAN 10 Surabaya

Mengusung konsep perkembangan kamera, mereka memajang banyak kamera sejak zaman dulu hingga sekarang. Mulai Minolta PC-500, Fujica Pocket 250, Fujica Flash 5, Ricoh AF-5, hingga Canon EOS 350D. Anggota tim berjuang mengumpulkan kamera-kamera tersebut. ’’Ada yang pinjam ke teman, kakak kelas, bahkan ke nenek buyut salah seorang anggota,’’ jelas Vinka Permata, anggota tim. Karena kamera yang dipajang berasal dari banyak negara, nggak jarang mereka harus men-translate referensi yang cuma ada dalam bahasa Italia hingga Prancis.

 

Ajak Jalan-Jalan ke Mars

A Whole New World – SMA Gloria 2 Surabaya

Menurut anggota tim mading, dalam waktu sekitar 75 tahun lagi, manusia mau nggak mau beranjak meninggalkan bumi. Mereka pun mengadakan polling terhadap teman-teman satu sekolah tentang planet mana yang paling layak ditinggali. Hasil 75 persen setuju sama planet Mars dijadikan inspirasi. Uniknya, mading tersebut dilengkapi sebuah robot yang bisa bergerak maju, mundur, dan bicara jika pengunjung mengarahkan tangannya ke hidung robot. Atau menggerakkannya dengan remote control pada aplikasi smartphone. ’’Dasar robot ini dibuat dari Lego Mindstorms NXT. Lalu, kami modifikasi dikit biar menarik,’’ ungkap Ryan Anthony, anggota tim.

 

Goodbye KTP Konvensional!

KaTePe – SMA Muhammadiyah 9 Surabaya

Sesuai sama judulnya, mading ini dibuat untuk mengajak orang lain move on ke e-KTP. Informasinya lengkap dari cara membuat e-KTP, kegunaan, hingga data pengguna e-KTP di Surabaya. Visualisasinya juga keren. Ada miniatur kantor kecamatan, rumah warga, hingga KTP dari styrofoam yang bisa berputar. Pengunjung juga dapat berinteraksi dengan menekan salah satu tombol di mading tersebut. Kalau pengunjung menekan tombol yang benar, lampu-lampu di gedung akan nyala. Artinya, dia udah siap move on ke e-KTP.

 

Silver Medals

Surabaya: Dulu dan Sekarang

Diarine Suroboyo – SMA Al-Azhar Menganti, Gresik

Dalam beberapa tahun belakangan, banyak yang berubah dari wajah Surabaya. Melalui pop-up book yang bisa dibuka sendiri oleh pengunjung, ditampilkan perubahan tempat-tempat di Surabaya, yaitu Dolly dan TPA Keputih yang sekarang udah jadi hutan bambu. Uniknya, mading tersebut dibentuk menyerupai meja belajar lengkap dengan pensil, penggaris, bahkan catatan tugas dari styrofoam yang mirip sama aslinya. Seolah-olah seorang anak sedang mengerjakan tugas tentang tata kota Surabaya di meja belajarnya.

 

Mulai Kuda hingga Mobil Mewah

Dulu dan Sekarang – SMA Hang Tuah 1 Surabaya

Dengan dua setting suasana pedesaan dan perkotaan, pengunjung diajak untuk mengetahui perkembangan transportasi dulu dan sekarang. Di setting pedesaan, digambarkan transportasi masa lalu seperti kuda, perahu layar, dll. Nah, ada juga transportasi masa kini berupa miniatur mobil-mobilan hingga kereta api. Buat mempercantik madingnya, tim ini juga creatively membuat Ferris wheel dengan banyak hiasan lampu dari jeruji roda. Kreatif dan edukatif!

 

Kekurangan Bukan Halangan

Z-Arena (From Zero to Hero) – SMA Sunan Giri Menganti, Gresik

Semua manusia pasti punya kekurangan. Tapi, kekurangan bukan alasan untuk nggak berani move on menuju kesuksesan. Makanya, pesan tersebut divisualisasikan dalam konsep Paralimpik (Olimpiade buat orang-orang dengan kebutuhan khusus). Mading tersebut dilengkapi berbagai artikel menarik. Misalnya, profil Oscar Pistorius, orang hebat yang turut berlaga di Olimpiade London meski pakai kaki palsu. Super inspiring!

