Foto: Rifqi/Zetizen Team

 

SURABAYA, Zetizen.com – Jadi jurnalis emang nggak gampang. Apalagi buat pelajar. Tapi, kemarin (10/12) para peserta UBS Zetizen Journalist Blog 2k17 berhasil membuktikan kalau mereka pantas mendapat gelar jurnalis terbaik. Yap, setelah sepuluh hari berperang mencari berita di venue UBS Zetizen-Con 2k17, mereka berkumpul lagi di Belly Buddy Eatery, Surabaya, untuk pengumuman juara.

Melewati persaingan ketat, SMPN 35 Surabaya berhasil meraih gelar 1st place UBS Zetizen Journalist Blog 2k17 untuk kategori SMP. Di kategori SMA, ada SMAN 1 Sidoarjo sebagai juara I. Nggak cuma itu, fotografer kedua sekolah tersebut juga meraih gelar Best Photographer untuk setiap kategori.

Dia adalah Fidellia Putri Ardhana. Fotografer asal SMAN 1 Sidoarjo itu nggak nyangka bisa meraih gelar Best Photographer lagi. Ya, tahun lalu cewek yang akrab disapa Fidel tersebut juga menyabet gelar Best Photographer pada UBS Zetizen Journalist Blog 2k16 kategori SMP. Prestasi keren tersebut tentu didapatkan Fidel dengan effort besar.

Menurut Fidel, seorang fotografer nggak boleh melewatkan satu momen pun. Karena itu, dia rela datang setiap hari, sejak pagi hingga malam, di venue UBS Zetizen-Con 2k17. ’’Salah satu hambatanku tahun kemarin adalah sulit ambil gambar jarak jauh. Nah, tahun ini aku pinjam lensa tele kakak kelas biar hasilnya maksimal,’’ ungkap Fidel.

Selesai masalah lensa tele, ternyata Fidel harus berhadapan dengan masalah lain. Dia sulit menangkap momen saat Tulus tampil di Antangin Day Senin (13/11). ’’Aku nggak punya tangga buat ambil gambar dari ketinggian,’’ ujarnya. Untungnya, Fidel nggak kehabisan akal. ’’Aku join sama anak lain. Saking penginnya dapat momen, satu tangga diisi tiga fotografer sampai kami nyaris jatuh,’’ tambahnya.

Yap, meski saling berkompetisi, para peserta emang nggak ragu buat kerja sama. Bagi mereka, teman-teman dari sekolah lain udah kayak keluarga sendiri. Bahkan, mereka saling bantu dalam berbagai hal. Mulai sharing soal referensi blog hingga pemilihan angle sebelum berburu momen. ’’Kalau acara lagi hectic, para writer itu sering terlewat beberapa hal penting. Akhirnya, kami sering tukeran informasi untuk bahan berita,’’ kata penulis asal SMAN 21 Surabaya, Septia Rahmatul Jannah.

Di kategori SMP, para peserta juga nggak mau kalah all-out. Sebut aja Ahmad Harist Raharjo Putra asal SMPN 35 Surabaya. Demi dapat momen yang keren, Harist rela membawa tiga lensa sekaligus, yakni lensa kit, tele, dan superwide. ’’Meskipun berat karena harus membawa beberapa lensa sekaligus, aku puas dengan gambar yang aku dapat karena bisa dapat keseluruhan momen,’’ ucap Harist. Berkat effort-nya, Harist berhasil jadi Best Photographer SMP.

Bukan cuma pengumuman, acara kali ini juga diramaikan Melisa Oktavia, owner Surabaya Foodies, yang memberikan materi tentang food photography. Melisa menjelaskan cara pengambilan gambar dengan objek makanan. ’’Food photography bukan harus buat mereka yang memiliki basic fotografi. Ini bisa dilakuin dengan handphone kalau mereka nggak punya kamera SLR,’’ tutur Melisa.

Selain mendengarkan materi, para peserta berkesempatan mempraktikkannya lewat challenge yang diberikan. Well, para peserta fotografer ditantang mengambil foto makanan terbaik sesuai dengan materi yang diberikan. Sementara itu, para penulis harus bikin caption menarik. (int/c14/als)

Share
Create Your Own Article!