Paket hampers yang dijual oleh Mars & Co (Foto: Dokumentasi @marsandco.id)

Zetizen.com - Tau dong istilah hampers? Hantaran atau parsel yang berisi beranekaragam benda yang dihias dengan indah ini banyak bermunculan ketika Hari Raya tiba. Salah satunya adalah hampers milik Mars & Co. Didirikan pada 2015 silam oleh Vanyatasha Prawindrijo beserta dua koleganya, Sheila Pangkey dan Auda Yasmine sebagai co-founder, Mars & Co awalnya dibuat sebagai hantaran untuk klien di perusahaan tempat mereka bekerja dulu. Terlebih, harga hampers tergolong cukup mahal, maka Vanya dan teman-temannya bertekad untuk membuatnya sendiri.

“Lalu, lama-kelamaan banyak yang tertarik untuk pesan, dari situ kami berkomitmen bikin yang unik sekaligus affordable,” terang Vanya, membuka obrolan.

Dengan slogan A touch of happiness in a box, Mars & Co selalu memiliki ciri khas, yakni menggunakan box sebagai tempat menaruh isi hantaran. Pun, box­-nya tiap tahun selalu berganti, lho! “Tahun kemarin pakai box dari kayu pinus, lalu untuk tahun ini memakai box dari anyaman rotan,” jelas Vanya. Pemilihan box pun selain sarat dengan nilai estetika, juga harus dapat memenuhi prinsip useable. “Artinya, setiap bahan yang ada di hampers harus berguna dan multifungsi. Tidak hanya sebagai wadah saja, tetapi bisa juga digunakan lagi setelahnya,” sambungnya.

 

Tahun ini, Mars & Co mengeluarkan 2 paket, yakni Katniss dan Primrose (Foto: Dokumentasi @marsandco.id)

Meski demikian, Vanya mengaku tidak mudah untuk mendirikan bisnis hampers pada awalnya. Apalagi Mars & Co hanya memiliki sedikit modal pada awal berdirinya. “Tapi, dengan tekad yang kuat, syukurlah bisa berjalan lancar,” kenang Vanya.

Saingan dalam bisnis hampers pun terhitung tidak sedikit. Maka dari itu, Mars & Co harus memiliki ciri khas yang berbeda dari kompetitornya. Mars & Co juga memiliki konsep yang berbeda-beda tiap tahunnya, lho! Misalnya, tahun 2017 silam Mars & Co mem-bundling hampers dengan lettering yang dibingkai dalam pigora, tahun ini mereka menambahkan sajadah printing dalam paket hampers-nya. “Sajadah ini berbahan ringan, jadi cocok untuk traveling, serta memiliki desain yang tidak pasaran, karena kami mendesainnya sendiri,” ungkapnya.

Di tahun ketiganya ini, Mars & Co telah berhasil mengirimkan paket hampers-nya ke seluruh penjuru nusantara. Terjauh, mereka berhasil mengirim ke Ternate, Maluku dan beberapa daerah di Sulawesi. Pun, hingga detik ini, Mars & Co berhasil mengumpulkan 2,7 ribu followers di akun Instagram @marsandco.id.

Lantas, apa tips yang bisa Vanya berikan untuk anak-anak muda yang ingin berbisnis hampers sepertinya? “Yang jelas, harus berani dulu. Jika kamu punya ide, lakukan saja dan tidak perlu banyak berpikir. Jangan lupa mencari inspirasi dari banyak hal, bisa dari Pinterest, tren yang sedang digemari maupun melihat-lihat hampers dari kompetitor,” sarannya. (nen/fhr)

Share
Create Your Own Article!