Jakarta, Zetizen.com - Siapa sangka di tengah kondisi ekonomi yang katanya kurang stabil ini rokok jadi pilihan belanja nomor dua para keluarga miskin setelah padi-padian. Padahal, dampak rokok itu bahaya banget! Imam Zein selaku Program Officer Yayasan Lentera Anak mengatakan bahwa meskipun cukai rokok naik, harganya tetap terjangkau bagi anak-anak dan keluarga miskin. Anggap saja uang jajan anak sekolah rata-rata Rp 5.000 dan harga rokok sekitar Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per batang. Masih memungkinkan banget kan anak-anak "jajan sembarangan"?

Mengusung tagline #RokokHarusMahal, Yayasan Lentera Anak membuat acara Festival Telur VS Rokok dengan harapan harga rokok bisa lebih tinggi lagi sehingga tidak dapat dijangkau anak-anak dan keluarga miskin. Selain itu, masyarakat diharapkan bisa lebih cerdas lagi untuk memilih dan memilah kebutuhan. Kenapa harus versus telur? Sebab, akhir-akhir ini harga telur lagi naik dan juga sebagai perbandingan mana yang lebih banyak manfaatnya di antara rokok dan telur.

Acara yang bertempat di RPTRA Cibesut itu bukan cuman sekedar seminar biasa yang membosankan kok. Acara tersebut diisi beragam permainan tradisional, cek kesehatan gratis, klinik berhenti merokok, panggung angklung, dan beragam kegiatan seru lain. Ada juga pembuatan 500 telur mata sapi yang disusun untuk membentuk #RokokHarusMahal.

Anak-anak yang ikut sedang asik bermain ular tangga

Anak-anak asyik main ular tangga yang di dalam tiap kotaknya ada nilai edukasi (Dok. Pribadi)

 

Gasing, salah satu permainan tradisional yang disediakan penyelenggara (Dok. Pribadi)

 

Di sekitar area tempat berlangsungnya Festival Telur VS Rokok ini juga banya terpasang poster-poster informasi tentang persaingan rokok dan telur. Misalnya, perbandingan gizi keduanya. Ada juga poster berisi teguran untuk para orangtua, khususnya ayah, yang selama ini masih tetap mengidolakan rokok untuk dibeli disamping kebutuhan gizi anak-anaknya.

Salah satu poster yang dipasang di sekitar area festival (Dok. Pribadi)

 

Acara diakhiri dengan Deklarasi Telur VS Rokok yang isinya mendukung pemerintah agar menaikkan harga rokok setinggi-tingginya. Dengan begitu, harga rokok tidak lagi terjangkau dan masyarakat lebih memilih untuk membeli hal-hal untuk memenuhi gizi. Lisa Sundari dari Yayasan Lentera Anak berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana secara kontinyu sehingga masyarakat semakin aware akan dampak yang ditimbulkan dari setiap barang yang mereka beli.

"Karena sejujurnya kita berharap agar para orangtua dapat sadar bahwa mereka masih memiliki anak-anak yang kebutuhan gizinya masih harus dipenuhi. Dan para anak pun bisa mengingatkan orangtua mereka barangkali masih belum bisa lepas dari yang namanya merokok. Agar anak-anak ini juga nantinya tidak mengikuti jejak orangtua meraka", ujar perempuan yang akrab disapa Bunda ini.

Suasana Deklarasi Telur VS Rokok yang dihadiri oleh seluruh peserta (Dok. Pribadi)
Share
Create Your Own Article!
/* */