 

Handmade Crane Games

Toy Story – SMKN 5 Surabaya

Anggota timnya merakit sendiri printed circuit board (PCB) untuk bikin crane yang bisa dimainkan. Permainan tersebut sesuai dengan tema mereka yang mengusung perkembangan permainan dari zaman ke zaman. Pengunjung bisa adu tangkas menjepit bola di sebuah boks berbentuk food truck. Di bola itu tertempel tulisan tentang berbagai macam hadiah yang bisa didapat. Seru banget deh pokoknya!

 

Kamu Tipe Move On yang Mana?

Let’s Roll, Let’s Move On – SMA Santo Hendrikus Surabaya

Mading ini terdiri atas lebih dari 70 botol bekas air mineral dan membentuk lintasan spiral. Dengan begitu, pengunjung bisa menggelindingkan bola di lintasan yang ada. Terus, dilihat deh bola tersebut berhenti dengan menunjukkan angka apa. Next, tinggal buka kotak kado kecil sesuai dengan nomor yang tertera. Kamu bakal tahu tipe move on yang sesuai sama kamu. Ada yang pemaaf, pelupa, flawless, hingga yang cepat dapat pengganti. Hmm, kira-kira kamu tipe yang mana ya?

 

Bronze Medals

Jangan Jadi Budak Kemewahan

Slave of Grandeur – SMA Ciputra Surabaya

Tim SMA Ciputra sadar betul, jika dibiarkan, manusia jika makin obsessed sama hidup mewah, lama-lama justru bisa jadi budak dari kemewahan itu sendiri. That’s why, mereka mengajak move on dan hidup bebas. Mereka memvisualisasikan madingnya dalam bentuk wajah yang terbelah dua. Kalau mau baca artikel, pengunjung harus ’’membelah’’ wajah itu dulu seolah sedang sneak peek ke dalam pikiran manusia.

 

No Smoking

Semok (Siap Move On dari Rokok) – SMA Ta’miriyah Surabaya

Masalah ketergantungan pada rokok, rupanya, jadi concern tersendiri buat tim SMA Ta’miriyah Surabaya. Mereka mengisi madingnya dengan berbagai artikel tentang bahaya rokok hingga tip move on dari rokok. Untuk makin menambah efek persuasif, mereka membuat replika paru-paru dari styrofoam. Paru-paru pertama digambarkan masih sehat, sedangkan paru-paru kedua udah hitam karena perokok.

 

You Have No Limit

Unyu (Unlimited You) – SMAN 20 Surabaya

Dengan berbagai miniatur superhero, kita diajak menjadi pahlawan bagi diri kita. Lewat artikel tip jitu move on, cara move on dari keterbatasan, dan berbagai persuasi lain, para pengunjung disadarkan bahwa diri manusia itu sebenarnya unlimited. Nah, buat menunjukkan ketidakterbatasan tersebut, dibuatlah replika awan-awan dari dakron. Pokoknya, kita diajak berani menggapai mimpi setinggi awan deh.

 

Ketahui Tipe Belajarmu

Book Volution – SMA Petra 3 Surabaya

Mengambil tema revolusi buku, tim mading SMA Petra 3 Surabaya mengemas madingnya dengan konsep background berupa gambar papan tulis. Artikel yang ditampilkan pun nggak jauh-jauh dari soal membaca, misalnya dampak positif dan negatif internet buat pembelajaran. Ada tes psikologi juga nih! Pengunjung harus menjawab beberapa pertanyaan seputar kebiasaan mereka, dan di akhir bakal tahu tipe belajar seperti apa yang cocok buat mereka.

 

Dari Handphone ke Smartphone

Revolusi Handphone – SMAN 4 Surabaya

Nggak cuma memvisualisasikan berbagai bentuk handphone dari zaman ke zaman, mereka juga melengkapinya dengan informasi yang detail banget.  Misalnya, generasi pertama yang masih berupa ponsel dengan antena, generasi kedua berupa flip phone, hingga yang terbaru handphone dengan touch screen. Mereka juga membuat replika handphone dari generasi ke generasi tersebut dari styrofoam. Susunan replika HP itu ditempeli artikel penjelasan yang bisa diputar-putar oleh pengunjung,

 

Dewi  Masyitoh
Dewi Masyitoh, 14
Jawa Timur
100 poin
joined 3 hours ago
Lisa Novena Tjukipto
Lisa Novena Tjukipto, 19
Jawa Timur
3600 poin
joined 5 hours ago